Bayangan Sang Mantan

Bayangan Sang Mantan
Aku akan beri pelajaran pada nya.


__ADS_3

Dalam waktu singkat rombong tuan Hendrawan telah sampai ke pinggir kota Semarang, dia sudah berada di rumah Renata yang lumayan luas tiga kamar , ruang tamu meski tidak terlalu besar tapi tata letaknya membuat terkesan luas tanpa banyak barang ,ruang makan dengan meja kecil dan dapur nya yang minimalis.


Renata dan Mita terkejut saat mereka pulang mereka , melihat banyak mobil di depan rumah, Mita dengan reflek memegangi Renata dan berjalan di depan menyembuhkan Renata di belakang nya


Mita sedikit lega di depan pintu dia melihat Agus Salim salah satu bodyguard tuan Hendrawan.


"Tuan Hendrawan ?" kata Mita berdiri di depan pintu.


Renata masih berada di balik punggung Mita dan diam saja, dia masih kecewa sedih dan takut melihat Hendrawan.


"Renata, keluarlah jangan sembunyi di balik punggung Mita." kata Hendrawan dengan suara tegas.


Renata masih tak bergeming dan tetap sembunyi di balik punggung Mita hingga membuat Hendrawan mulai kesal.


"Renata apa kamu tidak lagi,mau mendengar perkataan suami mu ?" tanya Hendrawan.


"Suami , kamu masih bilang suami mu, apa kamu masih menganggap aku istri ?" tanya Renata yang pipinya sudah mulai basah dnegan air mata.


"Apa kamu sudah dapat surat cerai sehingga kamu tidak menganggap aku suami mu ?" tanya Hendrawan menatap Renata yang sudah berdiri di sebelah Mita.


"Kalian keluar semua dulu." perintah Hendrawan.


Lalu semua yang ada disitu keluar dari ruangan kecuali Mita yang masih berdiri di samping Renata mereka masih saling bergandeng tangan.


"Mita apa kamu tidak mendengar perintah ku ?" tanya Hendrawan.


"Maaf tuan saya sekarang bukan lagi orang bayaran tuan saya adalah penjaga nyonya Renata dan saya akan tetap bersama dengan nya, apapun yang terjadi, demi menjaga keselamatan nya." kata Mita masih berdiri tegap di samping Renata.


"Menjaga keselamatan nya ? " apa maksud perkataan mu, apa kamu berfikir dia di tempat berbahaya bersama ku ?" tanya Hendrawan sedikit emosi.


"Saya..." Mita berhenti menjawab saat Renata memerintahkan nya untuk keluar dengan kode gelengan kepala dan mata menuju pintu keluar .


Mita pun membuka sebentar sebelum pergi .


"Beraninya kau pergi dan tak kembali,Re !" kata Hendrawan.


"Bukan kamu yang mengusir aku pergi ?" kata Renata yang mulai bercucuran air mata.

__ADS_1


"Lalu...apa aku harus memohon pada lelaki yang telah mengusir ku ?" aku tidak pernah memohon pada lelaki manapun ketika dia memutuskan untuk pergi Ari hidup ku atau menyuruh ku pergi dan tidak akan pernah memohon pada lelaki manapun meski aku masih cinta !" jawab Renata yang masih berusaha tegar meski air matanya jatuh dengan sendirinya.


"Apa yang kamu lakukan jika ,kamu di posisi aku, suami mana yang tidak marah dan hancur melihat istrinya tanpa busana dalam pelukan lelaki lain ?" tanya Hendrawan.


"aku tau kamu marah tentu saja ,aku pun demikian tapi setidaknya kamu mendengar penjelasan aku dulu ,atau setidaknya kamu selidiki dulu apa yang terjadi ." kata Renata.


"Kamu bahakan tak memberi aku kesempatan untuk menjelaskan, semua tak seperti yang kamu kira, dan saya masih pakai baju dalam dan celana ku masih lengkap menempel di tubuh ku, saat Mita menyadarkan aku ?" lanjut Renata yang berusaha menahan Isak tangisnya.


kekecewaan nya begitu dalam menyusup ke rongga dadanya, merasa Karena marah dan cemburu dia telah tega mengesampingkan keselamatan nya, ironis sekali dulu dia kemanapun di jaga demi keselamatan nya , dan malam itu dia menyuruh nya pergi dari rumahnya seorang diri di gelapnya malam, beruntung Mita rela mengikuti nya dan menjaganya.


Apa Hendrawan, tidak berfikir tentang janin yang dia kadung, bagaimana kalau Renata jatuh atau pingsan di jalan.


"Maafkan aku karena terbawah emosi" kata Hendrawan Lalau berdiri memeluk Renata.


" Tidak aku tidak mau memaafkan kan mu, kamu jahat ,kamu tega, kamu tak sayang lagi pada ku." kata Renata memukul-mukul dada Hendrawan.


"Aku sangat merindukan mu." kata Hendrawan membuat Renata berhenti untuk memukul dada Hendrawan.


Renata mendongakkan kepalanya ke atas menatap Hendrawan dengan tatapan sendu, seolah mengatakan aku juga sangat merindukan mu, namun dia tak bisa bicara seolah lidah nya kelu, rasa kecewa dan keangkuhan dirinya tidak mengizinkan nya untuk mengucapkan hal itu ,merasa gengsi.


Hendrawan memegang dagu Renata dan tak berapa lama Hendrawan mendarat ciuman di bibir Renata.


Hendrawan menarik Renata lalu, dia mendudukkan Renata pada kursi yang ada di ruang tamu itu.


"Pulang sekarang bersama ku, kemas barang kamu, aku tak ingin kamu di luar lagi dan di expos banyak orang apalagi video kamu yang viral lagi itu." kata Hendrawan.


"Apa kamu melihatnya?" tanya Renata.


"Tentu saja , kalau tidak karena hal itu, aku tak kan sampai kesini ." kata Hendrawan.


"segeralah mandi dan ganti baju, bau telur itu menyegat, kenapa kamu masih pakai baju itu ?" tanya Hendrawan mulai memperlihatkan mukanya yang jijik memandang baju Renata.


"Bagiamana saya bisa berganti baju, saya harus menyelesaikan kerja dulu baru bisa pulang, saya itu kerja di tempat orang bukan di tempat nenek moyang ku yang seenaknya bisa pulang pergi dan bergonta-ganti pakaian seperti foto model." kata Renata.


"Say again ! " kata Hendrawan membuat Renata langsung diam saat Hendrawan menatapnya tajam dan menggigit bibir bawahnya.


"Hemm... bahaya kalau terus bicara ,dia pasti akan membukam ku dengan mulut nya." Renata membatin lalu menusukan kepalanya.

__ADS_1


"soal wanita itu, aku akan memberikan pelajaran untuk nya ." kata Hendrawan.


"Tidak usah ,aku sudah memaafkan nya, jadi tidak perlu di perpanjang lagi." kata Renata.


"Bagaimana aku ,bisa melepaskan orang yang berani menyentuh istri saya dan tidak membuat perhitungan atas apa yang telah dia lakukan ?" kata Hendrawan.


"Namanya juga, emak-emak hampir semua juga begitu ?" kata Renata datar tanpa emosi.


"Tidak akan, saya tidak akan pernah melakukan hal itu, kamu tau apalagi sampai melempar telur dan mempermalukan istri aku di muka umum ." kata Hendrawan .


"Dan soal kamu dengan Hongjie aku sudah mengusut nya, sebentar lagi aku juga akan, segera aku akan membuat perhitungan dan memastikan dia tidak akan mengulangi lagi." kata Hendrawan.


"Apa kamu sudah menemukan Hongjie ?" tanya Renata.


"Dia ada di rumah sakit MMC Grup." kata Hendrawan.


"Apa..! apa yang terjadi padanya ,apa yang kau lakukan padanya ,apa dia baik-baik saja ?" tanya Renata.


"Cekkk-cekkk...kenapa kamu terlihat sangat kawatri dan perhatian padanya , apa kamu ada rasa dengannya ?" tanya Hendrawan dengan tatapan tajam.


"Tidak bukan begitu, saya hanya ingin bertemu dan bertanya apa yang terjadi di malam itu, aku benar-benar tak bisa mengingat kejadian itu, aku seperti mengantuk dan sangat lelah pada saat itu,setelah minum es kopi yang di berikan boleh seorang pelayanan." kata Hendrawan.


"Aku sudah tau semua, sekarang kamu berkemas aku menunggu disini dan kita ke Jakarta kita segera selesai semua ini sehingga tak ada lagi berita liar yang terus menyudutkan mu." kata Hendrawan.


"Yes ,sir ! " jawab Renata tak ingin berdebat lagi dengan Hendrawan.


Di maafkan oleh Hendrawan atas kejadian itu sudah merupakan anugrah baginya.


----++++++++ Bersambung++++++++-------


"Terimakasih untuk kunjungan nya para pembaca dukung dengan LikeπŸ‘ dan


komentar ✍️thanks you All .


jangan lupa dukung. kisah Lain


Semalam Berujung Petaka atau

__ADS_1


cinta pertama tak lekang waktu ,


πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹


__ADS_2