
tidak berapa lama Hendrawan telah berada di depan pintu, membawa makannya yang di pesan oleh Renata.
Re mempersilahkan Hendrawan masuk dan mencuci tangganya di dapur dan Renata mengikuti nya kalut menunjukan stok makanan yang hilang.
"Saya baru kali ini kehilangan stok makanan ku, setelah bertahun-tahun mengontrak di rumah ini dan ini pertama kalinya hal seperti ini terjadi , kata Renata yang masih menggerutu di belakang Hendrawan yang berjalan kembali di ruang makan yang kecil milik Renata.
"sudahlah ikhlaskan saja , mungkin orang itu sangat membutuhkan nya , jawab Hendrawan sedikit tersenyum samar.
Renata lalu duduk di depan Hendrawan dan mulai membuka makanan yang di berikan oleh Hendrawan.
setelah mereka selesai makan di meja dapur yang sangat kecil mereka lalu cuci tangan , Hendrawan mengajak Renata ke ruang tamu dan duduk di sofa .
"Rencana mau kerja di mana , tanya Hendrawan
"Belum tau Hen.. saya pusing, mau cari di mana pengalaman kerja saya tidak banyak dan ijazah juga cuma kelas rendah.
"Bagiamana kalau kamu ,kerjakan di butik yang ada di dekat citra Land itu ,tanya Hendrawan.
"Bagaimana saya bisa , melamar tempat kerja yang begitu , mereka mana mungkin mau, saya saja tidak berpengalaman dan berpakaian rapi tidak tau tentang model baju lalu bagaimana saya bisa bekerja di tempat itu ," tanya Renata.
"Kamu harus belajar , selera dan model baju dan selama anda cuti , kamu kan bisa kursus menjahit dan desaign baju , tanya Hendrawan.
"Hai... kenapa ribet amat sih cari kerja harus kursus dulu keburu uang pesangon saya habis, jawab Renata kesal.
"kalau begitu kamu belajar lewat internet..dan melihat dan memadupadankan model baju dan warna pada tiap penampilan, aku rasa itu tidak sulit, dan aku akan berikan kamu satu ruko beserta butiknya kalau kamu dalam beberapa bulan ini bisa mengikuti beberapa kursus dan kamu lulus, aku akan memberikan nya untuk mu sebelum pergi ,kata Hendrawan.
"Memangnya ada akan pergi kemana ? tanya Renata.
"Aku akan ke Amerika untuk mencari dan menunggu donor jantung ku di sana, jawab Hendrawan.
__ADS_1
"dan tentu saja aku akan mengajari kamu cara mengelola butik dan kamu bisa tinggal lantai atas untuk tempat tinggal mu, kata Hendrawan.
"Apakah ada orang lain yang bekerja di sana, tanya Renata.
"Tentu saja ada , dia akan membantu kamu menjalankan nya untuk beberapa waktu sampai anda bisa menjalankan dengan baik dan mulai besok kamu , akan ikut saya ke sana untuk kamu belajar dan training kamu supaya cakap dalam kerjaan dan dapat memulai jadi bos baru di sana." kata Hendrawan.
Renata hanya diam saja mendengar semua yang di ucapkan oleh Hendrawan tanpa membatah.
setidaknya dia tidak perlu pusing mencari pekerjaan dulu hanya menurut dan belajar.
Hendrawan merasa senang karena Renata mengangguk dan mengiyakan semua yang di katakan padanya.
Seperti layaknya anak kecil di hadapan guru killer nya , karena Bernai membatah dia akan lebih susah kedepannya.
Untuk bertahan di kota yang besar tanpa uang itu lebih menyusahkan ,disini anda tidak punya pacar tidak jadi masalah yang berarti, anda tidak punya uang dan koneksi , atau teman baik anda akan sulit bertahan disini.
Beruntungnya di saat sulit , Tuhan telah mempersiapkan seseorang yang membantunya mengatasi masalah dan problem nya, harus di akui bahwa Hendrawan memang calon iman yang sepadan buat Renata yang keras kepala semuanya sediri.
Lalu dia akan melakukannya dengan sukacita tanpa paksaan , namun lebih dulu berdebat untuk hal itu, yang kadang menjengkelkan bagi Hendrawan .
Renata seorang yang berkepribadian' orang yang bertindak dulu baru berfikir kemudian hanya mengunakan insting nya yang kadang memang salah kaprah sedang Hendrawan akan berfikir dahulu sebelum bertindak.
Namun itulah Renata, bila menyadari bahwa uang di lakukan salah ,"tentu dia akan meminta maaf tapi bila dia merasa benar ,' maka dia bersikukuh bahwa pilihan atau tindakannya tepat dia akan memegang teguh dan fight
untuk pilihan dan prinsipnya.
Renata terlihat kuat ,tegar keras dan sangat mandiri namun di sisi lain ,dia mudah menangis dan manja kadang terlihat rapuh .
kadang orang jadi merasa aneh dengan dua sikap yang kadang terlihat bertentangan dalam satu pribadi Renata manusia yang satu ini sungguh unik dan sulit di tebak , hanya Hendrawan yang dapat mengetahui tentangnya dengan cepat dan tepat meski Hendrawan baru saja bertemu dengan Renata tidak lama.
__ADS_1
kalau di tanya pasti , dia mengatakan mendapat mimpi dan di beritahu oleh ibu Renata yang telah meninggal.
Setelah Hendrawan pulang dan Renata mandi segera dia tidur dengan nyenyak , dia tak lagi pusing memikirkan hari esok mencari pekerjaan.
Hendrawan telah menyiapkan semuanya dan itu semua membuat Renata yakin bahwa Hendrawan benar-benar mencintai nya dan mengiginkan dia menjadi istrinya.
Renata kadang membayangkan, dan berfikir bagaimana jadinya rumah tangga mereka. lelakinya seorang yang dingin dan pendiam sementara wanitanya , seorang yang periang dan suka mengoceh seperti burung perkutut.
Renata telah bangun pagi dan menyiapkan diri menunggu Hendrawan menjemputnya, hari ini Hendrawan akan mengajak dia untuk pergi ke tempat yang dia katakan semalam ruko tiga tingkat dan Renata akan tinggal di tempat paling atas .
Sambil menunggu Hendrawan Renata mengemasi beberapa barang yang akan di bawa ke sana dan untuk pindah di tempat baru.
masa kontaknya pun hanya tinggal satu setengah bulan-an , mungkin akan lebih baik bila ia mempersiapkan diri supaya tidak tergesa-gesa.
tak lama kemudian suara mobil datang di depan rumahnya dan tentu saja Renata tau bahwa itu adalah Hendrawan, Renata segera keluar dan mengunci pintunya tak ingin membiarkan Hendrawan menunggunya lama.
Perjalan lumayan jauh dari tempat kontrakan nya, sekitar satu jam mengunakan mobilnya.
sampailah mereka di sebuah butik yang bagus dan mereka di sambut oleh Larasati yang sudah bekerja lama disitu dan termasuk orang kepercayaan nyonya Angi.
Hendrawan mejelaskan bahwa yang Renata akan menjadi pemilik tempat ini namun dia harus di ajari oleh Larasati dan sekarang harus belajar dan bekerja dulu disini, kalau dia di nilai bagus dalam menjalankan misinya mengembangkan tempat ini ,juga menghandle dengan baik maka secepatnya dia akan menjadi bos di tempat ini
Renata di ajak Hendrawan naik ke lantai atas, Renata sempat terkejut saat melihat ada CCTV di ruang tamu tempat dimana akan di tempatnya.
kalau di butik dan lantai dua ada CCTV nya itu wajar, karena untuk keamanan barang-barang mereka, tapi kalau di lantai atas tempat tinggal Renata , maka itu membuat Re sedikit aneh haruskah dia bertanya pada Hendrawan soal masalah CCTV itu ? Renata bergumam dalam hatinya.
-----++++++++ Bersambung++++++++-------
terimakasih untuk kunjungan nya para pembaca dukung dengan Likeπ dan komentar βοΈ
__ADS_1
thanks you All ,,ππππππππ