
"Ha..ha...coba saja kalau kamu bisa ?" kata Melani tertawa dengan menutup mulutnya takut tak bisa terkontrol suara nya sungkan dengan tuan Hendrawan.
bagi beberapa orang memang mengetahui tentang Egrang yaitu sebuah permainan tradisional yang menggunakan sepasang bambu menjulang tinggi untuk berjalan.
kebanyakan dibuat dari bambu dibentuk seperti tongkat yang memiliki tumpuan kaki yang terbuat dari kayu dan memang ada beberapa yang telah di modifikasi , membuat Egrang tanpa pegangan tangan.
Dengan demikian Egrang itu akan ada di bawah saja tinggi nya .
Egrang yang pada umumnya dimainkan oleh anak-anak namun sekarang sering kita lihat Egrang bisa digunakan dalam atraksi sirkus. pada mulanya permainan egrang berguna untuk anak-anak dalam pelatihan pengendalian diri dengan menjaga keseimbangan badan .
sedang Egrang yang biasa untuk badut atau sirkus biasanya hanya yang di bawah panjang di atas tanpa pegangan beda dengan Egrang yang di pakai anak-anak pada umumnya.
tentu dengan memakai Egrang akan bisa membuat Renata bisa mengimbangi tuan Hendrawan yang tingginya di atas rata-rata orang Indonesia.
Renata pun mencubit paha Melani ,dan se-ponton membuat Melani menjerit tertahan dengan aksi Renata itu ,kalau saja tidak ada tuan Hendrawan pasti sudah di balas olehnya.
seusai makan dan membayar Hendrawan segera keluar dari tempat itu dan Renata bercipika-cipiki dengan Melani.
Hendrawan hanya diam memperhatikan kelakuan Renata yang sering melakukan hal itu dengan teman-teman nya.
"Re.. lain kali jangan melakukan hal seperti itu lagi." kata Hendrawan setelah masuk mobil.
" Seperti itu apa ?" tanya Renata perasaan tidak ada kesalahan yang dia buat tadi.
"Bercipika-cipiki, cium pipi kanan cium pipi kiri , kebiasaan dari mana itu ?" tanya Hendrawan.
"Ya.. kebiasaan dari teman-teman seperti itu , jadi saya pun ikut melakukan hal yang sama." jawab Renata.
"Mulai sekarang jangan melakukan nya lagi, mengerti ." kata Hendrawan.
" Yes..Sir !" jawab Renata dengan muka yang berubah masam karena dapat perturan baru dari Hendrawan.
"Besok kita akan berangkat ke rumah orang tua kamu untuk melamar dan menjemput mereka kita akan menikah di kota ini." kata Hendrawan.
"Oke. !" jawab Renata.
"Berapa orang yang ada di rumah kamu ?" tanya Hendrawan.
"Ada empat Ayah dan ibu tiri dengan dua adik tiri saya ." jawab Renata.
"Oke, kita akan bawa mereka ,apakah mereka masih sekolah ?" tanya Hendrawan.
__ADS_1
"aku rasa tinggal yang kecil yang satu sudah bekerja, saya jarang berhubungan dengan mereka ." kata Renata.
"Apa hubungannya kamu dengan ibu tiri kamu tidak baik ?" tanya Hendrawan.
" Bagaimana bisa baik , dia mengusir aku dari rumah menguasai ayah saya dan dia tidak akan membiarkan saya telfon dengan ayah saya bila tidak mengirim uang untuk nya." jawab Renata dengan muka kesalnya.
"Bagiamana dengan adik tiri kamu ?" tanya Hendrawan.
"dengan adik tiri yang satu Ayah dengan saya berhubungan baik bagaimanapun dia tetap adik aku, yang kakak dia sama seperti ibunya,
wanita itu janda anak satu saat berhubungan dengan ayah saya kalau mereka dapat kiriman uang dari saya, mereka akan baik dan bersikap manis pada saya" mungkin adik bungsu saya itu lebih baik dan pendiam." kata Renata menjelaskan pada Hendrawan tentang keluarga sambungnya itu.
Renata selalu kesal bila di singgung masalah ibu tiri nya, karena dia masih ingat ibunya baru saja meninggal beberapa bulan, namun dia segera di usir dari rumah dan ibu tirinya itu pidah ke rumah itu,ibu tirinya bilang ,"sudah lulus sekolah sudah besar harusnya belajar hidup mandiri dan bekerja supaya tidak membebani orang tua,"itu kata-kata ibu tirinya yang selalu di ingat.
Bahkan tanpa sadar kata-kata itu menjadi penyemangat untuk tidak menyerah dan tetap bertahan hidup di kota , supaya tidak pulang lagi ke kampung membebani ayah nya yang hanya bekerja sebagai kuli bangunan dan serabutan di rumah untuk menghidupi keluarga apalagi adik tirinya juga sekolah waktu itu, ayah telah berselingkuh saat ibunya masih hidup dan sering sakit-sakitan.
tanpa sadar air mata Renata jatuh saat mengenang kisah ibunya yang terpaksa diam saja meski hatinya sakit, ibunya hanya ibu rumah tangga yang bergantung kepada Ayahnya.
"Sudah jangan di ingat kembali sesuatu yang menyakitkan ." kata Hendrawan segera memeluk Renata dan memberikan sekotak tissue yang ada di mobil itu.
Re menangis untuk sesaat lalu kembali duduk seperti semula.
"Bersabarlah sebentar lagi kita akan memulai hidup yang baru dan kita akan membina keluarga yang bahagia." kata Hendrawan menyemangati dan menghibur Renata.
----------------++++++++------------------
"David apa kamu sudah gila ?" teriak nyonya Angi, menghentikan aktifitas yang ada di ruangan itu.
nampak beberapa orang diam terpaku ,saat musik yang keras itu di matikan dan suara nyonya Angi mengema di ruangan.
David segera menghampiri nyonya Angi yang dengan sempoyongan, beberapa teman David masih terkejut dan minggir di pojok ruangan.
"Apa kamu sudah gila ?" tanya nyonya Angi naik pitam.
Bagiamana bisa David mengadakan party di apartment miliknya tanpa izin darinya dan mengubah suasananya layaknya Club malam.
"Sungguh tak habis pikir dan tak tau diri sekali." kata Nyonya Angi.
"Lalu aku harus bagiamana , menunggu di anda disini dan hanya menunggu panggilan telfon dari anda ?" tanya David.
"Ya... karena kamu di pelihara untuk hal itu ?" kata Nyonya Angi.
"Di pelihara ?" jadi saya ini hanya kamu anggap semacam binatang peliharaan ?" tanya David.
"Lalu kamu pikir apa ?" tanya nyonya Angi.
__ADS_1
"Tentu saja , setidaknya calon suami kamu yang kamu hargai ." jawab David.
"mimpi kamu terlalu tinggi." kata nyonya Angi sambil tertawa.
"Jadi... selama ini hubungan kita hanya sebatas lendir menyenangkan kamu saja ?" jawab David merasa terhina.
"apa mungkin aku akan menikah dengan lelaki yang makan dan tempat tinggal aku yang memberikan padanya." kata Nyonya Angi tanpa perasaan.
"Oke kalau begitu lebih baik kita selesai sekarang." kata David emosi .
David segera masuk kamar dan mengambil barang-barang yang dia punya dalam koper dan pergi.
"kita putus sekarang ! " kata David .
"Pergi lah , mencari lelaki seperti mudah bagi ku," kata nyonya Angi angkuh.
" Dengar Tante Angi ." kamu mungkin bisa mendapatkan brondong lain bagi mu, tapi ingat aku tak akan melupakan penghinaan ini, kata David yang merasa malu di perlukan demikian di depan beberapa temannya yang masih tinggal disitu.
David melangkah pergi dari apartment itu dengan menumpang mobil temannya .
"Sekarang mau kemana Dav ..! tanya Angga.
"Carikan aku kos-kosan untuk aku tinggal Ga, kamu kan sudah lama tinggal di kota ini tentu kamu tau kos-kosan yang murah dan bagus ." kata David.
Sedang di dalam apartment , nyonya Angi membanting barang-barang yang ada di sana menumpahkan kekesalan nya.
David yang biasanya, bisa membuat dia terhibur saat sedang kalut malah menambah Maslah dan gara-gara di apartment dengan mengadakan party.
selama ini apartment itu, tidak pernah dikunjungi siapapun dan tidak sembarang orang di izinkan masuk kesan oleh nyonya Angi tapi David hari ini malah membawa banyak teman-teman berpesta di tempat ini.
Entah sudah berapa lama mereka melakukan nya, karena sudah agak lama juga nyonya Angi tidak datang ke apartment nya ini, karana mengurus Hendrawan yang berada di luar negri untuk operasinya dulu ,di tambah masalah Renata yang teryata tak mudah untuk di singkirkan nya .
Padahal rencana akan membuat anak kandung itu menikah dengan Hendrawan untuk mendapatkan keturunan dan hak waris dari keluarga Atmanegara yang kaya raya itu.
----++++++++ Bersambung++++++++-------
"Terimakasih untuk kunjungan nya para pembaca dukung dengan Likeπ dan
komentar βοΈthanks you All .
jangan lupa dukung. kisah Lain
Semalam berujung petaka atau
cinta pertama tak lekang waktu ,
__ADS_1
πππππππππππ