
Mita segera membangun , Nyonya Renata.
"nyonya Renata bangunan." kata Mita sambil menggoyang, badan nona Renata perlahan.
Mita menunggu agak , lama telefon nya berdering membuat Mita kaget melihat di layar handphone nya, tuan Hendrawan yang menelfon nya.
"Aduh... celaka bagiamana ini ?" gumam minta .
"Hello Mita, di mana Renata kenapa saya telfon tidak di angkat ?" tanya Hendrawan.
"Nyonya sedang di toilet tuan !" kata Mita dengan suara sedikit bergetar.
"Kalau begitu bilang pada,Renta bahwa saya masih rapat ,jadi kemungkinan telat ke sana atau kemungkinan tidak bisa bergabung makan bersama."kata Hendrawan.
"O..tidak apa-apa tuan kita juga sudah selesai dan akan segera pulang." kata Mita.
"Bagus cepat pulang dan jangan kemana-mana, saya juga akan segera pulang setelah rapat selesai."kata Hendrawan.
"Baik tuan." jawab Mita.
Mita menarik nafas lega ,setelah tuan Hendrawan mematikan telfonnya , Mita kembali mencoba membangun Nyonya Renata.
"nyonya Renata bangun !' kata Mita lagi sambil membuka matanya.
"Mitha...!" suara lirih Renata.
"Nyonya sebaiknya kita pulang , sebelum tuan Hendrawan sanpai ke rumah ." kata Mita.
__ADS_1
"Apa yang terjadi dengan ku ?" tanya Renata yang mulai sadar dan melihat dirinya tidak memakai baju .
"Maafkan saya nyonya saya tadi tidak tau mengapa saya sakit perut ,lalu terpaksa ke toilet ,sehingga waktu nyonya pergi saya cepat-cepat mengejar anda dan teman anda, saya yakin bahwa tidak terjadi apa-apa." jawab Mita.
"sebaiknya kita cepat pulang , kita akan bicara di rumah saja." kata Mita segera membawa barang nyonya dan membantu nyonya megambil bajunya yang berada di sofa.
Mita segera memakai kan kain slayer nya ke kepala Nyonya Nagi supaya tidak terlihat orang apalagi dia telah melihat beberapa awak media yang ada di lobby hotel.
Mitha membawa nyonya Renata langsung pulang ke rumah Renta yang sudah mulai seger setelah mandi kembali datang mencari Mita untuk bertanya apa yang barusan terjadi padanya.
Renta hanya ingat dia datang makan-makan bersama teman-teman yang bekerja di bos Rio dan setelah meminum es kopi kepalanya sedikit pusing lalu matanya terasa berat untuk di buka, seseorang memapah keluar dan naik mobil dia berfikir bahwa itu adalah Mita.
"Mita segera naik ke atas sebentar?" kata Renata pada Mita yang baru selesai makan.
"Siap nyonya." jawab Mita langsung mengikuti nyonya Renata naik ke lantai atas.
"duduklah disini ,"kata Renata menepuk sofa di sebelahnya .
"Siapa nyonya " kata Mita lalu duduk sebelum nyonya Renata.
"sebenarnya apa yang terjadi tadi , Mita aku sangat takut sekali." kata Renata.
"Bukan hanya nyonya saya juga, saya sendiri tidak tau nyonya , yang saya ingat setelah minum jus jeruk yang di berikan seorang pelayan di sana , tiba-tiba perut saya sakit dan beberapa kali keluar masuk toilet, saat saya keluar mencari nyonya tidak ada, saya sangat panik tapi masih sempat melihat nona di bawa seorang naik taksi, lalu saya mengikuti nyonya.
saya sempat tertinggi karena harus menunggu lampu merah." kata Mita.
"Lalu apa yang terjadi ?" tanya Renata lagi.
__ADS_1
"Saya tidak begitu pasti tapi saat saya datang, nyonya sudah setengah telanjang, namun saya cek saya rasa belum terjadi sesuatu pada nyonya, karena saya sudah cek spary yang masih rapi, tak ada bercak apapun bahkan toilet di hotel itu pun masih kering, jadi saya menyimpulkan belum terjadi apa-apa mungkin dia hanya sempat membuka baju nyonya lalu pergi." kata Mita sedikit bergetar .
"Apakah tuan Hendrawan tau ?" tanya Renata.
"saya rasa tidak nyonya, tuan Hendrawan bilang masih di kantor dan tidak bisa datang bergabung malam dengan kita ,jadi saya telah bilang untuk tidak usah datang karena acara sudah selesai dan kita juga mau pulang." kata Mita.
"Kalau begitu jangan ceritakan apapun tentang kejadian ini." kata Renata.
"Baik nyonya ." jawab Mita.
"kalau begitu kamu cepat turun dan ingat ya, jangan sampai bocor kejadian ini,tolong aku menjaga rahasia ini." kata Renata memperingatkan Mita lagi bahwa ini benar-benar tidak boleh bocor.
"Siap nyonya, kalau begitu saya permisi." kata Mita membukukan badan lalu keluar dak ruang.
"Renta mati lah kau kalau sampai , Hendrawan Atmanegara, mengetahui hal ini."Renata bergumam .
Renata lalu berdiri dan berjalan menuju kamarnya di depan pintu kamar dia bertemu dengan Hendrawan yang menatapnya tajam.
----++++++++ Bersambung++++++++-------
"Terimakasih untuk kunjungan nya para pembaca dukung dengan Likeπ dan
komentar βοΈthanks you All .
jangan lupa dukung. kisah Lain
semalam Berujung Petaka atau
__ADS_1
cinta pertama tak lekang waktu ,
πππππππππππ