Bayangan Sang Mantan

Bayangan Sang Mantan
Seperti Putri.


__ADS_3

Nyonya Angi pun akhirnya makan meski sedikit setelah di beritahu bahwa malam baru ke hotel.


dan tidak ada yang makan di luar untuk menghormati keluarga Renata.


"Dasar wanita sihir , membuat orang sengsara ' omel nyonya Angi.


"Sanya mendengar nyonya, kalau saya wanita sihir aku akan menyihir anda menjadi kata dan saya masukan dalam tempurung ." Renata berbisik lirih yang hanya bisa di dengar oleh nyonya Angi tentunya.


Sedang Hendrawan beramah-tamah kembali dengan bapak nya Renata , sementara para pengawal berdiri di depan pintu rumah supaya tidak ada tamu yang masuk rumah ,mereka cukup di pelataran saja.


"Tiara kemari." panggil Renata pada adiknya yang satu Ayah .


"Iya...kak, " jawab Tiara segera mendekati Renata .


"kamu masih sekolah, berapa tahun lagi?" tanya Renata.


"Ahh...masih lama kak, dua tahun lagi karena saya baru kelas dua SMA." kata Tiara.


"Kenapa seperti mengeluh dan tidak semangat begitu ?" tanya Renata.


"Bagiamana tidak kak,sudah dua bulan tidak membayar iuran sekolah ,sepatu berlubang dan di bully teman-teman mau minta sama Ayah tidak berani, ayah lagi tidak banyak panggilan kerja ibu tiap hari mengoceh, uang belanja berkurang." kata Tiara .


"Apa, bukan kakak tiap bulan kirim untuk kamu ?" tanya Renata.


"Kapan kak kirim ,kata mas Aditya sudah beberapa bulan Kaka tidak kirim ." kata Tiara.


"Keterlaluan,coba panggil Aditya kesini." kata Renata kesal .


Padahal dia tiap bulan kirim ,lewat rekening Aditya dan tak pernah telat untuk membantu Ayahnya membayar sekolah adiknya Tiar dan biasanya dia akan memberitahu Tiara kalau dia sudah kirim sayang katanya Handphone rusak dan terpaksa tak memakai handphone.


"Ada apa ?" tanya Aditya.


"Aku tiap bulan kirim ke rumah kenapa kamu bilang tidak kirim ?" tanya Renata.


"kapan...?" tanya Aditya.


"kamu lihat ini, bukti transfernya masih ada disini ." kata Renata menunjukkan bukti transfernya pada Aditya dan Tiara.


"Sudah habis." kata Aditya.


"kamu pakai buat apa , aku juga mengirimkan uang lebih untuk membeli handphone untuk Tiara apa juga kamu pakai semua ?" tanya Renata menatap tajam ke arah Adik tirinya itu.


"Buat tambahan beli motor ." kata Aditya.

__ADS_1


"Kenapa tidak minta izin dulu pada ku dan bukankah kamu sudah bekerja ,kenapa masih mengambil uang yang aku kirim ?" tanya Renata.


"Uang yang masuk ke rekening aku berati punya aku ." jawab Aditya enteng lalu pergi.


"Kau....! " Renata mengepal tangganya, berusaha menahan emosi tidak mungkin bertengkar dan membuat ke gaduhan di hari bahagia.


"Sudahkah tidak apa-apa ,nanti malam aku, akan minta izin mas Hendrawan supaya aku bisa keluar mengajak kamu jalan- jalan membeli handphone dan keperluan sepatu kamu."kata Renata .


"Terimakasih kakak ." kata Tiara lalu memeluk Renata.


Setelah langit gelap mereka kemudian pergi ke hotel yang sudah mereka boking ,meletakkan semua barangnya dan mandi, Renata mendekati Hendrawan.


" Sayang nanti ,boleh tidak aku keluar sebentar dengan Tiara." kata Renata.


"Untuk apa ?" tanya Hendrawan.


"Tadi Tiara cerita tak semangat bersekolah karena dia sudah lama menunggu iuran sekolah , sepatu sudah berlubang dan handphone rusak , di bully oleh teman sekolah, jadi malam ini saya ingin membeli kan sepatu dan handphone baru buat dia ,dan juga Ayah sekali." kata Renata.


"ya..nanti kita istirahat dulu sebentar saya sangat mengantuk ." jawab Hendrawan.


"Terimakasih ." kata Renata lalu mencium pipi Hendrawan.


Hendrawan memesan kamar dengan dua ranjang , supaya tetap menjaga sesuatu yang tidak di inginkan, lagian hanya butuh menahan beberapa hari saja , mereka akan menikah dan menikmati nya lebih leluasa tanpa beban dosa, begitulah tekadnya kali ini , ingin melangkah ke atas pelaminan dengan kesucian dan ke kudus'an supaya Tuhan memberkati pernikahan mereka dan hanya kematian yang akan memisahkan mereka.


Sedang Hendrawan masih toilet, mencuci muka supaya lebih segar.


"Sudah siap ?" tanya Hendrawan yang melihat Renata duduk di sofa main handphone, meski sudah dewasa dia juga masih suka nonton film kartun atau main game.


"Ya ,sudah dari tadi hanya menunggu anda." Jawab Renata.


Hendrawan sudah memberitahu pengawalnya akan keluar , dan mereka bilang sudah menunggu di luar kamar .


"Kalau begitu mari segera berangkat." kata Hendrawan mendekati Hendrawan mengulur kan tangganya membantu Renata berdiri.


"Terimakasih," Honey." kata Renata manja .


membuat Hendrawan gemas dan mencubit pipi Renata yang sudah mulai tirus.


"Re..apa kamu tak sadar ,bahwa kamu sudah kurusan ?" tanya Hendrawan.


"Mungkin begitu pipi ku terlihat tirus." jawab Renata.


"Kalau aku pikir-pikir kamu tidak usah diet tidak apa-apa, teryata aku lebih menyukai kamu , padat berisi dan pipi chubby mu." kata Hendrawan lagi.

__ADS_1


"Kenapa tiba-tiba berubah ?" tanya Renata berdiri di depan pintu.


"Aku perhatikan saat kamu langsing sedikit banyak lelaki yang melirik kamu, dan kamu sangat nakal , tergoda untuk tebar pesona." jawab Hendrawan lalu membuka pintu kamar.


"Cehh... aku malah mulai menyukai bentuk tubuhku yang mulai langsing dan ramping , memakai baju apapun bisa dan memang banyak lelaki yang memuji ku, saat aku jalan." kata Renata bangga.


"Nah itu dia alasan nya, kamu lebih baik tetap padat berisi, aku sudah sadar bahwa aku menyukai dan kamu terlihat imut saat pipi kamu chubby." kata Hendrawan.


"Di dunia ini wanita langsing ,seksi banyak di temui di dunia ini, tapi wanita seperti mu ,meski kamu gemuk namun terlihat padat berisi , mempunyai pinggang dan dada terlihat besar juga , bokong mu pun demikian menurut ku, itu lebih seksi daripada wanita yang tinggi langsing." kata Hendrawan menatap Renata dengan tersenyum.


"Benarkah, jadi boleh ngemil dan makan potato chips? "tanya Renata.


"Bolehkah tapi tidak sering-sering ." jawab Hendrawan.


Hendrawan berhenti sebentar menunduk memposisikan pipinya di depan Renata.


"Ih.. malu di lihat orang ." kata Renata.


"i don't care ." jawab Hendrawan, menempelkan jari telunjuk ke pipi nya memberi tanda perintahkan cium.


Renata pun menurut keinginan Hendrawan karena memberi dia kelonggaran dan memberi apa yang di inginkan, sepertinya mereka sudah selangkah lebih dekat Chemistry di antara mereka perasaan saling terhubung yang terbangun di antara dua insan sedang bercinta atau berhubungan.


pengenalan dan pengertian yang terbangun bahasa tubuh masing-masing dapat di baca pasang.


Sungguh mereka pun merasa bahwa mereka sama cocok saling membutuhkan dan tak terpisahkan.


Renata masuk kedalam mobil setelah di bukan pintu oleh sopirnya ,lalu Hendrawan pun sudah duduk di sebelahnya memasang sabuk pengaman untuk Renata.


Perasaan bahagia yang tak bisa di ungkapkan oleh Renata karena di perlakukan seperti seorang putri oleh Hendrawan kekasih pujaan hatinya dan sebentar lagi akan menjadi suaminya, imam nya.


----++++++++ Bersambung++++++++-------


"Terimakasih untuk kunjungan nya para pembaca dukung dengan LikeπŸ‘ dan


komentar ✍️thanks you All .


jangan lupa dukung. kisah Lain


Semalam berujung petaka atau


cinta pertama tak lekang waktu ,


πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹

__ADS_1


__ADS_2