Bayangan Sang Mantan

Bayangan Sang Mantan
Siapa orang itu ?


__ADS_3

Pagi cerah Renata dan Mita sudah bersiap untuk interview , untuk mendapat pekerjaan di sebuah mini market yang akan di buka sebentar lagi, mereka belum menemukan karya yang cocok untuk mereka.


Mereka berdua sudah berada di kantor Alfamart yang unik wawancara ,meski Renta hanya lulusan SMA, namun dia punya pengalaman membuka butik dan pernah bekerja sebagai pelayan di sebuah warung besar di kota sehingga Manager berfikir bahwa itu bagus , tentunya karena sudah terbiasa menyapa dan melayani pelanggan.


Mereka berpelukan bahagia karena di yatakan di terima dengan beberapa orang yang lain dan besok bisa mulai di buka dsn bisa bekerja.


Renata dan Mita kembali pulang ke rumah setelah mampir ke pasar yang cukup dekat dari sana untuk membeli bahan makanan dan tentu buat bekal buat kerja besok.


kita tinggalkan Renata dan Mita yang berada di pinggir kota Semarang itu ,mari kita beralih ke kota .


Hongjie menatap nanar dan memandang Stefanus yang masih terbaring di ruang ICU dia belum juga sadarkan diri.


Dia mengalami benturan kepala yang cukup keras halm nya sampai pecah meski helm itu bagus dan standard internasional.


Stefanus mobilnya tertabrak sebuah mobil dan dia terpelanting dan kepalanya terbentur pembatas jalan ,motornya hancur dan tak berbentuk lagi.


Dan beruntung segera di bawa ke rumah sakit, warga sangat bersimpati dan tanggap untuk segera menelfon ambulance dan polisi.


Hongjie merasa bersalah karena hal ini, seandainya saja dia berfikir sebelum bertindak, tidak menerima tawaran dari Nona Icha tentu semua ini takkan terjadi.


Renata yang terusir karena dia ,apalagi dia tau Renata hamil muda, dan sekarang Stefanus terbaring karena dia ingin cepat pulang dan mengambil flashdisk untuk ya, demi membantu dirinya.


" baik ,aku meminta pertolongan pada Hendrawan dan akan segera menyerahkan bukti tentang kejadian dan ancaman yang Icha lakukan, mungkin dnegan begitu semua masih bisa di perbaiki kesalahannya dan semoga bisa membuat dia terbuka mata hatinya dan memaafkan Renata supaya mereka bisa kembali bersatu." Hongjie bergumam sediri.


Hongjie segera menelfon Hendrawan Atmanegara dan setelah menunggu beberapa lama terdengar jawab dari sebrang sana.


"Hello ." jawab Hendrawan.


"Tuan Hendrawan, bisakah kita bertemu sekali lagi , untuk membahas kejadian yang dulu itu ? " tanya Hongjie.

__ADS_1


"Untuk apa ?" tanya Hendrawan.


"Tentu saja untuk mengklarifikasi, untuk mengadakan press conference dan mengehentikan semua issue dan gosip yang makin beredar liar di masyarakat." kata Hongjie.


"Kalau anda tidak bisa maafkan saya dalam hal ini ,saya maklumi namun apa anda tidak kasihan pada Renata dan baby yang dia kandung ?" saya yakin itu adalah baby anda saya berani bersumpah pada malam itu saya tidak menyentuh nya dan saya tidak pernah melakukan hubungan layaknya suami istri." kata Hongjie terus meyakinkan dan menjelaskan, sedangkan Hendrawan hanya diam mendengarkan.


"Renta sedang hamil muda tentu tidak boleh terlalu banyak pikiran karena bisa mengakibatkan dia stress bila melihat berita- berita yang terus menyudutkan dan membully nya, dia bisa mengalami keguguran jika terus begini." lanjut Hongjie.


"Apa anda tidak takut semua itu terjadi , apa anda tidak akan menyesal bila teryata janin yang di kadung Renata adalah anak anda dan apakah anda akan rela jika dia mengalami keguguran , atau anak itu kurang terurus dan terawat, bukakan anda terkenal sangat pintar, anda bisa melakukan tes DNA untuk membuktikan anak siapa yang di kandungnya." kata Hongjie lagi.


"Lalu apa, yang sebenernya yang kamu inginkan ,aku rasa bukan sekedar tentang Renata bukan ?" Hendrawan balik bertanya karena dia menganalisis dengan jeli dan mengetahui maksud yang tersembunyi.


"Sejujurnya saya juga meminta tolong untuk teman saya yang kecelakaan ,saya mohon anda Sudi untuk membantu kami dan mengobati nya ,dia belum sadarkan diri Samapi sekarang ,dia mengalami kecelakaan karena buru-buru pulang untuk mengambil flashdisk sebagai barang bukti, ada orang beberapa orang yang datang ke bengkel saya waktu itu bukti percakapan orang itu yang menyeru melakukan penjebakan pada Renata." kata Hongjie.


"Baiklah serahkan dulu flashdisk nya." kata Hendrawan.


"Baiklah berikan alamat Rumah sakitnya nanti saya akan menyuruh Manager saya untuk mengurus dan memindahkan teman anda ke rumah sakit MMC grub dan bisa di tangani dengan maksimal." kata Hendrawan.


"Terimakasih tuan Hendrawan sekali lagi saya mohon maaf atas apa yang telah terjadi, mohon maaf untuk kekacauan yang telah saya buat " kata Hongjie.


"Sudah selesai, ada lagi yang ingin kamu katakan ?" tanya Hendrawan.


"Tidak tuan ,terimakasih sebelumnya." kata Hongjie.


Hendrawan segera mematikan telfonnya dan memanggil manager Tan Guat Lie serta memerintahkan nya, untuk segera memindahkan Stefanus ke rumah sakit MMC Grup dengan segera.


Tentu tak tak butuh waktu lama untuk melakukan hal itu, manager Tan cukup menelfon atas MMC Grup dan semua dapat bergerak dengan cepat oleh karena perintah nya.


Matius yang melihat beberapa staf yang tergesa-gesa bertanya apa yang sedang terjadi.

__ADS_1


"Hai..ada apa, kenapa terburu-buru apakah adan sesuatu buang Emergency?" tanya Matius pada salah satu staf itu.


"Korban kecelakaan , sebenarnya sudah di tangani oleh rumah sakit lain di pinggir kota,tapi tuan Hendrawan memerintahkan untuk memindahkan ke rumah sakit ini untuk penanganan yang lebih serius dan lebih intensif." kata staf itu.


"apakah orang penting sehingga harus di jemput eksklusif begitu ?" tanya Matius.


"kalau itu saya kurang tau, saya hanya jalan perintah saja." kata staf itu lagi.


"Baiklah kalau begitu , terimakasih dan lanjut kerja." kata Matius lalu berlalu dari tempat itu.


Baru beberapa langkah dari tempat itu, Matius melihat Hongjie yang berjalan menemani korban .


"Bukan lelaki itu , adalah lelaki yang ada di foto-foto bersama nyonya Renata, bagiamana mungkin tuan Hendrawan tidak tau siapa yang dia tolong, siapakah yang kecelakaan itu, apa hubungannya dengan lelaki yang ada di foto-foto dia dnegan nyonya Renata itu ?" Matius membatin dalam hati melihat mereka masuk ke ruangan VIP yang ada di rumah sakit itu .


"Seperti aku harus mencari tau, apa yang telah terjadi dan apa hubungannya dengan keluarga Atmanegara , sehingga dia diperlakukan sangat baik oleh para staf dan tuan Hendrawan, aku rasa tidak mungkin tuan Hendrawan tidak tau lelaki itu ?" gumam Matius.


----++++++++ Bersambung++++++++-------


"Terimakasih untuk kunjungan nya para pembaca dukung dengan LikeπŸ‘ dan


komentar ✍️thanks you All .


jangan lupa dukung. kisah Lain


semalam Berujung Petaka atau


cinta pertama tak lekang waktu ,


πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹

__ADS_1


__ADS_2