
Pagi itu seisi rumah sudah sibuk menyiapkan dan mengecek ulang semua yang sudah di siapkan kemarin supaya tak ada yang tertinggal sedikit.
Mereka mengunakan mobil dan bus pariwisata untuk membawa barang dan pelayanan, yang ada disitu, tentu saja akan. menginap beberapa hari di Semarang dan baru pulang lagi ke Jakarta setelah acara lamaran nya.
Nyonya Angi tak begitu bersemangat tapi, dia tetap berusaha tersenyum dan tetap tenang meski perasaan penuh kejengkelan dan kekesalan.
Dua body yang di pesan oleh Hendrawan untuk Renata sudah pun bergabung dalam rombongan.
iring-iringan mobil mereka sampai setelah kurang lebih 6 jam dari rumah Hendrawan mengunakan jalan tool yang sudah di bangun beberapa taun lalu oleh bapak Ganjar Pranowo .
sehingga tidak terlalu lama , dari akarnya ke Semarang kota kelahirannya Renata meski mereka tinggal di kota yang agak terpencil .
Suasana kampung menjadi heboh kedatangan rombongan itu, apalagi mulai banyak wartawan yang meliput ,padahal sudah di rahasiakan .
Namun apa buat , walaupun Hendrawan bukan seorang artis namun namanya cukup terkenal di mana-mana karena dia adalah cucu satu-satunya keluarga Atmanegara yang terkenal kaya raya di Indonesia.
Ibu tiri Renata tiba-tiba menjadi sok akrab dan baik saat mendengar bahwa yang melamar Renata bukan orang sebaran tapi orang terkaya di Indonesia dia menyambut Renata dengan senyum manis.
" Aduh anakku cantik sekali ,masuk nak ." kata ibu tiri Renata yang bernama Dewi Arum.
"Terimakasih." kata Renata pada ibu tirinya yang tiba-tiba berubah manis padanya.
"Selamat datang nak , lama tak jumpa Ayah kangen." kata Ayah Renata lalu memeluk re dan dan menangis sesenggukan.
"Re ,juga kangen yah ,tapi Renata juga sibuk kerja yah ,jadi belum sempat menjenguk Ayah." kata Renata juga memeluk Ayahnya.
meski pun Renata kecewa pada Ayahnya yang telah mengkhianati ibunya, namun bagiamana Re sangat menyayangi Ayahnya.
"Ini mas Hendrawan yah ,calon mantu ayah." kata Renata pada Ayahnya.
"selamat siang yah , perkenalan nama saya Hendrawan Atmanegara ." kata Hendrawan menjabat tangan Ayah Renata.
kemudian acara lamaran di mulai, dan semua berjalan lancar seperti yang sudah di atur dan di jadwalkan.
__ADS_1
Mereka sudah pun memboking hotel di area dekat rumah ayah Renata ,banyak dari tetangga Renata yang heboh sekali serta kagum akan ketampanan Hendrawan Atmanegara, mereka tak menyangka bisa melihat dengan mata kepala sendiri pria tampan yang sering menjadi perbincangan dan sesekali melakukan wawancara di salah satu stasiun televisi yang mewawancarai nya karena kesusksesan nya dalam mengembang bisnis property dan juga bisnisnya lainya milik kakeknya dalam waktu cepat yang konon punya otak berlian yang mampu memecahkan banyak maslah dan mendongkrak perekonomian Indonesia lebih maju
"Gak nyangka nya jeng Renata pulang langsung di lamar sama, lelaki kaya raya kayak kisah ibu abu aksi ratu," bisik mbok Ponirah yang suka julid dan bergosip.
"Iya..padahal dulu kucel dekil mana ada lelaki yang mau sampai dia , melirik pun tidak Sudi, manalah nasib dan keberuntungan berpihak pada nya." kata Rosa menimpali perkataan Bu Ponirah .
"Ya.. begitu takdir Tuhan , rahasia ilahi siapa yang tau." kata Bu Sumi menimpali.
"Kira-kira pakai dukun di mana kok manjur sekali ? " kata mbok Ponirah lagi.
"Hus... mana ada jaman sekarang percaya sama dukun." tanya Bu Sumi .
"ya . mana tau , kau lihatlah Renata yang pendek gemuk dengan wajah pas-pasan cuma sekarang kulitnya bersih dan sedikit terawat di kota." saut mbok Ponirah.
"ya.. mungkin jatuh cinta karana hatinya yang cantik, seperti mending ibunya yang suka membantu dan mengalah ." Bu Sumi berusaha membela Renata.
"Emang kamu kenapa bela-belain Renata, dapat apa kau dari dia ?" tanya mbok Ponirah.
"Ya..bukan dapat apa-apa tapi kita kan gak boleh fitnah atau berprasangka buruk sama orang." jawab bu Sumi.
"iya..ya Bu Sumi benar kata ibu , mbok Ponirah kan masih punya anak gadis yang sampai sekarang belum menikah jangan menikah pacaran saja belum pernah kita lihat , siapa tau juga ya nanti pulang bawa calon menantu yang tajir melintir melebihi suami Renata." kata Rosa
" hHemm... ya di Amin sajalah, anak ku itu lagi cari posisi yang lebih bagus di perusahaan nya, jadi dia fokus sama karirnya jadi tak sempat pacaran ," kata Bu Ponirah menanggapi sindiran Bu Rosa .
Bu Ponirah bukanya dak tau kalau anaknya itu , tak pernah pacaran tapi memang anaknya agak aneh suka bawa teman cewek kemana-mana meski sedikit khawatir dengan hal itu, dia hanya selalu bilang positif thinking saja , mungkin teman kerjanya.
"O..begitu ya Bu ,memang anak gadis sekarang tidak seperti dulu, yang sudah cemas kalau usia menginjak 20 tahun sudah mulai di bilangin perawan tua, tak laku lah." kata Rosa lagi .
"E..Ros...kalau anak jaman sekarang kalau menikah terlalu dini , alasnya biasanya salah pergaulan atau hamil duluan." balas Bu Ponirah ikut panas .
Kena telak deh si Rosa , yang menikah muda karena hamil duluan, masih beruntung pacarnya mau tanggung jawab tidak lari, coba kalau lari apalah jadinya dirinya.
"Sudah-sudah, kok malah saling berbantah, ayo kita bantu-bantu di tetangga kita yang punya gawe ini." kata Bu Sumi menengahi.
__ADS_1
"makanya jadi orang tu ,jangan suka bergosip dan memburuk atau mengatai orang giliran di sindir atau di serang balik tersinggung."Bu Sumi membatin dalam hati melihat kelakuan mbok Ponirah dan Rosa yang suka sekali bergosip.
Mereka segera masuk ke dalam membantu Bu Dewi untuk menyediakan beberapa makanan untuk para tamu mereka.
Rumahnya yang kecil memang tidak begitu muat sehingga mereka sudah menyewa kursi dan tenda di depan rumah mereka menyabut para tamu.
Terlihat nyonya Angi yang terlihat menutup hidungnya ,dan tidak mau menyentuh apapun yang ada di sana, sikap jijik yang di perlihatkan pada orang membuat Renata jengkel.
"Hendrawan sendiri seorang yang sangat higienis saja , biasa saja meski keturunan orang kaya betulan ,dia saja anak pungut sok cantik sok belagu ." Renata membatin kesal.
"Sayang ,ayo kita temani mama, kelihatan dia kurang nyaman sendiri ."kata Renata pada Hendrawan yang ada di samping nya yang sedang beramah tamah dengan Ayahnya sedang nyonya Angi sedang berbincang dengan ibu Dewi ibu tiri Renata.
"Ayo nyonya di minum, atau di makan ini ya , beginilah makan di kampung ." kata Bu Dewi.
"Iya . terimakasih tidak haus dan tidak lapar.' kata nyonya Angi dengan muka yang tanpa jijik.
"Makan lah dulu mah, kita malam baru pergi ke hotel ,kalau mama tidak makan dan minum nanti pingsan." kata Renata yang sudah berada duduk di depannya.
"memang malam baru ke hotel Hen ..?" tanya nyonya Angi.
"Iya mah, masak mau datang langsung pergi tidak enak juga sama tetangga dan tamunya Bapak ." jawab Hendrawan tersenyum dan memberi kode mamanya untuk makan.
Ibu Angi menatap tajam ke arah Renata namun Renata membalas dengan senyuman.
----++++++++ Bersambung++++++++-------
"Terimakasih untuk kunjungan nya para pembaca dukung dengan Likeπ dan
komentar βοΈthanks you All .
jangan lupa dukung. kisah Lain
Semalam berujung petaka atau
__ADS_1
cinta pertama tak lekang waktu ,
πππππππππππ