
Renata memberi surat peryataan dan juga pesangon cukup banyak bagi ke tiga karyawannya , lalu mereka di suruh pulang.
" Oya.. kalau sekiranya kalian di ikuti seseorang lebih baik jangan langsung pulang , kamu bisa belok ketempat lain dan sembunyi dulu, lebih baik antisipasi." kata Renata mengigat ketiga karyawannya.
" Tapi benar ya, nona Renata kalau nona jadi menikah kami boleh bekerja lagi di tempat nona ." kata Tiara salah satu karyawan yang mulai menangis.
"Iya.. tidak usah menangis, kayak gitu saya juga harus melihat situasi kalian tidak tau siapa nyonya Angi sebenarnya." kata Renta lagi.
"Sudah kalian cepat pulang, aku mau istirahat juga agak pusing ." lanjut Renata.
"Kalau begitu biar ,saya antar ke dokter kata Tiara .
"Tidak usah ,mungkin hanya kecapekan dan kurang tidur ,saya hanya butuh minum obat sakit kepala dan tidur pasti juga sembuh, mungkin hanya butuh istirahat saja , terimakasih Tiara." jawab Renata.
mereka lalu berdiri berpelukan dan berpisah rasanya berat meninggalkan tempat kerja mereka karena punya bos seperti Renata yang bos seperti teman.
Renata menatap kepergian mereka , lalu menutup pintu dan naik ke atas Renata meminum obat sakit kepala dan tidur.
__ADS_1
suara telfon pun tak di hiraukan karena rasa kantuk yang teramat berat , entah karena dia mamang sakit atau sesuatu yang lain.
setelah minum obat , matanya terasa berat dan enggan untuk di buka.
Renata terbangun setelah hawa panas terasa memasuki ruangan kamarnya dia terbangun dan keluar kamar.
terlihat kobarkan api yang sangat besar dia terbatuk-batuk, suasana sangat mencekam.
Renata gemetaran , berusaha menenangkan diri untuk sesaat.
mengumpulkan nyawanya yang masih tersisa di alam mimpi , berjalan agak sempoyongan , pengaruh obat yang dia minum sangat kuat sekali, Renata segera menyambar tas dan merasuk barang penting termasuk obat dan surat-surat penting kepunyaan.
Kebakaran itu semakin hebat dan merajalela asap hitam mulai mengepul dari tempat itu ,sepertinya Renata tidak bisa turun lagi , dia melihat kobaran api dari bawah yang makin besar.
kebakaran itu terjadi dari sebelah kanan rukonya , Renata menarik korden dan membuat nya menjadi tali, dia segera turun keluar melalui jendela ,yang sebelah kiri nya, berusaha untuk turun dari lantai tingkat dua di mana dia tinggal untuk tidak terlalu tinggi Renata segera meloncat saat tali tak cukup lagi dan mulai terbakar juga.
terdengar dari jauh suara sirene pemadam kebakaran yang mulai sampai ke tempat kejadian dan berusaha memadamkan api.
__ADS_1
Renata segera WhatsApp pada Hendrawan .
โก๏ธ๐ฑHen ,jangan telfon dan jangan cari aku ,aku baik- baik saja , kamu datang saja ketempat Andini dan pastikan ibu kamu tidak tau." kata Renata.
โคด๏ธ๐ฑ kenapa ? tanya Hendrawan .
Renata mengirim Vidio , saat nyonya Angi memberi dia surat perjanjian dan Renata juga mengirimkan foto perjanjian yang di tanda tangani oleh nyonya Angi.
"Aku tidak ingin berprasangka buruk ,tapi saya takut bahwa itu adalah niat ibu anda." kata Renata segera pergi dari persembunyian saat dia melihat dua bodyguard nyonya Angi yang berkeliaran di tempat itu.
----++++++++ Bersambung++++++++-------
"Terimakasih untuk kunjungan nya para pembaca dukung dengan Like๐ dan
komentar โ๏ธthanks you All .
jangan lupa dukung. kisah Lain semalam berujung petaka atau cinta pertama tak lekang waktu ,
__ADS_1
๐๐๐๐๐๐