Bayangan Sang Mantan

Bayangan Sang Mantan
aku akan buat perhitungan.


__ADS_3

Mita mendudukkan nyonya Renata pelan di kursinya, dia menunggu dan mengawasi nyonya Renata untuk makan.


Mita berusaha tegar di depan Renata meski hatinya sakit dan perih sering kali dia bahkan menangisi kebodohan nya yang gagal melindungi nyonya nya.


Mita yakin bahwa semua ini hanyalah jebakan seseorang , bagiamana semua bisa berjalan begitu cepat dan mulus , bagaimana Renata bisa langsung di bawa ke sebuah kamar hotel dengan cepat ,karena Mita hanya telat tidak sampai 15 menit.


Tidak mungkin dalam waktu cepat bisa masuk hotel setidaknya registrasi membutuhkan Lia menit , kalau tidak di boking sebelumnya.


Bagiamana Hongjie tiba-tiba bisa muncul di padahal dia bukan dari bagian warung itu, dia juga bukan termasuk tamu undangan nyonya Renata juga tiba-tiba seperti orang mabuk meski disana tidak ada minimum keras.


Dan dia hanya minum , jus jeruk yang di berikan pelayanan,tunggu di sana tidak ada pelayanan yang melayani semua megambil makanan sediri, jadi dia seperti nya juga orang luar kerena setelah minum jus jeruk itu , perutnya terasa sakit dan ingin ke toilet beberapa kali.


sementara di tempat lain, Hongjie dan Stefanus sedang duduk di bengkel barunya.


"Apa kamu sudah lihat berita hari ini dan Vira di mana-mana ?" tanya Stefanus .


"ya, aku kasih pada Renata , entah bagiamana keadaannya." kata Hongjie.


"Kamu harus menemui tuan Hendrawan, untuk menjelaskan nya" kata Stefanus.


"Apa kamu yakin dia akan percaya, saat ini tentu dia sangat marah dan tidak akan mau mendengar penjelasan siapapun, dengan Renata yang sangat dia cintai saja tidak dia perduli kan ,apalagi aku yang adalah lelaki yang mungkin sangat di bencinya sekarang." kata Hongjie.


"Dan seperti nyonya Angi dan nona Icha adalah orang di balik ini semua, tentu tidak mudah untuk menerobos ke sana ,tanpa di ketahui mereka kemungkinan besar kamu akan di tangkap oleh mereka." kata Stefanus.


"Sebaiknya kita menunggu agak reda dulu." kata Hongjie lalu meminum kopi yang mulai dingin.


---------------+++++++++----------


sementara di rumah Atmanegara , Hendrawan masih tertidur di kamarnya , saat Icha masuk ke kamar, Hendrawan terkejut saat di bangun kan oleh Icha.


" Kenapa kamu ada di kamar ku ?" kata Hendrawan.


"Saya mendengar anda tidak makan dari tadi malam , jadi saya membawa sarapan pagi anda ke atas,saya takut anda sakit " kata Icha.


Hendrawan menarik nafas, menghembuskan dengan kasar mengatupkan rahangnya dengan keras sehingga terdengar giginya yang beradu.


"Keluar sekarang juga ." kata Hendrawan.


"Baiklah , permisi ." kata Icha segera pergi dengan membawa nampan yang tadi di bawahnya.


Hendrawan segera melihat handphone beberapa kali Miss call, dia segera menelfon manager Tan Guat Li.

__ADS_1


"Hello selamat pagi tuan Hendrawan." jawab Manager Tan.


"Saya tidak ke kantor hati ini." kata Hendrawan.


"Tuan banyak wartawan di sini dan telah menunggu di depan kantor kita." kata manager Tan.


"Apa ....?" tanya Hendrawan segera menyalakan televisi.


Banyak berita yang sudah tersiar di televisi , tentang kejadian semalam dan berita itu sampai viral dan menjadi Headline di beberapa surat kabar online.


"Urus mereka dan bilang pada mereka untuk tidak membuat berita yang tidak jelas." kata Hendrawan.


" Tapi tuan mereka meminta konfirmasi berita itu, apa yang harus aku katakan." tanya Manager Tan .


"Bilang saja masih di selidiki , akan kebenaran foto itu." kata Hendrawan.


"Saya sudah mengatakan hal itu tuan ,tapi mereka juga punya beberapa foto dan video nyonya Renata dan Mita keluar dari rumah Atmanegara." kata Manager Tan.


"katakan kepada mereka siapapun yang membuat berita yang tidak mempunyai bukti akurat akan di tuntut." kata Hendrawan.


"Baik tuan." kata Manager Tan.


Hendrawan lalu mematikan handphone , dia segera membersihkan diri dan segera keluar dari kamarnya dia menutup dan mengunci pintu kamarnya.


"Icha kamu, tidak boleh tinggal di tempat ini, silahkan keluar." kata Hendrawan.


"Kenapa, apa karena tadi pagi saya membawa sarapan anda ke atas ?" tanya Icha.


"Tentu saja itu termasuk salah satunya dan kedua tidak ada perempuan yang akan tinggal disini , sementara istri ku tidak lagi tinggal disini." kata Hendrawan.


"Istri.... apa sampai sekarang kamu masih menganggap dia ,istri kamu ?" wanita ****** yang tidur di ranjang dengan pria lain.?" tanya nyonya Angi sambil tersenyum sinis.


"kalau anda masih ingin tinggal disini ,jaga mulut anda ." kata Hendrawan segera melangkah pergi.


Bodyguard nya segera berlari mengikuti nya, Hendrawan segera pergi ke hotel di mana terjadi kejadian itu.


Hendrawan seger menuju ruang CCTV setelah meminta izin Manager nya meski pada mulanya tidak di izinkan namun karena tuan Hendrawan sedikit memaksa akhirnya di persilahkan , bagiamana dia adalah salah satu pemegang saham di hotel itu.


Dia megambil rekaman yang ada ,saat Renata dan Hongjie datang sampai pada Hongjie pergi tak lama kemudian melihat Mita yang yang memapah Renata keluar dari tempat itu dan segera masuk mobil.


Hendrawan melihat , rentan waktu nya memang hanya beberapa menit kurang lebih cuma 10 menit di kamar itu, Hendrawan juga melihat kamar di mana mereka tidur dan masuk ke sana.

__ADS_1


"Agus kamu masih ingat bengkel Hongjie bukan , sekarang kesan ." kata Hendrawan.


"Siap Tuan." kata Agus Salim.


Mereka segera keluar dari tempat itu dan kembali masuk di ke mobil, Hendrawan terpaksa meminta beberapa tambahan bodyguard Karana tidak ingin di desak oleh para wartawan pencari berita.


Sampai di tempat Hongjie , bengkel itu tutup dan tidak ada orang di sana.


"Cari informasi pemilik tempat ini atau tetangganya" perintah Hendrawan dari dalam mobilnya.


"Tuan kata mereka sudah pindah beberapa hari lalu, kata mereka sempat terjadi keributan di tempat ini ." kata Agus Salim.


"Baiklah , nanti kamu cari tau di mana mereka pindah ." kata Hendrawan .


"Sekarang kita pergi ke kantor." kata Hendrawan.


"Siap Tuan." kata Agus segera masuk kembali ke mobil.


Hendrawan melewati beberapa wartawan yang masih menunggu di depan kantor .


"Tuan Hendrawan benarkah berita yang sedang beredar ." teriak salah satu wartawan tapi tidak di gubrisnya.


Hendrawan segera masuk ke kantor nya, dan duduk di kursi nya membuka leptop nya dan segera mencari keberadaan Renata dan Mita.


Renata memang telah mematikan telfonnya tapi Mita belum menganti nomer telefon dan juga bukan Hendrawan kalau tidak dapat menemukan barang yang di carinya selama orang itu memegang Handphone.


Hendrawan juga mencari Hongjie melalui nomer Handphone nya dan sudah mengetahui tempat baru Hongjie berada tinggal cari waktu untuk menemui nya.


"Rupanya kau lelaki pengecut yang tidak bertanggung jawab setelah membuat masalah ?" gumam Hendrawan.


"Tunggu sebentar lagi aku akan menemukan mu dan aku akan membuat perhitungan dengan mu ! kata Hendrawan mengepalkan tangan dengan kuat mukanya memerah menahan emosi.


----++++++++ Bersambung++++++++-------


"Terimakasih untuk kunjungan nya para pembaca dukung dengan LikeπŸ‘ dan


komentar ✍️thanks you All .


jangan lupa dukung. kisah Lain


semalam Berujung Petaka atau

__ADS_1


cinta pertama tak lekang waktu ,


πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹


__ADS_2