Bayangan Sang Mantan

Bayangan Sang Mantan
Klarifikasi !


__ADS_3

Renata pun ,memangil Mita dan meminta dia membantu nya berkemas supaya lebih cepat, Renata tak ingin membiarkan Hendrawan menunggu lebih lama.


"Benarkah nyonya tuan Hendrawan pasti menjemput kita." kata Mita seusai menata koper nyonya Renata dengan senyum bahagia.


sementara di luar Hendrawan telah memerintahkan anak buahnya untuk mengurus wanita yang tadi pagi telah melempar istrinya dengan telur .


Handphone Hendrawan bergetar ,dia seger mengambil dan menerima telfon dari Hongjie.


"Hello ya, ada apa ?" tanya Hendrawan.


"Tuan Stefanus sudah sadar dan saya telah pun mengambil flashdisk yang ada padanya , saya akan segera memberikan kepada anda." kata Hongjie.


"Baiklah simpan itu baik-baik dan pastikan itu tidak jatuh pada orang lain." kata Hendrawan.


"Baik tuan " kata Hongjie .


Hendrawan segera mematikan telfonnya dan segera melangkah menuju mobil bersama Renata untuk kembali pulang ke Jakarta .


sementara Icha sedang berargumentasi dengan nyonya Angi masalah rencananya yang telah gagal total itu.


"Sudah aku bilang kamu, terlalu gegabah melakukan hal itu, seharusnya kamu tidak perlu memperlihatkan itu di depan tamunya cukup di depan Hendrawan." kata nyonya Angi.


"secara tidak langsung ,kamu bukan saja mempermalukan Renata tapi juga Hendrawan." kata nyonya Angi lagi .


"Tapi bukankah waktu itu nyonya, setuju dengan rencana itu sebelumnya ?" tanya Icha .

__ADS_1


"Saya tidak pernah bilang begitu ?" kata nyonya Angi .


"Seperti kamu harus bersiap menghadapi, Hendrawan dan jangan libatkan aku dalam masalah ini , mengerti?" kata Nyonya Angi.


"Anda mau main aman ?" tanya Icha yang mengetahui sikap licik nyonya Angi .


"Dengarkan aku, Icha kalau kamu, mengaku kesalahan mu, tentu saja aku masih bisa membantu kamu untuk meminta maaf dan Hendrawan tidak kan memperpanjang maslah ini, dan kamu bisa menyusun rencana yang lainnya." kata Nyonya Angi menenangkan Icha.


"Bagiamana aku masih tetap ingin kamulah yang menjadi menantu ku ,bukan Renata orang kampungan itu, kamu lebih cocok dengan Hendrawan kita satu level."


kata nyonya Angi memegang tangan Icha.


"Lalu apa yang harus aku lakukan ?" tanya Icha.


"Kamu tinggal minta maaf pada Hendrawan dan Renata atas kejadian ini, semua kamu lakukan karena cinta pada Hendrawan hingga membuat mu, melakukan apapun demi bisa bersama dengan dia, dengan demikian Hendrawan atau Renata dan masyarakat masih bisa menerima dan memaafkan kesalahan mu, mungkin ini akan menjadi pro dan kontra namun setidaknya kamu tidak masuk penjara karena melakukan tindak tidak menyenangkan atau menyebar berita hoax atau memfitnah Renata, aku yakin mereka tidak akan memperpanjang maslah ini." kata Nyonya Angi menasehati.


"Ya..sudah ,saya akan pulang dulu untuk saat ini saya harus kembali ada di rumah Atmanegara untuk memantau situasi dan perkembangannya, aku dengar tadi Hendrawan telah terbang ke Semarang dan menjemput Renata menyewa Jet pribadi ." kata Nyonya Angi .


"Oke ." kata Icha yang ikut berdiri untuk membuat pintu buat nyonya Angi.


"Bye." kata Nyonya Angi.


Icha segera menutup pintu apartemennya dan duduk di kamarnya.


"Seperti aku harus menuruti nasehat nyonya Angi karan aku tidak boleh gegabah dan berkahir di penjara, aku belum bertemu dengan Berta untuk mendapatkan informasi tentang Nyonya Angi, aku harus mendapat kan karu As untuk memenangkan pertandingan, aku sekali melangkah dua tiga musuh terlampaui." gumam Icha berusaha menenangkan diri.

__ADS_1


Icha di kagetan dengan suara Handphone di lihatnya nomer dari tuan Hendrawan Atmanegara.


"Hello ." jawab Icha lembut.


"Besok pagi kamu datang ke kantor saya ." perintah Hendrawan.


"Untuk apa tuan Hendrawan ?" tanya Icha.


"kamu jangan pura-pura tidak tau ,kamu boleh memilih datang ke kantor ku unik klarifikasi dan membuat permohonan maaf atau kamu di jemput polisi." kata Hendrawan tegas.


"Baik ,tuan Hendrawan saya akan datang besok pagi ke kantor anda." kata Icha.


"Ya, sudah ." kata Hendrawan segera mematikan telfonnya.


"Ceh... sombong sekali, kenapa kamu tak lagi mengenali aku lagi," tuan Hendrawan Atmanegara seharunya kalau kamu cinta kamu akan mengenali aku, meski berganti seribu wajah sekalipun ." Gumam Icha kesal, lalu merebahkan dirinya dan tidur.


----++++++++ Bersambung++++++++-------


"Terimakasih untuk kunjungan nya para pembaca dukung dengan LikeπŸ‘ dan


komentar ✍️thanks you All .


jangan lupa dukung. kisah Lain


semalam Berujung Petaka atau

__ADS_1


cinta pertama tak lekang waktu ,


πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹


__ADS_2