
"Hendrawan Atmanegara, apakah kamu benar-benar mencintai aku ?"
Kata-kata Renata itu masih terlihatlah di benak Hendrawan, dia telah menganalisis akan adanya sesuatu yang tidak biasa dari pertanyaan dan raut muka Renata barusan.
Namun untuk sementara Hendrawan belum bisa mengintrogasi Renata soal hal itu, ada sesuatu yang lebih penting dari sekedar itu.
Dia ingin segera ke kantornya , selain mengurus beberapa pekerjaan yang belum selesai,dia juga ingin segera memperkenalkan kepada beberapa staf kantor , sehingga kalau Hendrawan meminta Renta datang ke kantor dia dengan mudah masuk tanpa melalui pemeriksaan.
Hendrawan membawa , Renata masuk dan langsung semua yang ada di situ membungkuk hormat melihat sang direktur mereka datang.
Renata langsung di bawa ,ke ruang Hendrawan dan Hendrawan memperkenalkan nya pada beberapa staf dan juga Manager nya jika sekertaris Mr Luang.
Mr Luang adalah seorang Meneger hadal di perusahaan kepunyaan Hendrawan orang kepercayaan kakek waktu masih hidup dan banyak menyimpan rahasia perusahaan ataupun keluarga Hendrawan.
Setelah acara perkenalan, Renata tidak di perbolehkan pulang dia menemani Hendrawan sampai selesai bekerja.
Pulang ke rumah Hendrawan untuk makan malam bersama baru Hendrawan akan mengantar Renata pulang .
"Re, ayo kita pulang ,kerumah makan malam bersama nanti aku akan mengantar kamu pulang ." kata Hendrawan pada Renata.
Renata hanya menurut saja,meski hatinya berdebar-debar bagaimana nanti nyonya Angi bertemu dengan Renata dan mengajak nya pulang ke rumahnya.
Renata masih ingat apa yang di katakan nyonya Hari ini, sepertinya Hendrawan tidak tau akan hinaan ibunya pada Renata.
Renata penasaran , bagaimana reaksi nyonya Angi, bagiamana sikapnya kepadanya di depan Hendrawan.
kalau memang ingin menjodohkan Hendrawan dengan Anak kadung yang di sembunyikan itu kenapa tidak dari dulu.
Oh..lupa, kata Andini 'mereka pernah di pertemuan dan berusaha di dekatkan namun keduanya tak pernah ada ketertarikan dan beda selera.
Anak nyonya Angi seorang wanita yang suka berfoya-foya party serta shopping menjadi hobi nya.
__ADS_1
Sedang Hendrawan selalu punya selera wanita yang penurut anggun dan baik hati tentu menjadi pilihan utamanya.
Renata sediri masih tidak tau ,apa sebenarnya yang membuat Hendrawan jatuh cinta padanya ,semua kriteria yang di buat oleh Hendrawan wanita penurut ,elegan, slim baik hati ah mungkin hanya satu yang masuk yaitu baik hati itu yang kira-kira di nilai sendiri oleh Renata.
Renata dan Hendrawan segera sampai ke rumah setelah memasuki gerbang utama rumah besar milik Hendrawan.
Mereka di sambut beberapa asisten rumah tangga yang menunduk hormat pada mereka, jangan membayangkan terlalu dramatis mirip orang kaya di drama Korea.
Yang memakai seragam membuka hormat layaknya putri kerjaan yang di sambut, tapi lumayan cukup membahagiakan dan membahagiakan bahwa Renta sudah di sambut dengan baik oleh semua asisten rumah itu, karena mereka tau Renata sebentar lagi akan menjadi nyonya muda dalam rumah besar milik Atmanegara itu.
"Nyonya Angi kenapa anda ,tiba-tiba berubah sikap kepada ku , bagaimanapun anda juga bukan keturunan Atmanegara dan cuma anak pungut saja , seperti aku tidak akan melepas Hendrawan pada anda , karena anda teryata punya niat jahat menguasai harta milik orang lain , bagaimanapun Hendrawan tetap pemilik utama , meski saya tidak ada niat untuk memiliki harta , namun and keterlaluan menghina saya dan berusaha memisahkan dua insan yang sama-sama jatuh cinta ,aku akan pastikan anda tidak berhasil dan kalau Hendrawan tetap memilih ku , pastikan saja posisi mu ,aman ," Renata membatin dan memikirkan hal itu seolah ingin membalas rasa sakit hatinya apalagi Hendrawan telah memperkenalkan pada staf perusahaan dan di rumah ini ,dia telah di sambut dengan baik.
Di ruang tamu Renata bertemu dengan nyonya Angi dan Renata tersenyum tipis.
"Ma...kita makan bersama dengan calon menantu anda , " kata Hendrawan tersenyum bahagia.
Renata tersenyum menatap, ke arah nyonya Angi .
"Re..panggil mama, belajar dan membiasakan untuk memanggil beliau mama bukan nyonya," kata Hendrawan membenarkan.
Nyonya Angi mendekat dan menyalami Renata dan bercipaka-cipiki dan berbisik pelan dan lirih saat dekat ke telinga Renata.
"Jangan belagu dan kurang ajar !" bisik nyonya Angi.
"Ah..nyonya siapa yang berani melakukan demikian, saya hanya menghargai anda di depan Hendrawan ."bisik Renata.
Lalu mereka segera masuk ke ruang makan dan pelayanan ruang sudah menyidangkan banyak makan di meja.
"Ma..apa sudah menentukan tanggal untuk kita datang kerumah orang tua Renata ?" tanya Hendrawan.
"Belum mama sibuk sayang ,"jawab nyonya Angi .
__ADS_1
"Mah ..! Hendrawan ingin secepatnya menikah dengan Renata ." jawab Hendrawan.
"Kenapa harus buru-buru apa tidak saling mengenal lebih dekat lagi dan memastikan calon istri kamu ?" tanya Nyonya Angi sambil melirik ke arah Renata.
Renata hanya tersenyum mendengar itu semua,dia sudah yakin Hendrawan memang mencintai dan memilih dia menjadi calon istrinya.
di depan Monica, Hendrawan pun telah membuktikan," bahwa dia tetap memilih Renata meski Monica yang cantik elegan lembut , cinta pertama bahkan monica selalu membanggakan diri di hadapan Andini dan Renata bahwa dialah wanita yang sangat di cintai oleh Hendrawan.
sekarang orang ketiga itu ,bukan wanita lain yang ada di luar sana , tapi ibu angkat nya ini siapakah yang akan di pilih Hendrawan ini jauh lebih berat daripada bersaing dengan wanita lain.
Tapi Renata sedikit lega telah mengetahui siapa lawannya dan nyonya Angi bukan lah, ibu kadung dari Hendrawan.
peluang menang hati Hendrawan lebih tinggi meski terlihat mustahil tetapi setidaknya ada peluang untuk gak itu.
Renata bias lebih suka mengalah ,dia hidup di gerakan oleh belas kasihan , cinta dan Tuhan namun saat dia di gerakan oleh kebencian tentu itu akan jadi maslah besar bagi siapa yang menjadi lawannya.
Orang selalu berfikir kekuatan terbesar itu cinta ada yang sebaliknya, bukan sekedar the power of love tapi juga the power of hurt or revenge "
yang artinya bukan sekedar kejutan cinta tapi kekuatan sakit hati atau dendam juga mempunyai daya ledak yang sangat kuat selain bom Nagasaki dan Hiroshima yang membuat Jepang menyerah mundur.
Renata seperti menerima tantangan dari wanita yang cukup punya power dan kekuatan besar itu di keluarga Atmanegara.
Namun jangan lupa sang putra mahkota sudah jatuh cinta dengan Renata yang urakan dan bar-bar itu mesti sudah berusaha lebih lembut karena tuntutan dan bimbingan Hendrawan tapi jika di bangunan dan di usik terus tentu Renta akan mengaum laksana macan atau singa , karena bagaimana dia telah hidup di jalanan bertahun-tahun dan punya daya juang kuat dia tak mudah di pukul mudur saat dia berniat maju .
----++++++++ Bersambung++++++++-------
"Terimakasih untuk kunjungan nya para pembaca dukung dengan Likeπ dan
komentar βοΈthanks you All .
jangan lupa dukung. kisah Lain Semalam berujung petaka atau cinta pertama tak lekang waktu ,
__ADS_1
ππππππ