Bayangan Sang Mantan

Bayangan Sang Mantan
Membuktikan tidak suntik KB.


__ADS_3

"Re..mulai besok saya akan di ruang satu minggu ,dan mengerjakan berapa tugas kantor yang penting saja di rumah yang lain akan di tangani oleh manager Tan." jadi saya akan punya banyak waktu untuk mu." kata Hendrawan.


"Ha.... ' Renata melongo tak terkejut.


"Kenapa senang bukan di temani lelaki tampan seperti ku." kata Hendrawan membela wajah Renata.


"Happy ?" tanya Hendrawan lagi dengan senyum manis nya.


Renata tersenyum kuda mendengar itu, semua.


"Mulai besok aku ,bakal ada kamar dan di ajak bergulat dengan mister Hendrawan tentu tubuh akan merah semua." Renata membatin.


Dua hari Hendrawan ada di rumah dan hampir setiap hari dia melakukan hubungan suami istri dengan Renata seperti dia ingin cepat punya anak.


Siang itu Icha datang ke rumah Atmanegara dengan alasan ada surat penting yang harus di berikan pada Tuan Hendrawan.


"Ada apa kemari Icha ." tanya Hendrawan.


"Saya hanya ingin menyampaikan surat penting ini, seperti surat ini sangat penting karena bertuliskan Urgent, untuk nona Renata." kata Icha menyerahkan surat penting itu pada Hendrawan.


Hendrawan melihat surat itu dari rumah sakit MMC Grup .


"apakah Renata sakit namun menyembunyikan sakitnya pada ku." Hendrawan membatin lalu membuka isi surat itu.


"Apa.... pemberitahuan kalau Renata harus suntik KB sebelum tanggal 17 ?" kata Hendrawan.


"Jadi benar kalau nona tidak ingin punya anak dari tuan Hendrawan ?" kata Icha pelan.


"Apa...apa kamu bilang ?" tanya Hendrawan.


"beberapa hari lalu saya mendengar dari nona Renata curhat pada nona Andini bahwa nona Renata tidak ingin punya anak dari tuan Hendrawan , karena tidak ingin merawat anak yang punya penyakit jantung, seperti yang tuan derita seperti dulu ?" kata Icha.


"Kapan kamu mendengar itu semua ?" tanya Hendrawan.


"Beberapa hari lalu ,dia sebuah cafe ." kata Icha.


Hendrawan lalu teringat sore itu di saat Renata keluar bertemu di sebuah cafe tapi kata Renata Andini yang curhat bukan Renata.


"Baiklah kamu boleh kembali bekerja di kantor." kata Hendrawan.


"Baik tuan saya permisi dulu." kata Icha membukuk hormat lalu pergi.


Icha tersenyum melangkah keluar dari rumah Atmanegara, karena melihat muka Hendrawan yang menahan amara.


"Api mulai menyala perlahan namun pasti Renata kamu akan segera keluar dari ruang ini secara tak hormat, ha ha.... ." Icha tertawa senang di dalam mobilnya.


Hendrawan naik kelantai atas dan masuk ke dalam kamarnya duduk di sofa memperhatikan Renata yang tidur siang dengan sangat pulas.


cukup lama dia memperhatikan Renata Samapi dia terbangun dari tidurnya.

__ADS_1


"Sudah bangun ?" tanya Hendrawan.


"Hemm... anda tidak tidur siang ?" tanya Renata mengusap-usap matanya.


Hendrawan melangkah mendekati Renata dan duduk di sampingnya.


"Ini surat dari dokter kandungan di MMC Grup, apa maksud dari surat ini ." kata Hendrawan menyerah surat itu pada Renata.


Renata menatap tulisan itu dengan mata terbelalak lebar, bagaimana ada surat seperti ini datang ke kantor dan dia sediri tidak pernah suntik KB seumur hidupnya dan surat ini adlah suntikan lanjutan sebelum habis suntikan pertama .


"Mungkin mereka salah kirim , saya tidak pernah suntik KB di MMC Grup ." kata Renata.


"Apa kamu tidak ingin punya anak dari ku ?" tanya Hendrawan.


"Siapa yang bilang ?" tanya Renata .


"Jawab pertanyaan bukan balik bertanya Re." kata Hendrawan dengan nada suara meninggi.


"Tentu saja saya ingin mempunyai anak dengan mu meski saya tidak setuju punya sebelas anak anak setidaknya kita akan punya dua atau tiga anak yang imut-imut." jawab Renata.


"Jujur saja tidak apa-apa kalau kamu tidak ingin punya anak dari ku, tentu saja aku tak akan memaksa kamu mempunyai anak dari ku." kata Hendrawan.


"Tapi aku benar-benar ingin mempunyai anak dari mu." kata Renata.


"Lalu ini apa .?" tanya Hendrawan.


"saya tidak tau, karena saya tidak pernah melakukan nya." kata Renata lagi .


"ya ..tentu siapa takut , supaya tak kebenaran nya." kata Renata.


"Baiklah cepat ganti baju dan sekarang kita pergi kesannya." jawab Hendrawan.


Tak butuh waktu lama Renata telah berganti baju dan segera keluar bersama dengan Hendrawan menuju ke rumah sakit MMC Grup.


"Tuan Hendrawan ada yang bisa kami bantu ?" tanya resepsionis MMC Grup.


"ke dokter kandungan." kata Hendrawan.


"mari silahkan, kata resepsionis nya kalau berjalan di depan menunjukan ruangan. dokter kandungan bernama Anggun.


"Tok-Tokk..! sang resepsionis mengetuk pintu.


"Masuk ! " suara dari dalam.


"dokter Anggun tuan Hendrawan mau memeriksa istrinya." kata resepsionis itu.


"Silahkan masuk..! " kata Anggun.


Hendrawan segera menarik kursi untuk istrinya nya dan Renata duduk di sana.

__ADS_1


"Saya langsung pada pokok nya, apakah anda salah mengirim surat ini pada istri saya." kata Hendrawan pada dokter Anggun.


dokter Anggun segera memeriksakan surat itu dengan teliti.


"Benar ini kami kirim untuk istri anda ,karena dari data suntik KB tangga 17 adalah batas waktu habis KB pertama dan perlu suntik lagi bila tidak ingin hamil ?" kata dokter Anggun.


"Apa... dokter kapan saya suntik KB ,saya sendiri tidak pernah melakukan hal itu ?" Renata membatah peryataan dokter Anggun.


"Nona apa maksud anda kami salah mengirim surat ini ?" tanya dokter Anggun.


"Saya akan mencairkan data anda pertama kali anda melakukan suntik KB yang pertama, silahkan tunggu sebentar." kata dokter Anggun sopan dan tersenyum ramah.


Anggun segera mengambil data yang dia dapatkan beberapa hari yang lalu tentang data Renata saat suntik KB.


Dia sediri lah yang mengirim surat itu ke kantor Hendrawan, atas permintaan Monica yang ingin membuat Hendrawan marah dengan Renata sehingga Monica punya peluang lebih besar untuk mendekati Hendrawan.


Monica juga bilang mulai bersahabat dengan nyonya Angi supaya dia bisa masuk ke rumah keluarga Atmanegara dengan bantuan nyonya Angi yang punya tujuan sama untuk mengusir Renata dari ruang itu.


Monica cukup pintar untuk mencari peluang dan pintar untuk mencari celah supaya dia masuk ke dalamnya.


"Sehari Hendrawan memilih Monica bukan Renata dari segi apapun Monica lebih cocok dan lebih baik dari Renata.


Renta yang gemuk pendek dan terlihat tidak begitu pandai kurang pendidikan dan kurang Elegan sungguh tak pantas bersanding dengan Hendrawan Atmanegara.


Anggun segera kembali ke ruangannya dan menyerahkan dokumen data dan riwayat Renata saat suntuk KB dan suntik vaksin sebelum menikah.


"Ini data anda bukan ?" tanya Dokter Anggun pada Renata dengan menyodorkan File yang tadi di bawahnya.


"iya ..tapi saya tidak pernah suntik KB !" kata Renata tak percaya melihat data tersebut.


"Begini tuan Hendrawan, anda tentu masih ingat sebelum kalian menikah , kalian di wajibkan untuk suntik Vaksin dan nona Renata meminta kepada kami untuk mengatakan pada anda bahwa semua suntikan hanyalah suntik Vaksin dan vitamin saja dan memohon kepada kami untuk merahasiakan nya, Anmum karena anda sudah mengetahui saya terpaksa mengakui semua kesalahan saya ,mohon di maafkan kata Dokter Anggun berdiri membungkuk memohon maaf.


"Apa yang anda katakan Dokter, saya tidak pernah melakukan itu Hendrawan percayalah pad aku." kata Renata memandang dokter Anggun dan Hendrawan.


"Nona sudah jujur saja, itu lebih baik ,untuk Kb suntik, tentu bisa diketahui dengan pemeriksaan darah, saya rasa darah anda tidak akan mengkhianati anda bukan,anda bisa mengeceknya di laboratorium kami." kata Anggun.


Renata terdiam, bagiamana mungkin ada cerita seperti ini, dia sediri tidak pernah berbicara dan kenal dengan dokter Anggun .


----++++++++ Bersambung++++++++-------


"Terimakasih untuk kunjungan nya para pembaca dukung dengan LikeπŸ‘ dan


komentar ✍️thanks you All .


jangan lupa dukung. kisah Lain


Semalam Berujung Petaka atau


cinta pertama tak lekang waktu ,

__ADS_1


πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹


__ADS_2