Bayangan Sang Mantan

Bayangan Sang Mantan
Hanya sebatas TTM.


__ADS_3

"Jawab, Renata jawab dengan jujur apakah kamu ada perasaan dengan Hongjie ? " tanya Hendrawan yang sudah terlihat sangat marah.


"Aku berfikir untuk tidak memberi tau kepulangan aku karena ingin memberi kejutan pada mu, namun aku sediri yang terkejut, melihat kekasih tidak ada di rumahnya dan sedang bercanda dengan lelaki lain ? " kata Hendrawan lagi .


Renata masih tertunduk di depan Hendrawan memainkan jari-jarinya meremasnya dengan jari-jari yang lain bergantian berusaha untuk mengurangi ketegangan dan rasa takut yang sedang menyelimuti nya.


"Re...,kenapa diam saja jawablah, aku menunggu jawaban dari mu ." perintah Hendrawan.


"Saya dan Hongjie hanya sebatas TTM?" jawab Renata lirih .


."Apa itu TTM ? " tanya Hendrawan.


"Teman Tapi Mesra." jawab Renata lirih.


"So... ada kemungkinan berkembang menjadi Cinta ? " tanya Hendrawan menatap tajam ke arah Renata.


"Tidak akan, aku hanya mencintai mu dengan segenap hati, jiwa dan kekuatan ku ?" jawab Renata.

__ADS_1


"Jangan ada kekasih lain di hadapan ku !" kata Hendrawan.


Renata terdiam sesaat, kata -kata itu sepertinya tak asing baginya, sering di baca atau didengar berulang-ulang.


setelah berusaha mengingat dengan keras baru dia ingat , sebuah ayat dalam Alkitab, pada Keluaran 20 ayat 3 "Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku."


"Ceh... dia mengunakan Ayat Alkitab untuk mengingatkan saya dan mengintimidasi ku, karena telah melanggar peraturan nya, yang memang sudah sering di ingatkan pada Renata. sebagai seorang istri yang harus tunduk pada ,suami dan mentaati peraturan dan tunduk padanya , tapi aku kan belum jadi istrinya " protes Renata dalam hati , tentu hanya hanya bisa mengomel di dalam hati mana mungkin mengomel di hadapan Yang Mulia Hendrawan gerutu Renata.


"Renata... kenapa diam saja , tidak mau menjawab, marah !" tanya Hendrawan.


"Tidak saya tidak akan punya kekasih lain selain anda, you are the one and only " jawab Renata mencoba untuk meyakinkan Hendrawan.


"Baiklah lebih baik kamu segera istirahat, dan motor saya sita ?" kata Hendrawan.


"Jangan, begitulah?" kata Renata.


"Kenapa , kamu masih ingin bertemu dengan Hongjie ?" tanya Hendrawan.

__ADS_1


"Tidak bukan begitu, saya kadang keluar makan di warung makan yang dulu saya pernah bekerja ,agak jauh dari sini jadi sering saya memakai motor itu ." jawab Renata mencoba memberi alasan yang masuk akal.


"Mulai sekarang kamu akan makan , bersama ku seperti dulu . jawab Hendrawan mematahkan alasan Renata lagi yang masih ingin mempertahankan motor bututnya.


"Dasar posesif alasan saja , kau bilang saja , kalau kamu cemburu dan tidak terima aku berteman dengan Hongjie sedangkan kamu selalu berhubungan dengan mantan kamuyang pernah punya perasaan pun aku tidak boleh mengusik dan melarang dasar egois , mau menang sendiri, egois tikar dewa Batra ," Renata kembali mengomel dalam hatinya melihat kelakuan Hendrawan yang cemburu buta pada Hongjie yang memang bagi Renata hanya sebagai teman sahabat yang sangat baik yang mendengar semua ocehan nya dan membantu dia tetap berfikir waras karena banyaknya maslah yang terjadi. karena terkadang masalah itu seperti gambar dalam bingkai , orang lain yang dapat melihat dan menilai atau mengoreksi dengan jelas." Renata terus saja ngedumel dalam hati.


"ya ,sudah kalau memang begitu mau anda, terimakasih untuk kunjungan! "kata Renata sambil tersenyum manis.


"Saya pulang dulu jangan nakal, lagi " kata Hendrawan .


berdiri mengecup kening Renata lembut lalu pulang.


----++++++++ Bersambung++++++++-------


"Terimakasih untuk kunjungan nya para pembaca dukung dengan LikeπŸ‘ dan


komentar ✍️thanks you All .

__ADS_1


jangan lupa dukung. kisah Lain," Semalam Berujung Petaka atau cinta pertama tak lekang waktu ,


πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹


__ADS_2