Bayangan Sang Mantan

Bayangan Sang Mantan
Genjotan senjata lagi.


__ADS_3

"Honey , baru pulang kerja ?" tanya Renata.


"Sudah makan belum ?" tanya Renata lagi mulai gugup karena Hendrawan menatapnya tanpa berkedip.


"Apa jangan-jangan dia mengetahui apa yang sedang terjadi tadi ,Tuhan tolong aku." kata Renata dalam hati


"Sudah makan, tadi dengan beberapa staf kantor ." jawab Hendrawan.


"Kenapa kamu belum tidur hari sudah malam masih baca buku ?" tanya Hendrawan lagi.


"Tidak hanya mengembalikan buku ,yang kemarin." kata Renata.


"ya sudah saya mandi boleh kamu memijit ku sebentar ?" kata Hendrawan.


"Tentu saja ." kata Renata lalu mengandeng tangan Hendrawan.


Setelah selesai mandi Hendrawan segera , merebahkan dirinya , Renata mulai memijit suaminya mulai dari kaki naik sampai ke kepala.


"Sayang sudah selesai , apakah sudah enak dan hilang capeknya?" tanya Renata.


"Belum ,yang depan belum di pijit ." kata Hendrawan segera membalikkan badan dan terlentang.


"Sayang mana ada orang pijit badan bagian depan ?" tanya Renata.


Hendrawan menarik tangan Renata sehingga dia wajah mereka menjadi sangat dekat mata mereka saling berpandangan unik sesaat lalu mereka pun berciuman.


"Katanya capek ?" kata Renata setelah Hendrawan melepaskan pangutan bibirnya pada bibir Renata .


"Sekarang aku mulai ingin bercinta, seperti aku kecanduan oleh pesona tubuh mu, aku tak bisa tidur sebelum menikmati tubuh mu," kata Hendrawan dengan lembut merebahkan tubuh istrinya.


Renata pasrah saja ketika bajunya mulai di lucuti oleh Hendrawan suara lenguhan terdengar lirih keluar dari bibir Renata saat lehernya mendapat serangan dari bibir Hendrawan.


Menikmati puncak bukit kembar yang di hisap oleh Hendrawan, dengan gigitan kecil di sekitarnya membuat sesuatu yang tadinya tertidur dan bangkit.


Jawab panas merasuki tubuh Renata dan hasratnya pun mulai timbul dan membuat aliran darahnya semakin deras mengalir pada tubuhnya .


Renata menahan Hendrawan untuk berhenti sejenak dengan posisi orang yang sedang pust up Renata menciumi dada Hendrawan dengan penuh kelembutan, Hendrawan memejamkan mata dan mengerang saat Renata bergerak turun sampai pada bagian bawah perut lelaki itu.

__ADS_1


Hendrawan pun mengerakan dirinya naik turun sementara sesuatu yang panjang dan tegang itu berada di mulut istrinya.


sedang tangan jahil Renata meraba pantat Hendrawan dengan ujung-ujung jari dan kukunya membuat rangsangan semakin bertambah dan membuat hasrat Hendrawan mencapai puncaknya.


Sampai pada cairan putih yang keluar dan muncrat ke muka Renata dan membuat Renata tersedak Karan penuh di mulutnya ,ada beberapa yang tertelan olehnya.


pemain itu nampaknya belum berhenti sampai di situ saja, masih ada lanjutnya sampai pada mereka mendayung bersama pada puncak kenikmatan-kenikmatan yang mereka reguk bersama hingga tubuh mereka berpeluh meski AC kamar menyala seperti tak bisa mendinginkan dua insan yang sedang di bakar api asmara .


Gejolak yang sedang mereka saluran dengan saling ******* dan mengigit di atas ranjang cinta yang mereka miliki.


Berusaha menciptakan manusia baru,dalam rahim Renata entah berapa banyak benih yang sudah keluar dari tubuh Hendrawan beberapa bulan lalu belum juga mendapat tepat untuk bersarang.


Dan Hendrawan sudah mengetahui kalau sitik KB yang ada pada tubuh Renata sudah kadaluarsa kemarin dan ada kemungkinan besar Renata akan segera hamil.


meskipun Hendrawan mengatakan bahwa dia capek kerja ,namun dia tetap ingin menanam benih pada rahim Renata.


Di genjot nya Renata dengan penuh semangat perjuangan dan Renata pun terus aktif melakukan kecupan dan rangsangan pada tubuh Hendrawan dengan jari jemarinya yang terus meraba kemana-mana.


"Uhhhh... lebih cepat lagi ,honey saya sudah mau keluar ." bisik Renata pada kuping Hendrawan .


Hendrawan merebahkan tubuhnya di samping Renata setelah mencium kening istrinya, sebagai ungkapan cinta dan sayangnya pada nya.


"Semoga kaki ini jadi dan tahun depan kita sudah menimbang Baby." kata Hendrawan.


"Amin sayang, saya ingin punya anak perempuan dulu, kalau Tuhan Izinkan." kata Renata di sela dia mengatur kembali nafasnya.


"Saya berdoa dan berharap lelaki lebih dulu karena anak lelaki lambang ke jantan pria." kata Hendrawan.


"kalau begitu mari kita berdoa dan meminta kepada Tuhan ,semoga kita mendapatkan anak kembar lelaki dan perempuan sehingga kita bisa mendapatkan keduanya ." kata Renata .


"Jadi nanti setelah istirahat sebentar,kita akan lembur untuk mendapatkan hasil yang baik." kat Hendrawan tersenyum nakal memegang dagu istrinya dan mencium nya lembut.


"Apa nanti kita akan bercinta lagi ?" tanya Renata tak percaya .


"Ya ,kenapa terkejut begitu?" tanya Hendrawan


"Apa kamu tidak suka, atau kamu tidak ingin punya anak dari ku ?" tanya Hendrawan memojokkan Renata , selalu mengingat Renata pada kenyataan bahwa di dalam tubuhnya ada suntikan KB meski dia sampai sekarang tidak mengerti semua itu bisa terjadi .

__ADS_1


"Bukan begitu , Honey tapi cuma heran dan kagum pada mu kita hampir dua jam hanya untuk satu ronde dan kamu bilang capek, lalu kenapa masih mau buat lagi apa nanti tidak kelelahan tubuh kamu." tanya Renata lembut.


"Tidak aku,sudah pernah bilang pada mu bahwa aku menyukai hal ini dan aku akan pastikan kamu akan memohon pada ku untuk dilepas, aku benar-benar lelaki perkasa,kau masih ingat ?" tanya Hendrawan.


"aku akan ingatkan kembali perkataan ku dulu , Renata mau kah kamu menikah dengan ku ?


lalu kamu menjawab ,ya tentu saja siapa yang tidak mau menikah dengan lelaki tampan baik dan kaya."


"Lalu aku bilang lagi, bersediakah kamu melayani aku sampai aku puas, karena aku seorang lelaki yang kuat dan perkasa ?"


"Kamu menjawab tentu saja bersedia, lalu aku tanya lagi aku akan melakukan sehari bisa 4-5 kali apa kamu tidak keberatan?"


"Lalu kamu menjawab tentu saja kenapa tidak 7-9 kali aku suka angka genap."


"kemudian aku tanya lagi ,satu ronde dua jam ." kamu tertawa dan berkata selama itu apakah kita akan sambil main game ?" perkataan kamu itu seolah meledek ku .


"Lalu aku bilang lagi,nanti kamu akan memohon padaku untuk aku lepaskan." dan kau menjawab dengan tawa mu , we Will see !" ingat kan sayang ?" tanya Hendrawan dengan berbisik lalu mengigit manja kuping Renata.


"ya.. ingat saya kan waktu itu hanya bercanda ." kata Renata membela diri .


"whatever baby, aku akan menagih janji mu setiap malam ." kata Hendrawan.


"istirahat lah sebentar karena tidak lama lagi kamu akan mendapat genjotan senjata lagi ." kata Hendrawan memeluk istrinya erat.


----++++++++ Bersambung++++++++-------


"Terimakasih untuk kunjungan nya para pembaca dukung dengan LikeπŸ‘ dan


komentar ✍️thanks you All .


jangan lupa dukung. kisah Lain


Semalam Berujung Petaka atau


cinta pertama tak lekang waktu ,


πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹

__ADS_1


__ADS_2