Bayangan Sang Mantan

Bayangan Sang Mantan
menjumpai Hongjie lagi.


__ADS_3

Seperti biasanya Renata menjalankan keseharian nya Karena Hendrawan masih di rumah sakit dan tidak di izinkan untuk memegang Handphone, membuat Renata merasa sunyi sepi sendiri.


setelah menutup butiknya malam itu, Renata keluar lagi mengendarai motornya menuju bengkel Hongjie yang masih buka meski sudah malam , dia katanya akan tutup jam 11 malam.


Re , memarkirkan motornya di depan bengkel Hongjie,sang pemilik tersenyum menatap Renata.


senyum yang seperti biasa ramah namun menggoda , dia memang ahli menaklukkan hati wanita meski kalau di lihat secara fisik tidak begitu tampan dan tubuhnya juga kerempeng tidak begitu atletis.


Namun karena Hongjie seorang yang mudah bergaul dan ramah serta wawasan cukup luas enak di ajak ngobrol apa saja, membuat banyak orang nyaman saat berbincang atau curhat.


cuma kelemahannya dan kenakalan nya selain suka tebar pesona dia suka sekali bicara mengarah ke area 17 tahun ke atas sedikit mesum alias *****.


Hongjie bahkan tak sungkan bicara soal permainan di ranjang dengan pacarnya yang dulu dengan Renata .


"Hai ,Baby .. kangen ?" kata Hongjie menyapa Renata.


"iya Kangen bau Oli motor " jawab Renata


yang di sambut dengan tawa oleh Hongjie, dia tentu tak marah dengan ledekan Renata dia orang yang anti baper meski dia suka baper"in


orang apalagi cewek suka pakai banget itu.


Renata ,duduk di kursi yang kemarin dia duduki.


melihat Hongjie buang masih bekerja untuk membetulkan motor costumer nya.


"Sudah malam kok masih buka Jie,?" tanya Renata.

__ADS_1


"Iyalah ngapain tidur cepat, kan lumayan kalau ada yang datang nambah rezeki aku " jawab Hongjie.


"Hidup sediri kenapa, harus buka sampai malam ," tanya Renata lagi .


"untuk bayar kontrakan dan menabung, siapa tahu aku menemukan pasangan kuda liar "jawab Hongjie masih dengan nada bercanda.


"Ceh..kenapa harus mencari sama kuda liar, mau jadi apa nanti anaknya ?" jawab Renata.


"Ya ,sama jadi kuda liar masak mau jadi kuda kerjaan ?" jawab Hongjie.


"mau kopi " tanya Hongjie.


"tentu saja ,aku kesini kecanduan kopi kamu, sebenarnya kamu kasih apa tuh kopi ' jawab Renata.


"Emang kasih apa bab, alasan kau saja bilang saja kangen sama yang buat kopi ?" jawab Hongjie tepat sasaran.


"Nih, kopi kamu ," kata Hongjie meletakan kopi yang di buatnya untuk Renata dan dia juga membuat untuk dirinya sendiri kopi hitam baginya.


"Ada apa masih mau , konsultasi atau curhat ?" kata Hongjie.


"gaya mu, kayak psikiater saja ," jawab Renata


"Raut mukamu betek kali, pastilah banyak maslah dan ingin curhat !"


"Kata siapa ?"


"kata aku lah ,masak kata nenek moyangnya!"

__ADS_1


"Ceh.,. bisa ajak kou Jie "


"menurut kamu, apakah sebagi seorang lelaki yang berkata bahwa dia mencintai mu, namun masih keep kontak dengan mantannya tidak mungkin berbagi cinta ?" tanya Renata.


"Tergantung lelakinya, bisa saja itu hanya alasan untuk sesuatu hal , misalnya sebenarnya masih saling cinta namun karena mereka di jodohkan dengan yang lain misalnya? jawab Hongjie.


"Tapi sang wanita maupun pria bersumpah bahwa mereka hanya ingin menjalin silaturahmi dan hanya menganggap hanya mengasihi menyayangi atau mencintai sebagai saudara saja" lanjut Renata


"apa kamu yakin dengan pertanyaan mereka?" tanya Hongjie.


"sembilan puluh persen !" jawab Renata.


"Yakin tidak ada cinta bersemi kembali?" tanya Hongjie.


"itulah yang aku , bilang sepuluh persen kemungkinannya ada meski aku yakin mereka sudah punya pasangan masing namun , tentu sebagai seorang wanita akan berfikir demikian ?" jawab Renata.


"jadi menurut kamu kisah ku, ini harus di akhiri saja atau dilanjutkan ,jie ?" tanya Renata lagi .


----++++++++ Bersambung++++++++-------


"Terimakasih untuk kunjungan nya para pembaca dukung dengan LikeπŸ‘ dan


komentar ✍️thanks you All .


jangan lupa dukung. kisah Lain Semalam berujung petaka atau cinta pertama tak lekang waktu ,


πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹

__ADS_1


__ADS_2