
"Sudah selesai kamu boleh membalikan badan." kata Hendrawan.
Hendrawan mendekat ke arah , Renata sedikit membuka supaya pas pada muka Renata yang memang pendek.
"Berani mengumpat, aku pasti bibir kamu berdarah." kata Hendrawan.
Tentu dengan refleks Renata segera menggigit bibir nya sediri yang dia sering melakukannya saat dia cemas dan takut membuat Hendrawan tersenyum.
"Ayo kita sarapan dengan Mama, ingat tetap tenang di hadapan dia dan jangan membantah beliau , jangan kawatir aku akan pastikan kamu tetap aman dan mama tidak akan berani mencelakai mu, kalau soal dia menekan kamu aku rasa kamu sudah cukup pintar untuk mengimbangi beliau." kata Hendrawan.
" Yes ..sir." kata Hendrawan.
"O..ya... jangan menjawab seperti itu ,saat di tempat umum, kamu harus biasa dengan panggilan Bi atau honey." kata Hendrawan.
"Yes...sir...." jawab Renata lagi.
"Ya..Bi...atau ya .. Honey ...mungkin Bi...lebih bagus tidak terlalu mengudang perhatian orang." kata Hendrawan.
"yes.. Honey ..! " kata Renata dengan nada manja.
Hendrawan mengecup puncak rambut Renata sebagai hadiah panggilan barunya dan telah menurut perintah nya.
Hendrawan tau bahwa , Renata sangat haus akan kasih sayang menyukai dirinya diperlakukan anak kecil olehnya meskipun dia selalu menafikan hal itu.
Nyonya Angi telah duduk di kursi meja makan , saat Renata dan Hendrawan sampai.
"Selamat pagi mah." sapa Hendrawan ramah.
"Selamat pagi nyonya Angi ." Renata pun ikut menyapa nya.
" Selamat pagi juga ." jawab nyonya Angi datar.
"Cehh... sok anggun dan cool." Renata membatin sikap nyonya Angi yang pintar sekali menyembunyikan perasaan kesalnya pada Renata di depan Hendrawan.
Mereka makan pagi sambil mengobrol tentang rencana hari ini, Hendrawan akan segera ke perancang busana untuk membuat gaun pengantin nya ,dan persiapan acara lamaran di kampung Renata .
__ADS_1
Nyonya Angi bilang tidak ingin ikut campur, katanya terserah pada Hendrawan , terlihat pasrah dan menahan amarah.
Renta hanya tersenyum, sambil memakan roti yang ada di depannya, tidak begitu masuk dalam percakapan mereka berdua.
nyonya Angi sempat melirik Renata dan begitu juga dengan Renata juga demikian mereka sempat berpandangan ,namun Renata tersenyum kuda pada nyonya Angi .
"Ha..ha pasti hati mu ,jengkel panas membara bagai kobaran api dan seperi magma di dalam gunung berapi yang ingin memuntahkan lahar panas nya dan melelehkan semua yang ada di jalan merintangi jalanya, menuju kesuksesan untuk menguasai memiliki harta dari keturunan Atmanegara, sungguh aneh jika dia ingin menguasai semuanya karena dia bukan ahli waris yang sebenarnya, seharusnya dia harus tetap baik - baik dengan Hendrawan untuk tetap menikmati kekayaan yang berlimpah tanpa kerja." Renata membatin.
"Dasar gadis miskin tak tau diri dan mulai ngelunjak berani sekali mentang aku,tunggu saja aku pasti akan menyingkirkan kamu dengan segera." nyonya Angi membatin dengan tatapan kesal pada Renata.
Usai makan Hendrawan segar naik ke mobilnya dan juga Renata yang duduk di samping Hendrawan, di depannya ada sopir dan bodyguard nya.
Hendrawan hari ini tidak ke kantornya, dia pergi ke sebuah gedung yang cukup bagus dan di sana banyak sekali wanita dan pria yang sedang latihan tubuh mereka sangat bagus dan atletis terbentuk dengan sangat bagus.
Mata Renata terus memandang dengan penuh kagum sedang beberapa dari mereka juga berhenti memandang ke arah Renata yang yang memakai baju cukup ketat memperlihatkan lekuk tubuhnya , sebenarnya bukan karena bajunya namun ukuranya kurang besar sedikit, pembelaan diri Renata pastinya.
"Renata.... jalan dengan benar." tegur Hendrawan.
"Yes... bi.." jawab Renata lalu berjalan lurus ke depan, meski kadang melirik.
"Re...perlu kaca mata kuda ?" tanya Hendrawan.
"Tidak ada kekasih lain di hadapan ku ,dan tidak ada lelaki lain di mata mu,ingat baik-baik Re." kata Hendrawan pelan tapi cukup terdengar oleh Renata.
"Yes..sir." jawab Renata lirih juga.
" Cuma cuci mata apa salahnya ,toh aku tak jatuh cinta pada mereka hanya menikmati ciptaan Tuhan yang paling fenomenal dan sangat indah pada tiap wanita dan lelaki yang baru saja di lewatinya melalui kisi-kisi kaca yang tadi di sana apa salahnya?" omel Renata dalam hati.
Mereka sampai pada sebuah ruangan dan Hendrawan segera masuk kedalam setelah di persilahkan masuk.
" Ada yang bisa saya bantu tuan Hendrawan ?" tanya seorang lelaki setengah baya yang ada di depannya.
"Saya membutuhkan bodyguard lagi dari anda kriterianya anda sudah tau bukan ?." kata Hendrawan.
"Baik tunggu sebentar...! " kata orang itu yang bernama Baskoro Yudhoyono tertulis di papan kerja nya.
__ADS_1
setelah menelfon datanglah beberapa bodyguard yang keren gagah dan masih muda memberi hormat.
Mata Renata ,terpana melihat tubuh mereka sangat kekar dan atletis.
"tidak lelaki ,saya menginginkan yang perempuan karena untuk istri saya ," kata Hendrawan .
"Siap ...! kata Baskoro Yudhoyono.
Baskoro Yudhoyono,dia adalah Mantan petinggi TNI yang sudah purnawirawan dan membuka pendidikan serta pelatihan untuk pasukan pengaman dan menyediakan pelayanan pengawal khusus , keluarga Hendrawan sudah menjadi pelanggan VVIP di tempat ini dan tentu selalu mendapatkan yang terbaik dari tempat ini juga.
Tak lama setelah di para bodyguard lelaki itu datang lah beberapa bodyguard perempuan yang cukup sigap dan tangkas.
pak Baskoro mejelaskan satu persatu personelnya yang ada dan beberapa keahlian mereka dan mereka bisa menyetir mobil atau motor besar .
Renata pun ikut melihat dan mengamati satu persatu wanita yang ada di sana, siapa tau dia yang di suruh memilih Hendrawan.
Dia melihat wajah yang oriental dan cukup membuat Renata tertarik karena dia terlihat sama dengan nya , tomboy pasti bisa di ajak kerja sama .
Hendrawan melirik ke arah Renata yang menatap ke arah wanita paling pojok dan memang terlihat sangat tangguh.
"Kamu menyukai nya." tanya Hendrawan pada Renata.
"Sejujurnya nya iya, bolehkah mengambil dia , Bi ?" tanya Renata lembut .
Tapi Hendrawan lebih suka dengan yang sebelah nya wanita itu, terlihat sangat tegas disiplin dan seperti sangat cocok dengan gaya dan cara dia memimpin Renata.
"Sayang kamu boleh memilih yang itu dan yang satunya ,kamu kan mempunyai dua untuk berganti tugas mengawal mu ." kata Hendrawan.
Lalu Hendrawan memberitahukan pada Baskoro Yudhoyono kedua wanita itu yang dipilihnya , nanti dia akan memerintah Meneger untuk datang kemari meyelesaikan semua administrasi dan juga kontrak - kontrak mereka.
"Kalau begitu kami pamit dulu." kata Hendrawan berdiri keluar ruangan di ikuti dengan Renata .
----++++++++ Bersambung++++++++-------
"Terimakasih untuk kunjungan nya para pembaca dukung dengan Likeπ dan
__ADS_1
komentar βοΈthanks you All .
jangan lupa dukung. kisah Lain Semalam berujung petaka atau cinta pertama tak lekang waktu , ππππππ