Bayangan Sang Mantan

Bayangan Sang Mantan
Tetap berteman dengan Emely.


__ADS_3

Setelah terjadi sedikit pertengkaran, itu paginya Renata sangat bad mood .


Renata menelfon Andini dan curhat padanya tentang kejadian itu , namun Andini membenarkan sikap Hendrawan.


"Ya... kenapa kamu membela Hendrawan ?' tanya Renata.


" Tentu saja dalam hal ini Hendrawan memang benar, kamu apa tidak berfikir dengan jernih untuk apa dia mempertahankan kamu, toh kalau di fikir disana bukan tidak ada yang mencintainya, toh aku yakin bukan cuma Emely yang menyukainya ada beberapa suster juga menyukainya, karena selain tampan Hendrawan seorang yang penuh dengan wibawa dan pesona " jawab Andini yang tak mau kendor mebela Hendrawan yang di anggap Kakak baginya.


"mereka selalu kompak saling membela satu sama lain , wajarlah orang masih merasa masih ada rasa di antara mereka , kurasa bukan aku saja yang akan merasa begitu kalau di tanya pada orang lain , Renata menggerutu dalam hati .


"Re .. hallo , dengar suara saya " tanya Andini.


"iya ,dengar belum ,Budek ' saya " jawab Renata.


"sampai sekarang kamu itu ,hanya berfikir menurut mu baik dan benar tanpa memperdulikan orang lain dan perasaannya , seperti kamu selalu berfikir aku dan dia memang cocok bersama dan bisa kembali kalau dia telah sehat, bukakan aku pernah berkata itu hanya bercanda dan kamu menganggapnya serius !" kata Andini.


" Tentulah dulu waktu aku, bercanda kalau misalnya kamu ingin kembali setelah dia sembuh aku tidak apa-apalah karena kamu memang tau dan mengerti semua tentangnya , kamu marah sama aku dan mengatakan aku tidak punya otak " kata Renata membela diri.


"Dan Hendrawan pun marah-marah ke saya , tentu saja saya tidak pernah bisa berargumen dengannya demi menjaga kesehatan ,setiap darah tingginya naik pasti yang kau marah aku , karena dia baru bertengkar dengan ku " lanjut Renata tak terima.


"Lalu kenapa masih melakukan, cobalah menurut dengan nya, bukankah kamu dulu pernah bilang pada ku, mengiginkan lelaki tegas yang akan memimpin mu serta menaklukkan mu , bukankah doa mu sudah di jawab Tuhan mu dengan tepat ?" jawab Andini menegas dan mengingatkan Renata.


"Achh ....curhat sama kamu bukan lega tapi tambah pusing " keluh Renta .


"O ya..sudah sana ,curhat sama teman mu , yang selalu bicara manis dan so sweet dan lebih banyak yang berkhianat pada teman , sorry kalau aku tegas dan kasar ini semua demi kebaikan kamu " jawab Andini yang ikut jadi emosi.


"Oke ! matikan telfonnya ' jawab Renata.


dan tentu saja Andini tidak segan untuk matikan telfon karena pad dasarnya mereka sama-sama keras .


Renata jadi tambah Bad mood , kesel tak terbendung jadinya di ambil potato chips yang kemarin dia beli .


di makanya sampai habis satu bungkus , saat membuka lagi terdengar suara handphone nya berdering.


di lihatnya nama Hendrawan di sana dengan santai dia masih memakan potato chips nya.

__ADS_1


" hallo honey how are you !" jawab Renata membuat suara manja yang di buat-buat.


"apa yang kamu lakukan ?" tanya Hendrawan.


"menjawab telfon ke ekasih ku " jawab Renata santai.


"apa yang kamu makan sekarang ! " tanya Hendrawan.


" Oh my God " teriak Renata spontan melepas potato chips yang di pegangnya.


"Sudah aku peringatan untuk menghindari makanan itu bukan ? "tanya Hendrawan.


"E..sa..saya Lupa !" jawab Renata.


"Oke, anda harus di hkum karena telah melanggar peraturan ". kata Hendrawan.


"saya... bukan anak kecil yang harus di hukum " bantah Renata.


"oke , kamu perlu tambahkan hukuman " tanya Hendrawan.


"katakan sekali lagi " kata Hendrawan


"Sudah, salah masih membantah !" lanjut Hendrawan lagi


"maafkan saya " kata Renata lembut.


"Baiklah ' Jawab Hendrawan


"Jadi tidak mendapat hukuman ? ' tanya Renata.


"Tetap tentu saja, kamu harus makan salad sayur sebulan ,makan dan video nya kirim ke saya " perintah Hendrawan..


"Yes..Sir ! " kata Renata yang tak mau berdebat lagi karena bisa memperberat hukuman nya.


"Bagaimana kabar Emely ," tanya Renata mencoba mengalihkan pembicaraan.

__ADS_1


"dia baik saja " jawab Hendrawan


"apakah dia marah pada mu , aku dengar dia orang yang tak bisa menerima penolakan ," tanya Renata.


"masih tetap baik , pada ku " jawab Hendrawan.


"Bagaimana dengan perasaan anda ? " tanya Renata.


"Biasa saja, saya hanya mengapa dia sebagai teman , kata tan atau suster yang ada disini Emely sedikit depresi saat di tinggal mati kedua orang tuanya dan selang berapa lama dia, kehilangan suaminya , itu menjadi pukulan berat baginya, " kata Hendrawan .


"Jadi saya, hanya membantu untuk tetap tenang dan memberi masukan dan konsultasi, bagiamana pun aku pernah sekolah kejiwaan " kata Hendrawan.


"Psikiater " tanya Renata.


"ya, sekarang bisa di gunakan , juga disini " jawab Hendrawan.


"Itu bagus kalau begitu !" kata Renata.


"kamu tidak masalah kan , aku tetap berteman dengan Emely " tanya Hendrawan.


"oke kalau begitu,saya tidur dulu , good night Renata." kata Hendrawan.


"Good night sweet dreams Hen " jawab Renata lalu mematikan telfonnya.


-----++++++++ Bersambung++++++++-------


"Terimakasih untuk kunjungan nya para pembaca dukung dengan LikeπŸ‘ dan


komentar ✍️thanks you All ."


πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹


jangan Lupa untuk baca novel baru dengan judul "Semalam Berujung Petaka "


menyelami fikiran orang Genius di sana !

__ADS_1


__ADS_2