
Akhirnya Hendrawan bisa pulang ,ke apartemen nya dan tentu saja dia sangat bahagia karna dapat memantau lagi kekasihnya.
Setelah dia pulang tentu pertama yang dia kerjakan adalah membersihkan apartment nya, manusia satu ini tidak tahan kalau melihat sesuatu yang tidak bersih , meski dia capek dia akan mengerjakan nya sekuat semampu dirinya .
Setelah itu dia kan membersihkan dirinya lalu rebahan di kasur , dan hal yang kedua setelah selesai membersihkan apartment dan dirinya dia kan mantau kekasih nya.
Tahanan cinta, itu Fersi Renata kalau dia protes dengan semua aturan yang di rilis oleh Hendrawan.
Kalau dia lagi ngambek gara-gara di suruh makan salad sayur. Tentu dia akan akan membuat suara seperti domba yang sedang makan rumput di padang , suara "Embekan domba," Hendrawan pasti terseyum saat memandangi kelakuan Renata di kamera.
Meskipun dengan muka masam di tambah menggerutu Renata tetap patuh melakukan perintah atau hukuman yang dia berikan.
wanita itu sangat menggemaskan, ingin sekali menjewer kupingnya atau pipinya yang tembem itu , wanita terunik yang pernah dia cintai.
Saat dia melakukan konsultasi dengan temannya dia bisa berfikir dan menasehati layaknya orang dewasa .
namun dia kadang seperti anak kecil yang baru berusia remaja yang menggebu-gebu saat mengiginkan sesuatu atau melakukan sesuatu yang dia sukai .
Manusia yang super kera kepala dan tidak mudah menyerah ,namun dia juga wanita yang cengeng yang mudah menangis.
seharusnya kalau wanita yang keras kepala dan suka berargumentasi harusnya dia menjadi wanita yang kuat dan pantang untuk menangis
Namun uniknya Renata itu ,tidak dia keras di luar namun lembut dan cengeng di dalam seperti bawang Bombay yang di luar terlihat keras , namun saat di kupas satu persatu maka akan berurai air mata.
__ADS_1
Bagi Hendrawan tidak ada wanita seunik Renata dan tidak akan pernah ada yang seperti nya.
wanita yang selalu membuatnya seperti naik Rolling Coaster , naik turun dan mendebarkan kadang dia juga berfikir, kenapa di pertemuan dengan wanita seperti ini sedang kan Tuhan pasti tau dia punya penyakit jantung yang tidak boleh melakukan sesuatu yang memacu adrenalin nya .
Hendrawan masih rebahan di kasurnya, sambil memperhatikan Renata yang di sibuk bekerja melayani pelanggan nya.
Hingga dia tertidur pulas , padahal rencananya ingin menelfon Renata saat dia sudah sedikit santai.
-------+++++++----
sementara Emely yang gusar akan penolakan Hendrawan memperhatikan dari layar komputer nya , saat Hendrawan pergi dia telah menyuruh anak buahnya memasang CCTV kecil layaknya sebuah kancing baju , tidak begitu terlihat dan tentu saja sang. empunya rumah tidak mengetahui hal itu.
Hendrawan terbangun saat terdengar suara deringan telefon dari temannya yang meminta tolong menitipkan anaknya , sementara karena dia harus menghadapi acara peting.
Dia anak sudah lumayan besar jadi tidak begitu merepotkan, untuk Hendrawan tentu Hendrawan bersedia dan mereka juga sudah membawa makan untuk anak dan Hendrawan sekalian.
" hai .. selamat malam ... paman " sapa Devid menghambur masuk dengan adek perempuan nya Abigail.
"Hai...juga , juga Boy ! " jawab Hendrawan mengacak-acak rambut Devid .
"Paman ... ganteng saya hilang nanti," celetuk Devid lucu.
membuat semua yang ada di ruangan itu tertawa .
__ADS_1
"Paman ini apa ? " tanya Devid menunjuk benda kecil yang mirip dengan kancing baju, karena terlihat menyala.
Devid yang sangat teliti dan cukup jeli melihat banyaknya benda kecil yang terlihat berkelip , sebelum lampu apartment di nyalakan oleh Hendrawan.
mereka terkejut melihat benda kecil yang di pegang oleh David , tentu mereka tau bahwa itu adalah kamera tersembunyi !"
Tentu mereka curiga dengan Emely karena dialah satu-satunya yang dulu di beri akses masuk.
Dan setaleh di cek di tempat sekuriti ke aman'an memang membenarkan bahwa Nyonya Emely pernah datang .
Dan ada teknisi katanya mau membetulkan AC yang telah rusak, tentu semua itu membuat Hendrawan tak habis pikir dengan kelakuan Emely.
Hendrawan segera, mengambil dan mencari semua benda itu dan membuang nya.
sungguh heran bagaimana bisa di kamar mandi pun ada, beruntung Devid memberitahunya sebelum itu berlangsung lama.
Bagiamana Emely bisa melakukan, sesuatu serendah itu ?
Setelah selesai mencari dan mengumpulkan barang itu, Hendrawan segera kembali duduk dan menemani anak-anak mengobrol atau mengerjakan PR nya.
-----++++++++ Bersambung++++++++-------
"Terimakasih untuk kunjungan nya para pembaca dukung dengan Likeπ dan
__ADS_1
komentar βοΈthanks you All ."
ππππππππ