Bayangan Sang Mantan

Bayangan Sang Mantan
Menguting baju kurang bahan.


__ADS_3

Renata segera mengangkat telfonnya,saat mengetahui Hendrawan yang menelfon.


"hello Bi..! " jawab Renata .


"kamu di mana ..?" tanya Hendrawan.


"Saya .. e .di rumah ! " jawab Renata.


"sejak kapan rumah jadi cafe ?" tanya Hendrawan tegas .


"E..iya... tadi dari rumah terus keluar karena Andini mau curhat." jawab Renata pelan.


"siapa yang mengizinkan kamu keluar ?" tanya Hendrawan.


"Tadinya saya mau izin tapi anda tidak menjawab telfon saya,sedang saya sudah terlanjut janjian bertemu." jawab Renata pelan.


"bagaimana kamu berjanji dulu baru minta izin ?" tanya Hendrawan lagi .


"Iya maaf , lagian kan dia saudara anda, katanya your lovely sister ?" jawab Renata mulai bela diri lagi.


"Oke, kalau sudah selesai urusan cepat pulang aku menunggu di rumah !" kata Hendrawan lagi.


"A.. apa? anda di rumah, e..ya secepatnya saya akan pulang." jawab Renata.


Renata lalu segera mematikan telfonnya dan memasukkan kedalam tas nya.


"Andini seperti kita bicara lain kali lagi atau kita lanjutkan di ruang ya." kata Renata .


"Iya...tidak mengapa,lagian juga sudah selesai sudah sedikit lega." jawab Andini.


"kamu yang sabar , Tuhan pasti kasih jalan keluar yang terbaik buat masalah mu." kata Renata.


"Amin, sana cepat pulang siap-siaplah kau, kena hukuman ." kata Andini.


"ih...jangan begitu serem aku." kata Renata.


"Kan tadi sudah aku bilang kamu harus minta izin dulu." kata Andini.


"Ya . suruh siapa dia tidak jawab telfon ku." kata Renata bela diri.


"ya..terus saja kamu bantah tar kalau ada apa-apa jangan ngadu ke saya, jangan ngomel kalau kamu di suruh makan salad sayur satu bulan ." kata Andini lagi.


"ihh.. Nyebelin ,aku pulang dulu lah kapan kapan ketemu, " kata Renata lagi.

__ADS_1


"Ayo Mita kita pulang." kata Renata segera beranjak dari tempat duduknya membayar bill makan lalu pergi.


sesampainya di rumah, Renata sudah di tunggu boleh Hendrawan yang duduk di sofa.


"Makluk ini kenapa pulang cepat tidak biasanya juga sore sudah pulang, mana tatapan mata elangnya mengerikan, aduh mateng guwe bisa jadi sate tusuk nich." Renata membatin dalam hati, mukanya mulai kecut melihat Hendrawan yang menatapnya dari ujung kepala sampai ujung kaki.


"Pergi ke cafe dengan baju seperti itu..?' tanya Hendrawan.


"Apa yang salah dengan baju saya ?" Renata balik bertanya memandang baju yang di pakainya.


"Hanya T-shirt dan celana jeans tanpa make-up !" kata Renata lagi .


"Kamu perhatikan baik-baik celana dan model T-shirt nya ,dari mana kamu dapat baju seperti itu ?" tanya Hendrawan lagi .


"Ini... baju yang aku pesan di toko online kemarin." jawab Renata.


"Celana jeans koyak dan berlobang sampai terlihat paha dan t-shirt yang kekecilan tak sesuai dengan size kamu, itu tidak ada yang salah menurut kamu ." tanya Hendrawan memperjelas apa yang tidak dia sukai dan membuat nya marah.


"kesalahan pertama pergi tanpa izin ,kesalahan kedua memakai celana dan baju tak pantas." kata Hendrawan masih menatap lekat ke arah Renata.


"Dan kau Mita, kenapa tidak memberi tau pada ku, bukan kah sudah aku kasih perintah bahwa setiap nona Renata mau keluar kamu harus pastikan dapat izin dari ku ?" tanya Hendrawan pada pengawal Renata tadi .


"Nona Renata bilang sudah minta izin pada anda ?" jawab Mita .


"Maafkan saya, tuan Hendrawan ,saya pastikan ini tidak akan terulang lagi." jawab Mita menunduk.


Hendrawan menghela nafas panjang dan menatap sebentar pada Mita.


"Ambilkan gunting ." perintah Hendrawan.


" ini tuan ." kata Mita menyerahkan gunting pada Hendrawan.


"Renata naik ke lantai atas." kata Hendrawan pada Renata.


Renata segera naik ke lantai atas dengan jantung berdegup kencang seperti sesuatu bakal terjadi padanya.


sementara di belakang Hendrawan mengikuti langkah Renata dengan membawa gunting yang di berikan Mita padanya.


Sedang Mita menatap dari bawah dengan perasaan binggung takut dan cemas.


"Aduh..semoga tak terjadi apa-apa pada nona Renata , wajah tuan Hendrawan terlihat sangat marah dan dingin ,buat apa pula dia minta gunting, aduh aku harus bagaimana ?" gumam minta masih berdiri mematung menatap ke lantai atas sampai mereka berdua masuk ke kamar .


Mita mondar-mandir di lantai bawah mencoba memfokuskan dan mendengar sesuatu siapa tau ada sesuatu buang terjadi atau nona Renata meminta pertolongan.

__ADS_1


"Ah ..tapi tidak mungkinlah terjadi apa-apa tuan Hendrawan kan sangat mencintai nona Renata bahkan dia juga membayar bodyguard mahal untuk mengawal istrinya ,tidak mungkin dia akan mencelakakan istrinya sendiri ! tenang Mita tidak terjadi apa-apa di atas ." Mita bergumam menenangkan dirinya sendiri.


Namun dia tetap saja mondar-mandir kadang naik ke tangga namun baru setengah dia turun lagi.


sementara di dalam kamar , Hendrawan sedang menyuruh Renata berdiri tegak.


"berdiri dan diam jangan bergerak. " kata Hendrawan .


men-gunting T-shirt yang di pakai oleh Renata.


"Sudah kekecilan dan kurang bahan ,kenapa kamu memperlihatkan punggung dan pusar kamu, apa kamu pikir wanita India ?" tanya Hendrawan memotong T-shirt dari atas sampai ke bawah sehingga terbelah dua .


Renata hanya diam saja, dia sadar bahwa ini gara-gara isengnya kumat dan ingin cari perhatian karena bosan di rumah sudah hampir dua bulan setelah menikah.


"Kamu mau tebar pesona dengan siapa ? lelaki yang di luar tentu bahagia melihat tonton geratis tubuhmu yang bohai ini, apa kamu senang mendapat pujian your are so seksi baby , hemm... benar begitu..?" tanya Hendrawan.


"apa kamu tak sadar mereka akan menjadi kan mu bahan iamjinas untuk **** dan tidak menutup kemungkinan mereka akan menculik kamu dan memperkosa mu, bagaimana kamu membiarkan kepunyaan aku di ingin di lihat semua orang ?" kata Hendrawan lagi.


"apa cinta ku tidak cukup buat kamu , apa aku tidak cukup buat kamu ." lata Hendrawan membuka kancing bajunya satu persatu melepaskan semua yang ada pada tubuh nya sehingga tak lagi ada satupun yang nempel di tubuhnya .


Renata mengigit bibir bawah berjalan mudur saat Hendrawan berjalan maju menempelkan tubuh pada Renata.


Renta terduduk di pinggir ranjang saat kakinya sudah menyentuh ranjangnya.


Hendrawan segera menyuruh Renata naik ke atas lagi dan membuka celana jeans yang masih melekat pada tubuh istrinya.


melucuti semua kain yang masih tersisa dan melekat pada tubuh istrinya dan membuang ke lantai .


Hendrawan segera ******* bibir Istri yang dari tadi di gigitnya sediri karena takut .


Renata selalu begitu saat dia, sedang takut gelisah, tapi itu sangat seksi menurut Hendrawan Atmanegara.


----++++++++ Bersambung++++++++-------


"Terimakasih untuk kunjungan nya para pembaca dukung dengan LikeπŸ‘ dan


komentar ✍️thanks you All .


jangan lupa dukung. kisah Lain


Semalam berujung petaka atau


cinta pertama tak lekang waktu ,

__ADS_1


πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹


__ADS_2