
Hendrawan terus bergelut di ranjang dengan Renata hingga jauh malam, mereka melakukan sampai hampir pagi lalu terlelap karena kelelahan.
Setelah agak siang , Hendrawan segera meminta, Manager Tan untuk, segera membuat laporan tentang kejahatan Ibu tirinya.
Tentu tak butuh waktu lama, Polisi telah menangkap ibu tirinya, Sorot mata Hendrawan terlihat penuh dengan kebencian.
Tidak di sangka bahwa ibu tirinya yang di anggap malaikat itu , ternyata manusia yang sudah di rasuki oleh nafsu iblis dsn ketamakan.
sungguh benar sebuah kutipan ayat, akar dari kejahatan adalah Cinta akan uang.
Hendrawan tentu saja sudah menyiapkan bukti yang cukup kuat untuk memastikan Angi di penjara , Hendrawan juga memastikan bahwa tidak ada menghalangi proses persidangan.
Hendrawan segera memanggil detektif swasta, untuk mendapatkan bukti keterlibatan Angi dan Monica.
+++++ Sementara di tempat lain
Di kediaman Anggun kakak ipar Monica mulai ke binggung setelah mendengar berita Nyonya Angi di tangkap atas tuduhan pembunuhan orang tua Hendrawan Atmanegara dan pembunuh berencana janin yang sedang di kandungan istri nya ,yaitu nyonya Renta.
Dan polisi mengatakan akan mendalami dan mengembangkan kasus ini, dari mana nyonya Angi mendapat obat polisi yakin obat itu, bukan obat sembarangan yang bisa di jual atau di beli dengan bebasnya.
__ADS_1
"Matius apa kamu melihat berita pagi ini ?" tanya Anggun cemas.
" Hehhhh...., seperti kita akan segera tertimpa badai besar masalah ." kata Matius dengan mendengus kesal.
"terus apa yang harus kita lakukan ?" tanya Anggun menatap Matius suaminya dengan tatapan sedih dan binggung .
"Aku sudah bilang seharusnya,kamu tidak harus menuruti semua kemauannya, sekarang masalah yang di timbulkan oleh adik mu yang manja berkelanjutan dan merasa semua tidak akan ketahuan ?" kata Anggun kesal.
"Ya.. tapi sekarang sudah terjadi, sekarang kita harus memikirkan jalan keluar yang terbaik untuk kita ." kata Matius.
" Aku rasa kita tidak akan lepas dari tuan Hendrawan ,bagiamana kalau kita mengakui kesalahan kita, mungkin akan lebih baik sebelum beliau mengetahui sediri. kata Anggun .
"Maksud kamu ?" tanya Matius menatap ke arah Anggun dengan tajam.
"Maksud kamu,kita akan mengorbankan Monica dan membiarkan masuk penjara karena tuduhan pembunuhan janin dari nyonya Renata ?" tanya Matius .
"Apa kamu akan mengorbankan keluarga kita, masa depan anak-anak kita demi Monica." teriak Anggun kesal.
"Toh memang ini semua salah dia dan kamu yang terus mau mendukung dan terus membantunya meski dia salah , seharusnya kamu sebagai kakak dapat menasehati bukan , melindungi dan mencoba membereskan kekacauan yang dia buat ! " kata Anggun makin kesal Lalau membanting pintu masuk kamar .
__ADS_1
"Anggun ! " teriak Matius dari luar .
Anggun tak menggubris panggilan Matius dia menutupi kepalanya dnegan bantal dan menangis di sana .
Sementara Matius menghubungi Manager Tan untuk bertemu, sepertinya kali ini dia harus mendengar nasehat istrinya.
Karena tidak mungkin membiarkan Monica terus melakukan kesalahan dan merasa benar.
Akankah tuan Hendrawan memaafkan keluarga Matius , dan Monica ?"
Tak lama , Matius segera keluar dari rumah setelah temu janji segera di sepakati.
----++++++++ Bersambung++++++++-------
"Terimakasih untuk kunjungan nya para pembaca dukung dengan Likeπ dan
komentar βοΈthanks you All .
jangan lupa dukung. kisah Lain
__ADS_1
Lintas masa ,Semalam berujung petaka atau cinta pertama tak lekang waktu ,
πππππππππππ