
Renata terdiam berusaha menganalisis Napa yang baru saja terjadi tentu dia butuh waktu untuk mencerna semua yang tiba-tiba terjadi sediri tidak habis pikir bagaimana ada cerita , bahwa dia segaja suntik KB sebelum menikah dengan Hendrawan dan muncul cerita dialah yang meminta dokter Anggun untuk merahasiakan nya .
"Re ... bagiamana... aku tidak ada masalah jika kamu memang tidak ingin mengandung anak saya, apapun itu, aku akan tetap mencintai mu dan cinta aku tidak akan berubah sama sekali sampai nafas terakhir ku, hanya dirimu yang aku cintai, tapi jujur pada ku ,apa benar semua ini." kata Hendrawan.
"Honey harus berapa kali aku katakan bahwa aku tak pernah melakukan semua ini."kata Renata sudah mulai berkaca-kaca.
"Sebaiknya kita pulang dulu." kata Hendrawan segera membantu Renata berdiri.
"Lain kali saja dok ,kami akan memberikan keputusan apakah dia akan suntik KB atau tidak ?" kata Hendrawan.
"Ya..terserah pada tuan Hendrawan dan nona Renata, kami siap membantu." kata Anggun berdiri dan membungkuk hormat.
Keluarga Hendrawan Atmanegara mempunyai 50 persen saham dari rumah sakit MMC Grup tentu saja dia menjadi salah satu pelanggan VVIP dan akan selalu mendapat penanganan khusus dan sepesial.
" Sudah tidak usah menangis, kalau memang kamu tidak melakukan nya, meski bukti itu benar-benar ada di depan mata." kata Hendrawan.
"Apa kamu tidak mempercayai aku ?" tanya Renata mengusap air matanya yang jatuh di pipi dengan jemarinya.
__ADS_1
"Aku tidak bilang aku tak percaya pada mu Bi.." jawab Hendrawan mulai nada tinggi lagi.
"Tapi kamu terus menanyakan hal itu seolah memang aku telah melakukan hal itu." kata Renata lagi.
"Cukup Bi, cukup ! pak jalan pulang ke rumah." perintah Hendrawan pada sopir nya.
Hendrawan menatap ke arah Renata yang tak mau melihat nya dia, melihat keluar ,hati nya sangat kesal dan marah karena Hendrawan seperti meragukan nya.
sampai di ruang Renata segera masuk ke kamar dan mandi langsung sembunyi di balik selimut nya.
Hendrawan menyusul ke dalam selimuti juga setelah membersihkan dirinya.
"Tidak apa-apa ." jawab Renata.
"Aku tak habis pikir bagaimana saya bisa , mengatakan hal itu pada dokter Anggun bahkan aku ras itu adalah kali pertama kami bertemu bahkan sebelum pernikahan tidak bertemu dengan dokter Anggun." kata Renata menghadapkan mukanya ke arah Hendrawan.
"sudahlah jangan di bahan yang penting kamu, mau mengandung dan mau jadi ibu buat anak-anak ku." kata Hendrawan membelai wajah lembut Renata.
__ADS_1
"Tentu saja ,ingat gak waktu kamu bilang ingin mati saja ?" aku akan jawab kamu akan pergi begitu saja tidak meninggalkan apapun sayang ganteng mu, sayang kepintaran mu, akan hilang dan pergi bersama mu " kata Renata mendekat lagi dan lagi sampai mukanya bertemu dengan dada Hendrawan.
Mencium dada Hendrawan Nyang setengah terbuka ,sedang Hendrawan segera merengkuh kepala Renata lebih dekat ke dadanya dan memeluknya erat dan tidur bersama .
mereka tertidur sampai pada malam hari saat bangun Renata sayup-sayup mendengar suara Icha di lantai bawah dengan nyonya Angi yang sedang mengobrol .
"Apa itu suara Icha ?" Renata duduk bersandar pada kepala ranjang sambil memasang telinganya memastikan suara memang Icha .
"Icha aku merasa menemukan gelagat aneh tentang mu ,sayang sekali aku belum punya bukti khusus aku baru ingat dia seperti Monica
"Pantas saja Hendrawan mudah sekali akrab dengan dia ,dan dia bisa cepat beradaptasi.
----++++++++ Bersambung++++++++-------
"Terimakasih untuk kunjungan nya para pembaca dukung dengan Likeπ dan
komentar βοΈthanks you All .
__ADS_1
jangan lupa dukung. kisah Semalam berujung petaka atau cinta pertama tak lekang waktu ,
πππππππππππ