Bayangan Sang Mantan

Bayangan Sang Mantan
Sama punya senjata untuk mengancam


__ADS_3

Keesokan harinya nyonya Berta sudah , bersiap untuk pergi ke sebuah restoran saat bell apartment berbunyi.


"siapa ?" tanya Berta yang membuka pintu kayu nya, sementara pintu teralis besi masih di tutup olehnya.


"Berta apa kamu kenal saya lagi ?" tanya lelaki yang umurnya mungkin cuma beda satu dua tahun lebih tua darinya.


"Sepeti kita pernah bertemu ?" kata Berta.


"Dulu kita sering bertemu, aku dulu pekerjaan pemasangan sinyal dan CCTV di puncak tempat kamu berjualan." kata lelaki itu Kalau tidak salah bernama Ismail.


"Apa kamu Ismail?" tanya nyonya Berta.


"Ya , benar boleh saya masuk ?" tanya Berta.


"Ada perlu apa ?" tanya Berta.


"Ada sesuatu yang penting yang ingin aku katakan pada mu soal CCTV dan rekaman kejadian kecelakaan di puncak ." kata Ismail membuat nyonya Berta terkejut.


"Baiklah silahkan masuk ." kata Berta segera membuka pintu tralis nya lalu dia menutup pintu kayunya juga .


"silahkan duduk !"


"Mau minum apa ?" tanya Berta.


"segelas kopi." kata Ismail.


Berta pun segera masuk ke dapur ,tak lama kemudian dia pun keluar membawa nampan kecil berisi kopi hangat.


"silahkan , minum dan apa tujuan anda, saya ada urusan ." kata Berta.


"saya menyimpan rekaman CCTV yang ada di warung anda ketika, anda dan nyonya Angi merencanakan pembunuhan, dan saat itu memang nyonya Angi meminta saya untuk memusnahkan nya , tapi saya masih menyimpan Hardisk nya, saya memusnahkan Hardisk yang lain bukan yang di hati itu." kata Ismail.


"Lalu, apa mau mu ?" tanya Berta tenang.


"kalau kamu ingin memeras saya karena hal itu , kamu salah seharusnya, kamu memeras nyonya Angi." kata Berta yang mencoba menebak apa yang di inginkan Ismail.


"Sebenarnya sejak lama ,saya menyukai mu, tapi waktu itu saya ,masih punya istri ."

__ADS_1


"Saya tidak ada waktu untuk itu Ismail silahkan keluar ?" kata Nyonya Berta.


"Dengarkan aku Berta aku sudah lama mencari kamu, aku tau semua tentang mu dan kamu dalam kendali nyonya Angi karena dia punya video tentang saat kamu merusak mobil kepunyaan orang tua tuan Hendrawan yang menyebabkan kecelakaan maut itu ." kata Ismail.


"Aku datang untuk menolong mu, lepas dari semua itu ?" kata Ismail.


"Apa kamu pikir jika saya mengancam dia dengan hal itu aku tidak akan ikut di dalamnya ?" kata nyonya Berta.


"Aku tau bahwa kamu , sebenarnya juga ingin mengatakan kebenaran nya, tapi kamu akan masuk penjara sendiri, jika kamu punya video ini saya bisa bantu menjadi saksi anda, saya tau itu juga akan berisiko pada saya tapi setidaknya kita tidak hidup di bayangi rasa bersalah." kata Ismail.


"Bagiamana kalau kamu di penjara karena hal ini, menyembunyikan bukti kejahatan ?" kata Berta menatap ke arah Ismail.


Memang benar bahwa Berta juga punya perasaan pada lelaki itu, namun dia memupus perasaan itu saat dia tau ,kalau Ismail telah menikah, mereka sempat akrab beberapa bulan sebelum terjadi kecelakaan itu dan akhirnya Berta memilih menutup warungnya.


Dia sepeti di bayangi wajah kedua orang tuan Hendrawan karena mereka makan bersama di sana dengan nyonya Angi.


Beberapa tahun kemudian dia juga mengetahui bahwa istri Ismail meninggalkan saat melahirkan anak perempuan baginya ,sempat terbersit untuk kembali menjalin hubungan namun di tepis perasaan itu takut bila kejahatan itu terbongkar dan dia akan menyusahkan orang lain , Berta juga memilih hidup sendiri karena hal itu.


"Lalu apa rencana kamu." tanya Berta.


"Kamu bisa mengakui kesalahan kamu dan aku rasa kamu punya cukup uang untuk menyewa pengacara untuk membela kamu, mungkin jika mengaku bersalah kamu mendapat hukuman 10-20 tahun penjara ,sedang dalang atau aktor intelektual pembunuhan berencana bisa seumur hidup atau hukuman mati, tentu kamu bisa lepas dari rasa bersalah dan dari jeratan nyonya Angi." kata Ismail.


" Baiklah aku akan pertimbangan hal itu," kata nyonya Berta.


"Ini nomer telfon saya."kata Ismail.


"Seandainya kamu menerima aku menjadi kekasih mu, saat keluar penjara nanti aku ingin menikah dengan mu." kata Ismail


membuat nyonya Angi hampir tersedak saat minum tehnya.


"Apa anda tidak sedang mabuk mengatakan hal itu ?" tanya Berta.


"Saya tidak pernah menyentuh minuman kamu tau sediri saya juga tidak merokok saya sadar sepenuhnya bahwa sampai saat ini saya masih ada perasaan cinta pada mu." kata Ismail jujur .


Berta menatap mata Ismail , perasaan itu memang tak bisa di sembunyikan,apakah tidka terlambat untuk menjalin hubungan apalagi ,bahwa hidup mereka sedang di ujung tanduk.


"Kita lihat saja nanti, saya juga tidak muda lagi Ismail kalaupun memang benar nanti aku, mengaku kesalahan saya, mungkin saat keluar penjara aku sudah berusia 65 tahun kalau keputusan Hakim saya di hukum 15 tahun penjara,umur saya sekarang sudah 49 tahun " kata Berta menatap nanar ke depan.

__ADS_1


"Kejadian itu terjadi sudah hampir 15 tahun yang lalu dan memang tidak ada yang di persalah dalam hal itu, nyonya Angi juga telah membayar beberapa orang untuk menutupi kasus itu dan mengumumkan bahwa kasus itu adalah murni kecelakaan mobil, kalaupun saya tidak mengakui juga saya tidak akan di penjara tapi Angi mengunakan video itu untuk mengancam saya dan meminta saya untuk melakukan kesepakatan lain yang tidak saya setujui." kata Nyonya Berta.


"Aku harus berbohong dan mengaku anak dia adalah anak ku, supaya bisa di jodohkan dengan tuan Hendrawan dan tentu saja dengan alasan jika punya anak maka dia akan menjadi pewaris harta kekayaan milik tuan Atmanegara, kamu tau jiwa ku sangat tertekan akan hal itu." kata Berta mulai curhat dengan Ismail.


"Sayang sekali rencana gagal karen anaknya telah hamil dengan kekasihnya dan tidak mau menikah atau di jodohkan dengan tuan Hendrawan yang sangat disiplin ketat dan serong yang sangat dingin itu." kata Berta.


"Hari ini saya akan meminta dan menagih janjinya bahwa dia akan membelikan atau mendirikan Restoran untuk saya, bagus juga kalau kamu memberi cupilikan video tentang bagiamana dia menyuruh dan merencanakan pembunuhan itu, maka dia juga bisa aku ancam dnegan hal itu, kalau dia tidak mau tentu saja kita akan masuk penjara sama-sama, selama ini saya hanya diam saja karena selalu takut bahwa kejadian itu akan di laporan olehnya." kata Berta tersenyum getir.


"Namun kali ini, saya juga sudah ada punya senjata yang sama untuk mengancamnya." kata Berta lagi.


"Berapa uang yang kamu mau untuk video itu ?" tanya Berta.


"Untuk sementara kamu bisa , memberi beberapa untuk aku, aku masih bekerja tidka butuh banyak tapi saat kasus ini mau kamu laporan kamu harus memberi kompensasi cukup untuk anak aku saat aku di penjara dan tidak bisa mencari nafkah untuk nya." kata Ismail.


"Saya tidak bermaksud untuk memeras , saya hanya memikirkan tanggung jawab saya sebagai seorang ayah jika saya harus terseret dalam kasus ini, aku harap kamu mengerti Berta." kata Ismail.


"Iya .saya tau tentu saja saya memikirkan hal itu, saya juga tidak punya siapapun harta bagi saya tidak lagi peting ,tunggu sebentar disi ." kata Berta lalu berdiri masuk ke kamar .


"Ini uangnya dan kirimkan potong video itu pada saya." kata Berta menyerahkan amplop coklat berisi uang beberapa juta .


"Aku akan mengirimkan lewat bluetooth saja, berikan handphone kamu ." kata Ismail .


dengan cepat mengirim Video itu pada handphone Berta.


"Baiklah nanti aku kabari kelanjutan ,saya akan menagih janji pada nyonya Angi jika dia tidak mau maka bersiaplah untuk membuka kasus ini." kata Berta.


"Baiklah, kalau begitu saya permisi." jawab Ismail .


Berta dan Ismail lalu berdiri dari duduknya dan melangkah keluar, Berta bersiap menuju mobilnya sedang Ismail pulang kerumahnya.


----++++++++ Bersambung++++++++-------


"Terimakasih untuk kunjungan nya para pembaca dukung dengan LikeπŸ‘ dan


komentar ✍️thanks you All .


jangan lupa dukung. kisah Lain

__ADS_1


Lintas masa ,Semalam berujung petaka atau cinta pertama tak lekang waktu ,


πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹


__ADS_2