
Hendrawan berusaha menahan, dirinya untuk tetap tenang.
"Kenapa anda keras kepala Renata , tanya Hendrawan.
"Ya ..memang saya dari dulu keras kepala, kenapa anda mencintai orang keras kepala seperti saya , jawab Renata.
"apa maksud kamu berkata demikian ' tanya Hendrawan.
"Saya memang keras kepala dan tidak bisa tunduk dan lembut seperti mantan- mantan anda , jawab Renata
"Saya tidak pernah membandingkan kamu dengan mantan saya, bagi saya kamu adalah kamu ,saya tidak pernah membandingkan kan kamu ? kata Hendrawan.
"Tentu kamu tidak pernah membandingkan saya dengan mantan kamu, tapi anda meminta saya untuk diet supaya saya sama dengan Andini bukan ? "karena Andini dulu juga berisi dan anda membuat dia menjadi langsing dan meminta saya memakai gaun yang sama dengan ? Kata Renata yang marah .
"apa anda belum move on darinya, .... aku tak ingin jadi Bonek anda aku tidak ingin jadi bayang-bayang nya , aku tidak akan hidup dari bayangan mantan anda aku tidak ingin jadi tempat pelarian anda, jerit Renata yang memendam kekesalannya beberapa hari oleh karena perlakuan Hendrawan yang terus mengatur hidupnya setelah memutuskan pacaran dengannya.
"Semalam Andini bercerita dulu dia pernah makan potato chips di ranjangnya dan anda mengetahui anda tidak marah, dan and adegan so sweet malah membantunya mengantikan sprei nya , kata Renata.
'jadi karena kamu cemburu sehingga kamu membantah dan mencoba memberontak ? tanya Hendrawan yang sudah mulai tersulut emosi.
" Tidak saya tidak cemburu, kalau pun kamu kembali padanya pun aku tidak akan cemburu, kata Renata juga sudah kehilangan akalnya.
'kamu....!! Hendrawan memegang kepala yang terasa pening dan duduk di sana menenangkan diri namun dia telah tergeletak di meja membuat pengawal segera berlari mendekat dan segera menelfon ambulance.
Renata mematung sebentar sebelum memegang dan menggoyang tangan Hendrawan.
"Hendrawan... jangan menakutinya saya, kamu kenapa... tanya Renata memandangi Hendrawan.
tidak berapa lama ambulance telah datang dan segera menangani tubuh Hendrawan membawa nya kerumah sakit.
Renata mengikuti nya, dengan tetesan air mata, sedih, menyesal dan rasa kesal yang menjadi satu dalam hatinya.
__ADS_1
setelah Samapi dan di tangani , Renata masih duduk di kursi ruang tunggu saat, nyonya Angi datang.
"Re... ada apa dengan Hendrawan ? tanya Nyonya Angi ibu Hendrawan.
"saya tidak tau dia hanya terlihat pusing lalu jatuh pingsan di meja tempat kami sarapan pagi ,anda bisa tanya dengan Dokter, kata Renata.
"baiklah ,kamu boleh pulang saya akan menunggu dia disini , jawab Nyonya Angi.
"kalau begitu saya permisi dulu nyonya saya pergi kerja dulu. kata Renata menusuk hormat lalu pergi.
Renata pergi dari rumah sakit dengan perasaan tak menentu , kawatrir dan menyalahkan diri nya , namun dia juga masih merasa kesal kalau saja dia tak keras kepadanya tentu dia tak perlu bertengkar dengan nya.
Dan dia merasa kesal dengan semua ini, mungkin juga karena Renata yang dari dulu hidup sangat bebas dan semau guwe harus di beri peraturan sangat ketat apalagi mendengar bahwa Andini tidak pernah di perlakukan demikian sedangkan dengan dia, Hendrawan sangat keras dan ketat sekali.
Bagiamana dia bisa menerima semua ini dengan mudah dan bisa menuruti semua ini dengan tak membantah seperti tuntutan Hendrawan, yang menuruti nya tanpa membantah semua peraturan dan perkataannya.
dia akan menggunakan, ayat yang paling terkenal dalam seluruh jagad raya ini ,seorang istri harus tunduk pada suami dan aku harus belajar muslim dari sekarang karena aku adalah calon istrinya satu-satunya , achh itu hanya alasan nya , bantah Renata dalam hati
meski Renata juga tau bahwa ayat itu memang ada dalam Alkitab mungkin, karena hatinya sudah di sulut rasa amarah dan dia bertanya pada diri sendiri apakah benar dia cemburu pada Andini .
Renata menghela nafas panjang dan segera turun dari bus yang di naikinya setelah tau sudah dekat tempat kerjanya.
Renata berusa tetap tenang meski hatinya tidak karuan , bagaimana keadaan Hendrawan sekarang , apakah dia sudah sadar , apakah dia baik-baik saja.
semua perasaan itu tersus berkecamuk dalam hatinya , seat makan siang terlihat Andini datang ke warung makan tempat dia bekerja.
Renata mendekati nya setelah Andini melambaikan tanggan ke arahnya.
"Re.. apa kamu tau kalau Hendrawan masuk rumah sakit ? tanya Andini setelah Renata duduk di depan nya.
"Ya.. saya tau, kata Renata lirih
__ADS_1
'Apakah kamu tau kenapa dia masuk rumah sakit ? tanya Andini lagi.
"saya tidak tau , kata Renata lirih.
"kata teman ku yang jadi suster yang ada disana , mengatakan bahwa dia mengalami darah tinggi yang sangat tinggi sehingga mengalami serang jantung dan harus di rawat di rumah sakit , kata Andini sambil menatap tajam Renata seolah menyelidiki sesuatu.
"Apa kamu tau ,kalau terus begini itu sangat berbahaya buat jantungnya ? kata Andini.
Renata hanya menggeleng dan meneteskan air mata , mengigit bibirnya sendiri berusaha menahan rasa sakit yang menusuk hatinya.
Andini setelah, makan lalu pergi dari situ dan Renata hanya memandang tubuh Andini yang tinggi langsing itu , mengunakan gaun dengan sangat anggun .
Renata tak dapat membohongi dirinya sangat beda jauh dengan Andini .
Ranta tingginya 153 cm dengan berat badan yang over weight , pipi nya yang teman membuat dia terlihat imut menurut nya ,dan dia merasa tak perlu merubah apapun yang ada pada dirinya.
Dia pun tak perlu menjadi seperti Andini atau siapapun . selama ini dia selalu percaya bahwa orang mencintai nya , oleh karena hatinya bukan body atau penampilannya ,dia bahkan tidak begitu perduli dengan penampilan.
Tidak perlu berdandan hanya menarik perhatian seseorang dan dia selalu berkata kalau orang mencintai kita ,dia juga harus dapat dan mampu menerima baik dan buruknya pasangan .
tidak perlu menurut pasangan sesuai yang kita mau tapi harus saling menghargai dan menghormati, Renata sudah terlalu banyak berfikir tentang Hendrawan yang dia rasa seolah ingin merubah dirinya seperti Andini.
dia terlalu banyak berfikir bahwa Hendrawan ingin membuat Andini hadir dalam dirinya.
"Tidak aku tidak akan melakukan nya, aku tidak mau di jadikan bayangannya , teriak Renata dalam hati .
Renata terlalu banyak berfikir dan mengembara dengan semua pikirannya sendiri sampai sejauh itu menyimpulkan nya.
meski sebenarnya mungkin tak seperti yang dia pikirkan, Renata sendiri memang hidup dan berkembang dengan cara berfikir dan pola pandangnya sendiri ,selama bertahun - tahun sudah biasa melakukan apapun yang di anggapnya baik dan benar dan dia akan terus berjalan pada apa yang di pikirkan nya itu, seorang yang sangat keras kepala dan tidak mudah di atur atau di tudukan .
-----++++++++ Bersambung++++++++-------
__ADS_1
terimakasih untuk kunjungan nya para pembaca dukung dengan Likeπ dan komentar βοΈ
thanks you All ,,ππππππππ