
"Apakah kamu akan masih tetap melanjutkan nya ? " tanya Renata lagi merasa iba dan kasihan pada Andini.
"Aku tidak tau ,kalau terpaksa tidak menikah pun aku tidak jadi masalah,aku akan fokus kerja dan meniti karir yang lebih tinggi ."jawab Andini.
Meski pada dasarnya Renata mengerti bahwa Andini masih tetap berusaha mempertahankan cintanya dia masih sangat mencintai tunangannya dan tak mungkin melepasnya begitu saja.
Apalagi lelaki itu masih ada hubungan saudara dengan kakak iparnya.
" Ini akan sangat rumit Andoni, aku tidak tau bagiamana harus memberikan saran pada mu, kerena kedua belah pihak keluarga juga sudah saling mengenal satu sama lain." kata Renata .
sambil memegangi tangan Andini yang berada di meja seolah hendak menyalurkan kekuatan padanya.
"aku tau kamu adalah wanita kuat, yang dapat mengubah rasa sakit menjadi kekuatan bahkan untuk bertahan melewati maslah sudah termasuk kelautan bagi orang lain,"kalau aku dalam posisi kamu pasti aku memilih pergi dan tak melanjutkan karena aku bukan orang yang tangguh dan dapat bertahan dengan lelaki yang menyepelekan segala sesuatu seperti itu." kata Renata.
"Aku tau,bahwa akan terjadi seperti ini namun aku juga sangat mencintai nya ,aku lah yang memilih dia , sebenarnya aku ingin menunjukan pada Adinia bahwa dia lelaki yang layak di cintai dan di kagumi, dia tidak merokok tidak minum-minum keras dan tidak suka dengan judi ." kata Andini berusaha untuk tetap membela tunangannya.
"Tentu saja semua mempunyai kelebihan dan kekurangan nya masing-masing yang terpenting bahwa kita sebagai wanita harus bertanya pada diri sendiri dapatkan kita kompromi dengan kekurangan nya dan dapatkah kita memberikan yang terbaik buat dia, supaya kekurangan nya dapat kita tutupi dengan kelebihan kita begitu juga sebaliknya." kata Renata.
"Ah.. entah lah ..!" kata Andini seolah pasrah.
__ADS_1
namun Renata tau bahwa Andini tidak akan menyerah begitu saja ,mungkin dia hanya kesal dengan sikap tunangannya yang tidak bisa mengatur keuangan dan memilih prioritas yang tepat baginya.
tak berapa lama makanan yang mereka pesan udah datang, mereka segera memakan makan mereka masing-masing Renata lebih banyak diam.
Karena kalau pun dia memberi saran lebih baik tidak usah bertahan pun tidak mungkin karena Andini orang yang bucin pada pasangan nya.
Kalau Renata berkomentar jelek tentang tunangannya Andini,tentu Andini juga tidak akan terima dan berusaha membela tunggang itu.
"Sudahlah tidak apa-apa tunggulah untuk beberapa bulan ke depan, apakah bisa berubah dan bisa mencari pekerjaan lain yang cocok dan gajinya lebih besar ." kata Renata berusaha mencairkan suasana yang terkesan kaku.
"Ngomong-ngomong kamu keluar sudah dapat izin dari Hendrawan ?" tanya Andini.
"Astaga !_"berani sekali keluar tanpa izin ,mau dapat hukum kah ?" tanya Andini.
"Aku rasa tidak menjadi karena aku keluar untuk menemui the lovely sister nya " Jawab Renata.
"Aku tak yakin Hendrawan akan menerima alasan kamu itu ." kata Andini.
"Ah ..kamu jangan menakuti ku "kata Renata yang sebenarnya dia juga mulai takut .
__ADS_1
"ya .. kalau kamu tidak percaya lihat saja nanti" jawab Andini.
tak berapa lama deringan handphone Renata mengagetkan dirinya sendiri yang sedang meletakkan handphone di dekatnya.
terlihat di layar handphone Hendrawan menelfon nya.
----++++++++ Bersambung++++++++-------
"Terimakasih untuk kunjungan nya para pembaca dukung dengan Likeπ dan
komentar βοΈthanks you All .
jangan lupa dukung. kisah Lain
semalam Berujung Petaka atau
cinta pertama tak lekang waktu ,
πππππππππππ
__ADS_1