Bayangan Sang Mantan

Bayangan Sang Mantan
Hendrawan bertemu Monica


__ADS_3

Renata akhirnya terlelap juga setalah lelah membolak-balikkan badannya karena gelisah memikirkan apakah yang akan terjadi seandainya Hendrawan bertemu dengan Monica apakah dia tetap akan bersama dengan Renata atau kembali pada Monica.


Pagi hari Renata sudah siap turun dan membuka tokonya, saat Renata hendak buka toko atau butiknya nampak sosok tinggi langsing yang sudah menunggu di teras depan tokonya.


"Monica,apa yang dia lakukan sepagi ini disini , apakah karena doa telah mengetahui bahwa Hendrawan telah pulang ke rumah ?" Renta bertanya -tanya dalam hatinya.


Dengan hati berdebat Renata membuka pintu dan Monica langsung saja menyapa Renata setelah mendengar dan melihat Renata membuka tokonya.


"Hai, selamat pagi Renata ." sapa Monica ramah wajahnya terlihat berseri membuat Renata menduga bahwa dia telah mengetahui Hendrawan telah pulang.


"selamat pagi juga , Monica ada apa , sepagi ini sudah datang ketokohan, silahkan masuk !" kata Renata berusaha untuk tenang.


Monica segera melenggang masuk dengan gaya yang sangat anggun sekali, Renata sediri memandangi Monica dengan penuh kekaguman.


"Ah tentulah Hendrawan sangat cinta dan tergila-gila pada Monica yang punya body langsing dan gerakan buang sangat lembut dan anggun ,bicaranya sangat halus sopan dns tertata rapih sehingga mudah sekali membuat orang mencintai atau berbelas kasih dan kagum padanya, wanita ini benar-benar terlihat sempurna ." Renta membatin dalam hati .


Re dikagetkan dengan deringan telfon yang di genggamnya hampir saja jatuh handphone


karena terkejut dan melihat siapa yang telfon yaitu Hendrawan.


"Hello selamat pagi, Dra ! jawab Renata .


" selamat pagi Re , belum sarapan pagi kan ?" tanya Hendrawan.


"Belum ? " Jawab Renata singkat .


" Tunggu kita akan sarapan bersama ." kata Hendrawan lagi.


"Iya." jawab Renata .

__ADS_1


Lalu telfonnya di tutup dan dia ,duduk di depan Monika yang duduk di sofa memperhatikan nya dari tadi.


" maaf bolehkah bertanya,apa itu tadi adalah Hendrawan ?" tanya Monica sopan.


"ya...." jawab Renata singkat namun terasa mendebarkan.


Meski dia telah mengatakan akan siapa , apapun yang akan terjadi nanti dan apapun yang akan menjadi keputusan Hendrawan, namun dari lubuk hati yang paling dalam dia tak sanggup kehilangan dia.


Bagaimana dia tak dapat memungkiri bahwa dia sangat mencintai Hendrawan , lelaki yang sanggup dan membuat dia menjadi pribadi yang lebih baik dan disiplin walau kadang menjengkelkan itu .


Namun kalau dia berfikir secara normal dan baik dan benar tentu saja dia adalah pria yang mendekati kata sempurna untuk menjadi pendamping hidup bagi nya , karena selain tata dan mengerti tentang agama banyak membaca Alkitab dan suka melakukan pelayanan sama seperti Renata dan dia yakin memang dia akan menjadi imam yang baik bagi dirinya yang nakal dan liar yang sudah di atur.


memang ibarat Re adlah kuda liar yang sulit di jinakan oleh sesi apa pun namun dengan Hendrawan ,dia bisa taat dan patuh meski kadang dengan terpaksa.


kuda liar yang biasa ingin di tunggangi oleh orang tentu dia akan berjingkrak-jingkrak dan berusaha mengusir atau membanting orang yang ada di di atasnya yang mencoba mengendalikan nya dan yang berusaha mengekang nya.


Namun dengan Hendrawan Renata bisa pasrah demi kesehatan dan rasa cintanya pada Hendrawan dia telah berusaha menurunkan semua ego dan amarahnya dan akan berkata iya untuk semua perintah Hendrawan meski terkadang dia juga menggerutu dan mengomel.


"Hendrawan ! " Monica memangil Hendrawan dengan lembut dan berisi mendekati nya.


sedang Renata mematung di tempat duduknya lidahnya kelu dia seperti tak mampu untuk berbicara dan mendekat Hendrawan kekasihnya menatap Hendrawan lalu tertuduk.


"Anda ,siapa ?" tanya Hendrawan.


"aku Monica , masak kamu lupa dengan kekasih pertama yang paling kamu cintai?" jawab Monica tanpa memperdulikan Renata yang masih diam terpaku.


Renata menusuk dan tak terasa air matanya jatuh sebutir dua butir tanpa dia sadari , perasaan perih menusuk dalam hatinya,bahkan dia meras dia menjadi orang ketiga di antara dia kekasih yang saling mencintai.


Dan Hendrawan tahu bahwa Renata yang suka menyalah diri sendiri itu, sedang menangis .

__ADS_1


"itu semua sudah berlalu Monica ,aku sudah melupakan mu ." jawab Hendrawan sambil mendekat ke arah Renata dan berjalan Samapi di depan Renata duduk.


" Kenapa kamu diam saja ,re ?" tanya Hendrawan.


Renta mendongak ke atas dan menatap Hendrawan mereka saling menatap untuk sesaat.


"Lalu apa yang harus aku lakukan ,Dra ?" Renata balik bertanya.


"Kenapa kamu membiarkan saja lelaki mu di dekati wanita lain , bukankah kamu seorang cemburu dengan Andini , kalau kita dekat ?" tanya Hendrawan sambil menatap tajam ke arah Renata.


"Sebab Andini telah bertunangan dan mempunyai kekasih lain,serta dia dan anda telah move namun..namun dia adlah cinta pertama anda, Andini pernah cemburu saat anda. sering tak sadar memangil namanya, kata Monica anda sangat mencintai nya dan Andini juga pernah cerita bahwa dia sering marah karena anda sering menyebut namanya , sehingga dia sempat berfikir bahwa dia hanya tempat pelarian anda dari Monica dan kini dia teryata masih hidup, dia memang wanita cantik anggun dan panas untuk mendampingi adna tidak seperti saya dan memang saya tidak cukup layak untuk mendampingi anda ,karena banyak kekurangan saya." jawab Renata dengan perasaan yang bercampur aduk.


"sudah selesai mengoceh nya ?" tanya Hendrawan.


" saya berfikir memang,mungkin sudah jadi takdir dan ketentuan bahwa saya hanya menemani anda sampai disini, karena Tuhan telah mempertemukan anda dengan kekasih yang sangat and cintai mungkin dia adlah hadiah dari Tuhan karena anda telah operasi dengan lancar dan mendapat wanita yang. cantik dan sepadan ." lanjut Renata lagi.


"kenapa kamu berfikir menurut kamu baik dan menerapkan pada orang lain ,apakah kamu berfikir itu belum tentu cocok untuk orang lain ?" tanya Hendrawan sedikit kesal karena Renata selalu berfikir menurutnya baik saja , meski memang baik namun belum tentu baik menurut orang lain.


" Hedra... aku merindukan mu ." kata Monica memeluk Hendrawan dari belakang membuat Hendrawan sedikit terkejutnya dan Renata meski terlihat marah namun dia hanya diam saja mengigit bibirnya berusaha menahan marah dan rasa sakit , rasa cemburu yang meluap dari hatinya dan hanya menghasilkan tetes -tetes air mata yang berjatuhan tanpa bisa di bendung lagi.


Renata mencekram kuat ujung rok nya yang di pakainya berusaha menahan dengan sekuat tenaga kepedihan hatinya , bagaimana dia harus konsekuen dengan apa yang pernah dia katakan bahwa cinta memang harus rela berkorban, cinta memang tak selalu harus memiliki bahwa cinta sejati selalu berusaha membuat orang yang dia cintai bahagia meski tak bersama kita.


----++++++++ Bersambung++++++++-------


"Terimakasih untuk kunjungan nya para pembaca dukung dengan LikeπŸ‘ dan


komentar ✍️thanks you All .


jangan lupa dukung. kisah Lain bayang sang mantan atau cinta pertama tak lekang waktu ,

__ADS_1


πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹


__ADS_2