
Hendrawan segera menyerahkan kaos yang dia pakai dan juga celana olah raga miliknya untuk Renata.
dengan sedikit ragu Renata menerimanya dan masuk ke kamar mandi yang di tunjuk oleh Hendrawan.
kamar mandi yang terlihat mewah dan megah , serta sangat bersih dan rapi sekali luas sekali ,seluas kamar tidurnya .
"Tunggu apa lagi ?" kata Hendrawan.
Renata segera masuk ke kamar mandi dan mengunci pintunya ,setelah beberapa lama ,dia keluar dengan berkalung handuk dan rambut yang masih basah.
"kenapa tidak kau keringkan rambut kamu dengan Hairdryer ?" tanya Hendrawan.
"E...saya tidak terbiasa mengunakan alat itu ." jawab Renata.
"Kalau kamu tidak mengerikan rambut mu yang basah dan menetes di baju ,maka basah dan akan membuat kamu masuk angin." kata Hendrawan segera berdiri dari duduknya dan menyuruh Renata duduk di sebuah sofa ,lalu megambil Hairdryer dan membantu mengeringkan rambut Rantai, sementara Renata terus saja mendekap tubuhnya bagian dada .
setelah selesai Hendrawan mengajak turun Renata untuk makan, saat mereka menuruni anak tangga ,Nyonya Angi menatap dengan tatapan penuh amarah pada Renata namun setelah Hendrawan menoleh ke arah nyonya Angi, terlihatlah tersenyum dan ramah.
"Ya.. benar-benar akan jadi Rentan Vs Malvina yang pintar bermain drama bermula." Renta pun membatin dalam hati.
"Selamat malam mah." sapa Hendrawan pada mama nya yang sudah berada di ujung tangga.
"selamat malam Hen." jawab nyonya Angi.
"Renata apa akan bermalam disini ?" tanya nyonya Angi .
"iya..mah rukonya kebakaran , puji Tuhan dia tidak kenapa mah ." kata Hendrawan.
"iya nyonya Angi Tuhan masih sayang kepada Renata, soal ruko tentu kak Hendrawan Bakan memikirkan nya , iya kan kak." kata Renata tersenyum pada nyonya Angi dan Hendrawan.
sungguh itu suatu yang sangat menyebalkan bagi nyonya Angi, karena Hendrawan tentu akan mendukung Renata dan akan memberikan ruko baru atau merenovasinya lagi .
"Mah.,kami makan dulu ya, kasihan Renata belum makan, nanti kita mengobrol di ruang keluarga." pamit Hendrawan.
"permisi nyonya." Renata pun ikut berpamitan dengan sopan dan anggun ,dia ini memang tidak pandai tapi dia punya ilmu ATM ,Amati Tiru Modifikasi dengan apa yang dia lihat ,termasuk bagiamana cara nyonya Angi bermain drama manis di bibir dan bermain drama wanita baik angin dan terhormat.
Meski kalau boleh rasanya Renata mau melabrak mencabik-cabik nyonya Angi yang berniat untuk membakarnya hidup-hidup sungguh manusia tak ber perikemanusiaan.
__ADS_1
"Bi..buatkan mie instan dua mangku ya." perintah Hendrawan pada asisten rumah tangganya.
Renata membalas WhatsApp yang masuk termasuk dari mantan karyawan nya yang kawatir keadaannya setelah berita itu keluar.
β‘οΈπ±"Nona Renata bagaimana keadaan anda ? " tanya Tiara yang dari tadi WhatsApp dan misscall.
π±β€΄οΈ"Puji Tuhan baik Tiara , saya berada di rumah tuan Hendrawan." jawab Renata
β‘οΈπ±"Bagiamana reaksinya nyonya Angi melihat anda ada di rumahnya ?" tanya Tiara lagi .
π±β€΄οΈ"Tentu baik dan terlihat manis dan sopan, sebab ada tuan Hendrawan di samping ku" balas Renata .
tak berapa lama mie instan sudah datang di depan meja ,setelah mengucapkan terimakasih Renata masih membalas WhatsApp yang berdatangan dari handphone nya.
"Renata letakan handphone mu dan makan dulu ." kata Hendrawan yang dari tadi perhatian. Renata yang serius membalas chat orang lain dan mengabaikan Hendrawan.
"Ya.. sebentar lagi ." jawab Renata.
"mie nya nanti dingin baby ." kata Hendrawan.
"iya.. sebentar lagi ,ini balas teman -teman yang mengkhawatirkan saya ." jawab Hendrawan.
Renata memasang Hendrawan yang bersedekah menatapnya dengan mata Elangnya.
" Yes, sir ." jawab Renata segera meletakkan handphone.
Bagi. Renata kata" Yes ,sir " adalah kepatuhan dan kekesalannya saat harus menuruti kemauan Hendrawan karena harus di lakukan jika tidak ingin mendapat hukuman dari nya , hukuman yang sampai sekarang belum bisa di terimanya , untuk memakan salad sayur dengan porsi yang akan terus di tambah supaya dia menurut ,Hendrawan sangat tau bahwa Renata tidak suka makan sayuran di dan akan membuat bunyi seperti suara kambing yang sedang mengembek.
Sementara Hendrawan malah menyukai jawaban," Yes Sir, " dari Renata yang akan selalu membuat Hendrawan tersenyum tipis, karena Renata menyadari Dialah master hidupnya setelah Tuhan tentunya, Hendrawan memang seorang yang sangat posesif dan seorang yang disiplin serta teratur ,ketika mendapati sesuatu tidak sesuai dengan segala sesuatu yang sudah di progam dan di atur tentu akan membuat dia sedikit kecewa .
"Mari kita berdoa sebelum makan ." kata Hendrawan.
setelah mengucapkan doanya dia segera melahap mie instan yang di buat oleh bibi nya, Renata pun demikian.
sesuai mereka makan , Hendrawan mengajak Renata bertemu dengan ibunya di ruang keluarga.
"Ma, boleh saya bertanya sesuatu ?" tanya Hendrawan setelah duduk di sofa di depan mamanya.
__ADS_1
"Ya, kenapa Hen seperti hal serius ?" Mamanya balik bertanya.
Hendrawan memutarkan video yang di kirim oleh Renata tadi pada mamanya, sedang Renata menatap ke arah nyonya Angi ingin melihat expedisi wajahnya, namun terlihat tenang dan datar saja.
" Sungguh luar biasa nyonya Angi, dia bahkan bisa setenang itu, meski sudah di perlihatkan bukti-bukti padanya." Renata membatin.
"ya.. itu karena Renata meminta, uang pada mama dua milyar ,jadi mama marah dan emosi waktu itu, sehingga terjadilah yang demikian ?" kata nyonya Angi santai dan tenang karena yakin Hendrawan tidak akan marah padanya, karena hal sepele seperti itu.
"Apa...nyonya tolong bilang sekali lagi !" kata Renata berdiri dan emosi.
Hendrawan dengan sigap memegang tangan Renata dan memintanya untuk duduk kembali.
"Kak Hendrawan ,Kak sudah melihat sendiri video itu bukan , mama anda ini yang meminta saya untuk melakukannya dan memaksa saya meninggalkan anda, jadi saya marah karena dia juga telah menghina saya." jawab Renata.
"Baiklah mah, kalau memang tidak seperti video itu ,jadi sebenarnya mama tidak. bermaksud untuk memisahkan kami bukan, itu hanya sekedar salah paham ?" tanya Hendrawan tenang .
"Tentu saja tidak ada maksud mama , untuk memisahkan kalian ,mama hanya marah pada Renata yang meminta uang sebanyak itu katanya untuk maskawin saat kalian menikah ." jawab nyonya Angi dengan nada kesal dan melirik ke arah Renata.
"Tidak begitu kak, nyonya jangan memfitnah saya ." kata Renata.
"Baiklah ma, Hendrawan percaya pada mama , jadi kalau begitu , saya akan menikahi Renata bulan depan dan kamu Renata jangan minta uang lagi pada mama nanti setelah menikah kamu akan aku berikan ATM dan kredit untuk mu berwarna hitam yang Unlimited." kata Hendrawan .
Renata sudah mau marah namun tidak jadi melihat muka , nyonya Angi yang merah padam dengan jawaban Hendrawan yang sangat bijaksana apalagi saat mendengar Hendrawan mau mempercepat pernikahan menjadi bulan depan di tambah mendapat kredit card serta ATM unlimited, satu tembakan dua langsung kena pada sasaran.
"Sungguh ide Hendrawan benar-benar berlian tak salah jika dia di juluki sebagai lelaki tampan sang punya otak cemerlang.
"Kejenius Hendrawan salah satu pesona dan daya tarik lelaki ini selain seorang yang lelaki tampan saja , otaknya pun tampan ,ah.. tak salah kalau Tuhan memberi ku anugrah terindah ini ."
" Benar kata Andini bahwa Hendrawan sangat pintar dan bijaksana mencari jalan tengah dan dia akan lebih aman saat dekat dengan Hendrawan." Renata membatin dan tersenyum-senyum mengikuti langkah Hendrawan yang menggandeng tangganya.
----++++++++ Bersambung++++++++-------
"Terimakasih untuk kunjungan nya para pembaca dukung dengan Likeπ dan
komentar βοΈthanks you All .
jangan lupa dukung. kisah Lain Semalam berujung petaka atau cinta pertama tak lekang waktu ,
__ADS_1
ππππππ