Bayangan Sang Mantan

Bayangan Sang Mantan
Bertemu Andini di pagi buta


__ADS_3

Hendrawan mandi cukup lama membuat saat dia keluar dari kamar mandi Renata sudah tertidur pulas dengan handphone yang masih menyala.


Hendrawan geleng-geleng kepala melihat itu, Hendrawan lalu megambil handphone dan meletakkannya di meja kecil dekat sofa, lalu beri selimut pada Renata.


Hendrawan melihat dua gundukan di dada Re, sudah tak terlihat benda kecil yang menyembul di kedua puncak dadanya.


"Cukup kreatif , wanita ku ." Hendrawan bergumam pelan lalu melangkah ke ranjangnya.


Pagi-pagi buta Renata sudah bangun dan keluar rumah menuju gerbang ,bertemu dengan Andini yang sudah membawa satu tas baju yang dia beli semalam di mall tak lupa juga membelikan baju dalaman dua lusin sesuai ukuran Renata.


"Selamat pagi Andini manis ku sayang ku, you are the best Friend in the world." kata Renata tersenyum bahagia mendapat satu tas baju dan dalamnya yang sangat di butuhkan ya.


"Tidak usah menggombal dengan ku , tidak mempan dan tidak perlu " kata Andini.


"Silahkan masuk Nona Andini , " goda Renata.


"Tidak terimakasih, aku nek melihat muka nyonya Angi sepagi ini akan menghilangkan mood bahagia ku, auranya terlalu mengerikan." jawab Andini.


"Kalau begitu masuk mobil mu sebentar mau mengobrol." kata Renata.


"emang kamu sudah sikat gigi." ledek Andini yang sudah ikut masuk ke mobil di jok belakang dengan Renata.


"Sudahlah, kamu pikir satu kamar sama Mister Hendrawan Atmanegara tidak sikat gigi bisa pingsan dia." kata Renata tak marah di ledek Andini malah merendah diri.


"kamu satu kamar sama dia semalam ?" tanya Andini .


"Iya satu kamar tapi tidak satu ranjang ." kata Renata menegaskan .


"Dan tidak terjadi apa-apa ?" tanya Andini curiga.


" Tidak lah..dia bilang akan memangsa Ki setelah kita resmi menikah." jawab Andini.


"Benarkah ?" tanya Andini tak percaya.


"Ih..sumpah demi apapun... samber Gledek kalau guwe bohong!" tegas Renata.

__ADS_1


"Oke..., biasanya Hendrawan akan memangsa kekasihnya ,dia itu seorang yang punya hasrat cukup tinggi dan sekali bercinta dia bisa sampai 5-7 kali sehari." kata Andini.


"Haizz... jangan menakut-nakuti begitu..!" kata Renata.


" Aku tidak menakut-nakuti bahkan durasi mainnya cukup panjang dan kamu akan kelelahan saat dia menginginkan mu." kata Andini lagi.


"mana adalah lelaki bisa sekuat dan selama itu paling lama juga 15 menit." kata Renata.


"mungkin saja , dia itu kan masih keturunan darah campuran ,ada keturunan Belanda dan Amerika kamu lihatlah tubuh dan posternya tubuh nya tinggi besar dan kekar kemungkinan itunya juga panjang dan kekar" kata Andini.


" Kemungkinan...?" berati kamu juga belum pernah tau kan ? dasar tukang nakut-nakutin hampir saja guwe percaya sama ocehan mu, soal Hendrawan" umpat Renata membuat mereka tertawa bersama.


"Bagaimana dengan reaksinya nyonya Angi saat tau kamu masuk ke rumahnya ?" tanya Andini.


"waktu melihat aku expedisi wajahnya terlihat biasa saja, aku rasa dia hanya berusaha untuk santai meski sebenarnya dia sangat terkejut." kata Renata.


"Lalu apakah Hendrawan mengkonfirmasi dola video dan surat perjanjian yang kamu berikan pada nya ?" tanya Andini.


"Tentu saja, tapi dengan tenang dan penuh wibawa." kata Renata bangga.


"Dia malah seolah teraniaya dan memfitnah saya, katanya saya yang meminta uang dua milyar itu ,lalu dia meminta perjanjian supaya saya tidak lagi meminta uang dan tidak lagi mengganggu kehidupan mereka, gila gak tuh nyonya Angi." kata Renata masih terasa emosional saat cerita soal kejadian tadi malam di mana dia telah di fitnah oleh nyonya Angi di depan Hendrawan.


"Hendrawan apakah diam saja ?" tanya Andini.


"Dia pintar sekali mencari jalan tengah yang keren sekali menurut aku meski ,aku sempat marah ,kau tau apa yang di katakan nya ? " tanya Renata.


" Hai.. kau nih..jangan main tebak-tebakan aku bukan dukun , tentulah tidak tau ' apa yang di katakan nya ,cepatlah aku penasaran ." jawab Andini.


"Dia bilang ,jadi mama tidak bermaksud memisahkan bukan ,tanya Hendrawan pada nyonya Angi dan nyonya Angi menjawab ya tidak lah, lalu dia bilang begini kalau begitu bukan depan aku akan menikah Renata dan kau Renata jangan minta uang lagi pada mama, aku akan memberikan ATM dan kredit warna hitam yang Unlimited pada mu , keren kan ?" kata Renata tersenyum bahagia.


"Nyonya Angi pasti mengamuk ?" Andini menebak.


"Ha..ha .. mungkin kalau kamu lihat mukanya yang merah padam pasti kamu akan ikut tertawa, waktu itu aku mau marah sama Hendrawan karena dia ,seolah percaya dengan kata-kata mamanya bahwa saya memang meminta uang pada mamanya dan seolah saya memang wanita materialis , tapi setelah tau arahnya kemana aku tidak jadi marah, sebenarnya bukan masalah uang atau ATM nya tapi lebih pada senjata makan tuan untuk Mamanya, cekk -cekk keren sekali ."kata Renata sambil berdecak kagum.


"Mampus...kau nyonya Angi.! " kata Andini turut mengomentari cerita Renata.

__ADS_1


"Ya ..sudah sana masuk ,kapan -kapan cerita lagi sudah mau siang nanti di cari Hendrawan kamu pasti tidak izin keluar rumah kan ?" tebak Andini.


"Iya...kok kamu tau ?" tanya Renata.


"Taulah kelakukan kamu, kita sudah hampir 20 tahun bersahabat dan kenal masing-masing tidak mungkin tak tau kecerobohan kamu." kata Andini.


"Lain kali kamu harus minta izin sama dia, kalau tidak ingin kena hukuman , apa kamu masih sering kena hukuman ?" tanya Andini.


"sekarang agak berkurang , karena saya selalu protes dan bilang padanya kalau terlalu banyak peraturan saya tidak mau menikah dengan aku bukan tahanan dan tak ingin hidup di dalam sangkar emas." kata Renata.


" Ya..suruh siapa kau nakal dan bandel coba kalau kamu bisa introspeksi dan jujur pada dirimu sediri pastinya kamu sadar bahwa itu semua demi kebaikan kamu." kata Andini.


"Mulai deh.. belain Big Brother nya." ledek Renata.


"Bukan masalah bela gak bela ini kenyataan kamu memang begitu, coba lihat sekarang aku lihat kamu juga sudah banyak kemajuan dalam bersikap dan berpakaian tidak berantakan dan amburadul kayak dulu , bagus juga ruko kamu kebakaran kamu ,pasti tidak punya celana jeans robek dan T-shirt ketat mu itu, saat kamu beli yang baru dia akan mengarahkan kamu untuk memakai baju yang lebih longgar." kata Andini.


"ya..ya... ya... aku juga berfikir demikian, kau memang selalu sehati sepemikiran dengan Hendrawan Atmanegara kalian memang sangat cocok dan serasi kenapa tidak ...?" Renata tak jadi melanjutkan kata-katanya karena Andini sudah melotot padanya.


Renata lalu tersenyum kuda dan mengangkat dua jari nya ke depan tanda damai peace !


"Peace !" kata Renata.


" Kau tidak usah mikir macem-macem , sekarang pikirkanlah cara mengatasi tuh ." kata Andini memicingkan mulutnya ke depan memberi kode pada Renata .


tampak di depan pagar Hendrawan menautkan kedua tangganya di depan dadanya , bersedekap ,menatap tajam ke arah mobil.


"Mateng ,Guwe....! celetuk Renata spontan .


----++++++++ Bersambung++++++++-------


"Terimakasih untuk kunjungan nya para pembaca dukung dengan LikeπŸ‘ dan


komentar ✍️thanks you All .


jangan lupa dukung. kisah Lain Semalam berujung petaka atau cinta pertama tak lekang waktu , πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹

__ADS_1


__ADS_2