
Renata berdiri mematung di kamar itu sementara Hendrawan menautkan kedua tangganya di dada memandang ke arah Renata.
Jantung Renata berdegup lebih kencang , dia merasakan hawa amarah dari mimik muka Hendrawan , re sangat takut kalau mister satu ini marah dia akan susuh meredakan amarah nya, dia benar-benar tak ingin jadi kambing sebulan harus makan salad sayur bersamanya.
makan yang sangat di benci.
"Bagiamana kamu mau dan menurut saja dengan apa yang di perintahkan seseorang pada mu, meski kamu tau itu membahayakan atau memang kamu tak menyadari bahaya yang mengancam mu ? " tanya Hendrawan dengan tatapan tajam ke arah Renata.
Renata baru sadar setelah di ingatkan dan buru-buru keluar dari kamarnya, sampai pada dekat Dnegan Hendrawan.
Hendrawan menarik tangan Renata lalu mendekapnya tubuh Re ke dadanya, memegangi dagu Renata dan menatap wajah kekasihnya.
Hendrawan membungkuk untuk mencapai bibir Renata , tentu saja dia harus melakukan nya karena Hendrawan sangat tinggi daripada Renata yang hanya 153 cm sedangkan Hendrawan 187 cm bayangkan saja jarak di antara mereka 35 cm meter kira-kira satu penggaris lebih kalau memakai penggaris model anak sekolah.
Renata memejamkan matanya dan pasaran dengan perlakuan Hendrawan menikmati sentuhan lembut bibir Hendrawan yang menempel pada bibirnya.
kedua jari-jari Renata memegangi baju Hendrawan dengan kuat , mungkin takut jatuh atau melayang sampai ke surga.
Setelah beberapa menit dan Renata seperti kehabisan nafas Hendrawan melepas ciumannya, menggandeng tangan Renata dan kembali duduk ke sofa ruang tamu .
"Aku percaya pada mu, jangan melakukan kebodohan seperti tadi, bagiamana kalau yang meminta itu adalah lelaki hidung belang atau Hongjie pasti kamu sudah habis di makan ." kata Hendrawan memperingati Renata.
"Aku akan segera meminta mama untuk membantu merencanakan pernikahan kita ,jadi jangan bikin ulah dan bertemu dengan Hongjie lagi, mengerti ?" kata Hendrawan.
"Iya . jawab Renata.
"Iya apa ?" tanya Hendrawan.
"iya saya mengerti ! jawab Renata.
"Sudah sarapan ?" tanya Hendrawan.
__ADS_1
"Belum ," jawab Renata.
"Ayo sarapan bersama?" kata Hendrawan langsung menggandeng tangan Renata dan turun kembali.
Melihat sangat tuan turun kedua bodyguard segera membuka pintu dan yang satu segera ke mobil.
"Oh mister Amerika jangan kau ajak aku makan burger makan mu itu, aku lebih suka mie goreng atau nasi uduk ,lidah aku itu Jawa punya selera bukan Amerika . Renata mulai mengomel dalam hati.
Harapannya tentu pudar saat mereka telah masuk kesebuah restauran milik keluarga Hendrawan.
"sudah di pastikan mereka akan makan roti panggang dan segelas kopi atau susu hangat jangan berharap ada nasi uduk di sana Re, belajar untuk menerima kebiasaan dan berusaha menyukai apa yang dia sukai kalau kamu ingin hidup bersama Hendrawan pangeran berkuda putih yang pernah datang dalam mimpi mu ,' Renata mencoba untuk menenangkan diri.
Setelah menikmati sarapan pagi dan mengobrol sebentar Hendrawan mengantar Renata pulang kembali ke rukonya dan Hendrawan meminta tidak usah buka toko hari ini kalau pun harus buka biarkan asistennya yang membuka dan menjaganya.
Siang nanti Hendrawan ingin makan dengannya dan mengajak Renata datang ke kantornya.
Renata di beri kartu kredit beserta pin nya, untuk pergi ke salon dan mengurus diri memotong rambut dan shoping membeli baju baru atau apapun yang dia mau.
Setelah Hendrawan pergi tak lama kemudian ibu Angi datang ke ruko Renata.
" Tentu saja nyonya ?" jawab Renata segera keluar dan mengikuti nyonya Angi.
Mobil parkir di sebuah tempat yang agak ,sepi dan nyonya Angi diam sejenak.
"Re. .. bisakah kamu meninggalkan Hendrawan ?" tanya nyonya Angi lembut .
namun bagi Renata seperti petir yang menyambar di siang hari .
"maksudnya anda ?" tanya Renata berusaha memahami apa yang baru saja nyonya Angi katakan.
"Apa kamu tidak berfikir bahwa ,kamu tak layak dan tak pantas berdampingan dengan Hendrawan, apa kamu berfikir kamu itu Cinderella era modern ?" kata Nyonya Angi lembut pelan namun terasa menusuk di relung hati Renata.
__ADS_1
"Apa maksud anda nyonya Angi ?" tanya Renata lagi .
"Memang orang yang tidak tinggi pendidikan akan sulit untuk mencerna kata-kata yang penuh dengan sopan dan tata bahasa yang tinggi ." sindir nyonya Angi.
"Tinggalkan Hendrawan dan menikahlah dengan pria lain yang sepadan , aku tidak akan meminta Ruko itu kembali dan akan memberikan tambahan uang untuk kamu dengan syarat kamu harus meninggalkan Hendrawan dan jangan menghubungi dia lagi ,dan kalau bisa kamu pergi dari kehidupan nya selamanya aku akan memberi tambahan uang dua milyar kalau kamu setuju dengan hal ini " kata Nyonya Angi.
"Aku rasa uang dan ruko itu, cukup dan lebih dari cukup untuk kamu bukan seumur hidup kamu kerja pun tidak akan dapat uang sebanyak itu dan membeli ruko itu ." lanjut Nyonya Angi .
yang terdengar sangat sombong angkuh dan menghina Renata ,memang dia bukan orang kaya dan juga membutuhkan rumah dan yang tapi tidak begini caranya.
menjual cinta oh tidak memang Cinta Renata sangat murah tak perlu membayar satu den pun namun tidak seorangpun bisa membeli cintanya dengan uang atau harta sebanyak apapun.
tak terasa air mata Renata jatuh di pipinya mengalir secara natural mewakili perasaan nya yang tiba-tiba tergores dengan perkataan nyonya Angi yang terasa menusuk dan mencabik hati dan harga dirinya.
"Kenapa nyonya tiba-tiba berubah, kenapa nyonya berkata demikian ,bukan dulu nyonya yang mempertemukan aku dengan Hendrawan nyonya bahkan seolah merestui dan menyetujui hubungan kami, kenapa tiba-tiba nyonya berkata demikian menyakitkan ?" tanya Renata sambil menahan Iskak tangisannya.
"Tentu saja karena itu demi kesehatan Hendrawan waktu itu dan sejak bertemu dengan mu, Hendrawan lebih baik dan mau operasi dan kembali bersemangat untuk sembuh , sekarang dia sudah sehat saya rasa Hendrawan tidak butuh kamu lagi "jawab Nyonya Angi.
" Jadi anda hanya memperalat saya ,dalam hal ini ?" tanya Renata.
"tidak begitu toh kamu juga mendapat banyak dari hubung kamu , mendapat ruko juga kan , wanita seperti kamu hanya ingin mendapat kemudahan dan uang saja untuk mendekati orang kaya , bukakan aku juga telah menawarkan uang lebih banyak dari yang telah kamu dapatkan ?" tanya Nyonya Angi.
"beberapa wanita yang datang pada Hendrawan yang golongan menengah kebawah kebanyakan mereka mengincar hal itu dan semua telah menerima tawaran seperti itu dari ku dan kurasa aku telah memberi tawaran lebih banyak ke kamu, apa aku kurang baik ? " tanya Nyonya Angi .
Renata terdiam mendengar semua itu ,rasanya sudah tidak tahan lagi dengar semua itu ingin rasanya mencakar dan menjambak rambut nyonya Angi .
----++++++++ Bersambung++++++++-------
"Terimakasih untuk kunjungan nya para pembaca dukung dengan Likeπ dan
komentar βοΈthanks you All .
__ADS_1
jangan lupa dukung. kisah Lain Semalam Berujung Petaka atau cinta pertama tak lekang waktu ,
ππππππ