Bayangan Sang Mantan

Bayangan Sang Mantan
Pergilah aku tak kan menahan mu.


__ADS_3

Semua hadirin terkejut dan berteriak dan ada juga yang berbisik- saat, melihat video show itu yang pertama keluar adalah foto serong lelaki yang seolah berpelukan dengan Renata yang tidak memakai baju, wajah Renata sangat jelas terlihat di sana memejamkan mata seolah-olah menikmati pelukan hangat pria yang ada di foto itu dan belum terlihat wajahnya , tubuhnya kecil dan pendek semua orang tentu tau bawa itu bukan tuan Hendrawan.


"Matikan segera video itu." teriak Hendrawan membuat semua orang di sana langsung terdiam .


"Manager Tan , tolong urus yang di depan ." kata Hendrawan langsung mengandeng tangan Renata untuk masuk kedalam.


Nyonya Angi dan Icha ikut masuk ke dalam dan yang lain di persilahkan untuk pulang dan membawa makan yang mereka mau.


Icha pun menelfon beberapa awak media untuk bersiap di depan rumah tuan Hendrawan untuk mendapatkan foto dan juga berita yang terbaru dan terupdate ,tentu saja mereka akan menjadi yang pertama menerbitkan surat kabar yang pasti heboh dan akan laris manis.


"Renata , katakan siapa lelaki itu ?" tanya Hendrawan.


"Sa...sa..saya... tidak tau ?" kata Renata.


"Bagiamana tidak tau jelas-jelas kamu berpelukan dan tidur dengan nya ?" kata Hendrawan dengan nada tinggi.


"Saya... tidak tidur dengan nya ?"Kata Renata yang bersimpuh di lantai.


"kapan itu terjadi , katakan !!!" kata Hendrawan dengan teriak yang menggema di seluruh ruangan.


"namanya juga wanita jalan tentu saja kelakuan nya sama seperti itu, entah benar atau tidak anak itu anak Hendrawan atau bukan ?" kata Nyonya Angi.


"Mama diam ,saya ingin dia menjelaskan pada ku." kata Hendrawan.


"Tuan , saya bisa jelaskan tuan ." kata Mita yang ikut bersimpuh.


"Saya minta maaf karena tidak bisa menjaga nyonya Renata dengan baik." kata Mita.


"Diam kau Mita ,aku ingin dengar dari mulut nya sendiri,pelayan ...bawa video itu kemari." teriak Hendrawan.


pelayanan yang ada di situ segera berlari mendapat Flashdisk dan leptop yang tadi di pakai untuk memutar foto video show tadi.


"Oh.. rupanya kamu bertemu dengan Hongjie ?" kata Hendrawan marah rasa cemburunya makin memuncak saat mengetahui wajah lelaki yang ada di di foto berikut nya.


"Katakan Renata !! teriak Hendrawan makin emosi karena Renata hanya diam saja.


Hendrawan mengebrak meja kaca hingga pecah dan tangannya berdarah.


"Bukankah kamu sering dan suka membatah , bantahlah, kenapa tidak membantah ,kenapa diam saja ,jadi semua ini benar , apa cinta ku tak cukup untuk mu, apa hebatnya dia daripada aku , bagiamana kamu bisa mengurangi aku !!" kata Hendrawan.


Icha segera pergi dan mencari kota P3k di rumah itu dan mendekati Hendrawan.


"Tangan kamu berdarah ,tuan Hendrawan ." kata Icha memberikan kain perban untuk membalut nya,tapi di tolak oleh Hendrawan.

__ADS_1


"Re...kamu bisa bicarakan kan ?" kata Hendrawan juga ikut bersimpuh memegangi wajah Renata yang sudah basah dengan air mata.


"Saya..memang berada di hotel itu, tapi saya benar-benar tidak tau apa yang sedang terjadi." kata Renata menangis.


"Jadi itu benar kamu ?" tanya Hendrawan.


"Kalau kamu ,sudah berani main di belakang ku, kalau kamu sudah melakukan dengan kamu boleh angkat kaki dari rumah ini." kata Hendrawan berdiri dari duduknya.


"Hendrawan ,apa anda serius ?" tanya Renata.


"Apa kamu pikir aku main-main ?" tanya Hendrawan.


"Jadi kau harus pergi ma... malam-malam begini ?" tanya Renata.


"Tentu sudah tidak ada tempat bagi pengkhianat cinta ku di tempat ini " kata Hendrawan.


"Honey....! Renata menyebutkan Hendrawan dengan panggilan sayangnya.


"Jangan panggil aku seperti itu ,aku bukan Honey kamu lagi kau pergilah dengan Hongjie." Teriak Hendrawan makin emosi.


"Tuan... jangan begitu, ini tak seperti yang tuan kira, dengarkan penjelasan aku dulu, aku mohon ." kata Mita bersimpuh di kaki tuan Hendrawan.


"Foto itu sudah menjalankan dan tidak perlu penjelasan kamu ,lagi, bukakan dia juga sudah mengakui bahwa dialah yang berad di foto itu, dialah yang ada di pelukannya lelaki itu ?" kata Hendrawan.


"Haruskah aku pergi." tanya Renta berhenti di depan Hendrawan .


" Pergilah aku tidak akan menahan mu." kata Hendrawan.


"Apakah kau tak lagi mencintai aku, bagiamana dengan anak yang ku kandungan ini ?" tanya Renata


"Aku tidak perduli ,itu mungkin anak dari lelaki itu bukan ,siapa yang menjamin itu anak ku ?" kata Hendrawan.


"bagiamana aku bisa mengadakan party untuk anak yang ada di kandung mu, entah anak ku atau anak lelaki itu ." kata Hendrawan.


"Cukup..Hen...kalau memang , aku harus pergi jangan kau menghina anak yang ku. kadung, karena aku yakin 100% bahwa ini anak mu." kata Renata melangkah pergi.


"Tunggu nyonya ,saya ikut ." teriak Mita yang juga sudah siap dengan kopernya.


"Mita aku tidak akan mengaji mu, bila kamu ikut dia." kata Hendrawan.


"Aku tidak perduli tuan, bagaimana ini tidak seperti yang anda kira dan saya tetap akan menjaga nyonya Renata meski tanpa bayaran sekali pun." kata Mita segera pergi dengan Renata.


Keluar dari pagar, tampak lah ,oleh mereka Para wartawan mulai memotret dan mencoba mewawancarai Renata tapi dia hanya diam seribu bahasa dan segera naik taksi yang sudah di pesannya saat dia naik ke lantai atas t untuk packing barang.

__ADS_1


"kita akan kemana , nyonya ." tanya Mita.


ke sebuah desa di kota Semarang , kenapa kamu ikut dengan ku Mita kamu bisa tetap tinggal di sana dan mendapat kan gaji yang banyak." kata Renata.


"Nyonya ini semua salah saya yang tidak menjaga nyonya dengan baik sehingga terjadi seperti ini, aku sangat menyesal kata Mita menangis terisak-isak.


"Sudah bukan salah kamu, salah aku yang tetap bandel mau ikut acara itu, padahal Hendrawan sebenarnya sudah melarangnya, Andai saja saya tidak membantah dan keras kepala ikut acara reuni itu, ini semua tidak akan terjadi." kata Renata sambil menghapus air matanya


"Aku harus bertanya pada Hongjie , kenapa dia melakukan hal ini, kenapa dia setega ini , apa yang terjadi di malam itu ?" kata Renata.


"saya tetap yakin bahwa tidak terjadi apa-apa di malam itu ,saya hanya telat beberapa menit saja untuk mengejar anda, tidak mungkin terjadi hal-hal yang lebih dari sekedar foto itu " kata Mita.


"dan saya percaya bahwa anak yang nyonya kandung adalah anak dari tuan Hendrawan." kata Mita lagi.


"Nyonya sudah sampai di stasiun bus, silahkan turun." kata sopir taksi.


"berapa pak ongkos taksinya ?" tanya Renata.


"Seratus sepuluh ribu," kata pemilik taksi.


"ini dua ratus ribu, untuk bapak semua dan apapun yang bapak dengar agak saja hanya angin lalu." kata Renata .


" baik nyonya." kata bapak sopirnya.


sopir taksinya yang juga ikut turun membantu menurunkan koper mereka.


"Terimakasih pak ." kata Renata.


segera melangkah pergi mencari bus jurusan Semarang dengan Mita dan merek telah menaikkan bus yang sesuai tujuannya.


----++++++++ Bersambung++++++++-------


"Terimakasih untuk kunjungan nya para pembaca dukung dengan LikeπŸ‘ dan


komentar ✍️thanks you All .


jangan lupa dukung. kisah Lain


semalam Berujung Petaka. atau


cinta pertama tak lekang waktu ,


πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹

__ADS_1


__ADS_2