
"Kenapa pula Billy datang kesini ,sudah malam lagi jangan sok kenal begitu aku sama sekali tak tertarik dengan lelaki yang lebih suka jadi peliharaan perempuan meski seganteng apapun." Icha bergumam dalam hati.
"Ting Tong " suara bell di pencet lagi.
"Ada apa ?" tanya Icha membuka pintu nya, sedikit tanpa membuka pintu besi yang ada di luarnya .
"O..maaf menganggu malam-malam saya menemukan kalung ini, di depan pintu apartemen saya dan kurasa ini punyak kamu saat terjadi insiden tabrakan." kata Billy mengulurkan kalung yang tadi di temukan oleh Billy.
"O ,iya memang punya saya, terimakasih."kata Icha lalu mengulurkan tangganya dan mengambil kalung itu.
"Maaf sudah malam tidak baik ,berbicara dengan lelaki jadi saya tutup pintu ya , terimakasih." kata Icha lalu menutup pintu.
"Ya...,sudah di tutup padahal mau minta nomer telpon nya." gumam Billy melangkah pulang.
Billy lalu masuk ke apartemennya terasa sepi dan sunyi Billy masuk ke kamar nya, di pelukannya guling di samping nya, lalu tidur.
Pagi yang cerah , Icha telah berdandan rapi, Monica atau Icha sudah siap untuk berangkat, dia megambil parfum yang ada di rak mejanya wangi lavender.
"Ah . wangi ini akan mengingatkan Hendrawan tentang Monica lebih baik saya memakai parfum lain ," gumam Icha.
"Hemm bagiamana kalau wangi Cendana , aku rasa aku harus mengunakan semua yang baru, sehingga Hendrawan mencintai wanita lain bukan Monica mantan nya ,tapi Monica yang baru yang bernama Icha ." gumam Monica dengan senyum yang merekah indah.
wajah Monica bertambah cantik lagi ,kalau di bandingkan dengan Renata tentu Re kalah jauh .
Monica berputar beberapa kali dan menata kembali bajunya dan tersenyum di depan cermin.
"Monica kamu sangat cantik, aku menyukai mu." kata Monica pada cermin di depannya.
Monica segera berangkat ke kantor Hendrawan, sebagai sekertaris nya tentu dia akan harus berangkat lebih awal dari Hendrawan.
meski sebenarnya Hendrawan lebih banyak dengan Manager Tan Guat Li, dia adalah salah satu orang kepercayaan Ayahnya dulu dan masih setia dengan keluarga Atmanegara.
Dia membutuhkan sekertaris hanya untuk membantu menahan atau menemani tamunya saat menunggu dia di kantor ,atau mengusir tamu yang tidak ingin dia temui dengan halus ,jika yang menyuruh pergi wanita cantik dan sopan tentu tidak akan marah.
Di kantor Hendrawan sudah memperkenalkan Monica sebagai sekertaris nya, kantor, ya tentu berada di depan kantor Hendrawan.
Hendrawan telah memberi banyak pekerjaan pada Icha hari itu juga tentu sangat sibuk.
Saat makan siang, Icha baru saja mau masuk ke ruangan Hendrawan, namun dia melihat Hendrawan sedang dengan Renata .
__ADS_1
Icha sang cemburu melihat Renata dan Hendrawan sedang makan bersama di kantor dan terkadang mereka saling menyuapi dan terlihat bahagia.
"Permisi tuan Hendrawan ,ini ada surat yang perlu di tanda tangani segera." kata Icha masuk kedalam kantor Hendrawan.
"Nanti setelah aku makan ,kamu keluar dulu." kata Hendrawan.
"Baiklah saya akan , taruh di meja anda." kata Icha lalu berjalan melewati mereka yang senang makan di meja dekat sofa yang ada kantor Hendrawan.
Saat berbalik , Icha sengaja menyilangkan kakinya sehingga dia tersandung dan segera tangganya mengapai meja pegang supaya tidak jatuh terjerembab ke lantai.
Tentu saja meja yang di depannyalah yang dia pegang sehingga meja itu pun terdorong dan makan di atas sana berserakan ke lantai.
"Maaf" kata Icha.
"Kamu tidak apa-apa ?" tanya Hendrawan membantu Icha berdiri.
"Ah..tidak hanya sedikit pusing saja ." kata Icha menempelkan badannya pada Hendrawan sambil memegangi kepalanya.
"kalau kamu tidak enak badan kamu bisa pulang.' kata Hendrawan memberi kursi pada Icha.
Renata menatap ke arah Icha, suaranya seperti tidak asing di telinga nya, gayanya cara jalannya seperti mengingatkan pada seseorang wajahnya meski terlihat beda namun entah mengapa seperti mengenalnya.
Renata berusaha mengingat-ingat ,dia seperti salah seorang mantan kekasih Hendrawan, namun Renata belum bisa mengingat.
'Ya..tuan ada yang bisa saya bantu ?" tanya Manager Tan .
"Seperti nona Icha tidak enak badan sebaiknya antar dia ke dokter dan suruh istirahat " kata Hendrawan .
"O..tidak ,tidak perlu saya hanya tersandung dan sedikit pusing saja, saya akan keluar makan dan minum obat sakit kepala sudah baik, saya hanya sedikit grogi semalam kurang tidur, memikirkan hari pertama bekerja." jawab Icha.
"kalau begitu pergilah makan." kata Hendrawan.
"Manager Tan tolong ,panggil cleaning servis untuk membersihkan makanan ini ,,kami akan makan di luar saja." perintah Hendrawan pada manager Tan.
"Siap." jawab manager Tan membungkuk hormat.
"mari nona Icha, kita keluar." ajak Manager Tan pada Monica yang masih tidak mau beranjak dari tempatnya.
"O... oo..baiklah ." kata Icha berdiri dari tempat duduknya lalu mengikuti Manager Tan.
__ADS_1
"aku pikir aku akan di ajak makan dengan Hendrawan,tapi kenapa tidak di ajak makan bersama, bukan Hendrawan orang yang mudah untuk berbelas kasihan " kata Icha mengomel dalam hati.
" Bi, ayo keluar makan siang ?" ajak Hendrawan pada Renata yang terlihat mengembung pipinya.
Itu pertanda istrinya sedang tidak baik-baik saja moodnya lagi sangat buruk dan pasti sensitif, rasa kesal menyelimuti hati.
Kalau suasana hatinya sangat buruk , dia akan tidur dengan batang pisang malam nanti yang dingin dan acuh padanya.
"Sayang mah makan apa..?" tanya Hendrawan yang mendekat dan memeluk Renata.
"Aku lagi tidak selera makan ." jawab Renata.
"kenapa apa kamu marah, karena makanan yang kamu masak di tumpah kan oleh Icha ?" tanya Hendrawan lembut.
"Tidak saya tidak marah, cuma selera makan aku hilang." jawab Renata.
"ayolah kami harus makan ,aku tak ingin kamu kurus." kata Hendrawan.
"sejak kapan kamu tidak rela aku kurus ?" tanya Renata.
"kamu tidak perlu tau sejak kapan, yang pasti aku mulai menyadari bahwa ,wanita yang padat berisi seperti kamu sungguh nyaman di peluk." jawab Hendrawan sambil memeluk erat istrinya .
"Oya... bukan ,anda sangat mengagumi wanita bertubuh langsing seperti Andini atau Monica atau....!" Renata belum selesai menyebut beberapa mantan pacar Hendrawan tapi Hendrawan telah menyumpal mulut Renata dengan bibirnya, sehingga Renata tak lagi bisa bicara.
Renata memukul punggung Hendrawan pelan supaya doa melepaskan ciumannya, dia sudah tak bisa bernafas karena Hendrawan tak beri kesempatan dia beristirahat, Hendrawan terus saja mencium dan ******* bibir Renata sehingga teras udara di dunia sudah habis.
Icha yang baru mau masuk kedalam kantor Hendrawan , berdiri di depan pintu menyaksikan mereka berdua sedang ciuman.
Hati nya panas dan sakit ,namun berusaha ditahan dan berusaha untuk tetap tenang.
----++++++++ Bersambung++++++++-------
"Terimakasih untuk kunjungan nya para pembaca dukung dengan Likeπ dan
komentar βοΈthanks you All .
jangan lupa dukung. kisah Lain
Semalam Berujung Petaka atau
__ADS_1
cinta pertama tak lekang waktu ,
πππππππππππ