
Mendengar semua hinaan nyonya Angi rasanya sudah ingin mencabik-cabik dan mencakar mukanya yang dulu terkesan lembut dan baik hati teryata berubah dan teryata hanya ingin memanfaatkannya demi kesembuhan Hendrawan.
Seharusnya tak perlu berpura-pura baik dan mendukung hubungan itu ,sehingga Renata bisa berjaga-jaga pada hati dan tak berharap banyak.
selama ini dia sangat membanggakan diri karena mendapat restu dari Nyonya Angi bahwa hubungan mereka di restui oleh ibunda Hendrawan tercinta.
Renata bahagia karena tidak ada penghalang kisah mereka menuju ke pelaminan seperti percintaan Hendrawan dengan para mantan nya .
Perasaan Renata menjadi kacau dan hancur , sampai sekarang dia seperti mendapat sock terapi seperti orang yang sedang di Nina bobokan oleh dongen lalu di bangunkan dengan se-ember air es .
Meski amarahnya memenuhi semua rongga dadanya dia berusaha untuk tetap tenang bagaimana orang yang ada di hadapannya adalah ibu dari kekasihnya ,calon mertuanya.
"Bolehkah saya minta izin memikirkan tawaran Adan nyonya ?" jawab Renata pelan berusaha menekan suaranya sebisa mungkin supaya tak terdengar nada amarah yang membuncah .
"Baiklah hanya satu dua hari saja , aku akan datang menemui mu, ingat Hendrawan juga tidak boleh tau soal ini, mengerti ?" kata Nyonya Angi dengan penuh tekanan.
"Baik nyonya ,saya akan laksanakan ." jawab Renata.
Lalu Nyonya Angi memerintah sopirnya unik kembali ke ruko tempat Renata, nyonya Angi melarang sopirnya,saat ingin turun dan membuka pintu untuk Renata.
"Jangan turun ,dia punya tangan dan dia bukan siapa-siapa bagi keluarga keturunan Atmanegara yang terpandang dan terhormat, o iya jangan lupa nanti sepulang dari sini segera mencuci mobil dan bersih bagian dalam dan Sempor dengan alkohol atau apapun untuk membunuh kuman di mana wanita ini duduk ," kata Nyonya Angi .
Renata memegang erat , handel pintu dan membuka sediri dengan rasa sakit hati dan menahan tangisannya, dia bahkan tak rela menangis di hadapan wanita yang telah menghina dan menghancurkan hatinya .
" Terimakasih untuk tumpangan nya, nyonya Angi saya akan mempertimbangkan , tawaran anda , serta memberi jawab pada anda tepat pada waktunya." kata Renata lalu keluar dari mobil dan berjalan masuk ruko tanpa menoleh lagi.
Renata dis sambut kedua pekerjaan,membuat nyonya Angi tersenyum sinis di dalam mobil lalu memerintahkan sopirnya pergi.
Renata kembali ke lantai atas dengan hati yang sangat kesal, merebahkan dirinya di sofa dan memijat kepalanya yang dari tadi terasa pusing dan mual mendengar ocehan nyonya Angi yang menyakiti dan rasanya tak pernah di sangka olehnya .
Orang yang selama ini mendukung hubungan antara Renata dan Hendrawan Atmanegara itu kini menuju sifat aslinya setelah Hendrawan selesai operasi dan sehat kembali.
__ADS_1
Renata segera mandi dan menyegarkan diri lalu pergi ke salon yang sudah di rekomendasikan oleh Hendrawan ,juga baju yang telah di kirim Hendrawan untuk di pakai olehnya nanti untuk makan siang.
Usai kesalon dia kembali ke rukonya untuk menunggu Hendrawan, menjemput nya sambil menunggu Renata menelfon Andini dan menceritakan semua yang baru saja di katakan oleh nyonya Angi padanya, sambil sesekali menangis.
"Kenapa kamu harus menangis, kalau kamu memang cinta perjuangan cinta kamu " jawab Andini tegas .
"Lalu apa yang harus aku lakukan , bukakan Hendrawan akan patuh pada ibunya dan aku juga tidak ingin mereka ribut akan hal ini," jawab Renata.
"Apakah Hendrawan tau ," tanya Andini.
" Tentu saja tidak ,tadi kan sudah aku ceritakan bahwa Nyonya Angi memperingatkan jangan sampai Hendrawan tau." jawab Renata.
"Oya ,aku ingin memberi tau rahasia besar yang belum aku ceritakan pada mu ." kata Andini.
"Apa itu ?" tanya Renata.
" Bahwa Nyonya Angi itu sebenarnya bukankah ibu kandung Hendrawan , dia hanya anak angkat dari kakeknya Hendrawan, namun saat Ibunya Hendrawan meninggal karena melahirkan Hendrawan , nyonya Angi lah yang merawat Hendrawan," kata Andini
"Aku sempet mendengar bahwa Ibu itu , mempunyai anak di luar nikah namun dia sembunyikan konon kabarnya dia, sedang berusaha untuk menjodohkan Hendrawan dengan anak itu sehingga jika Hendrawan menikah anaknya dan punya bayi dari pernikahan mereka itu , maka dia dapat menguasai seluruh kekayaan yang di miliki tuan Rangga Atmanegara kakek dari Hendrawan itu." kata Andini lagi.
"Sebaiknya kamu merekam , percakapan antara kamu dengan nyonya Angi atau meminta teman untuk membuat video tentang penawaran yang nyonya Angi berikan , supaya nanti kamu bisa memberi tau pada Hendrawan setidaknya ada bukti pada mu." kata Andini.
"Iya... saya juga berpikir demikian, lalu apakah aku harus menerima penawaran itu ? " tanya Renata.
"Itu terserah kamu, tapi kalau kamu terima mungkin malah lebih bagus ada bukti tambahan, aku tau nyonya Angi sangat licik dan bisa memutar balik fakta yang ada, sehingga akan membuat kamu seolah wanita yang jahat dan tak setia, hati-hatilah dengan jebakan dia." kata Andini.
Renata berhenti sebentar mendengar langkah seseorang menaiki anak tangga , mengintip nya ketika melihat Hendrawan , Renata buru-buru pamit dan menutup telfonnya.
"Andini kita bahas nanti ,Hendrawan sudah datang ." kata Renata mulai berbisik.
"oke." jawab Andini lalu Renata mematikan telfonnya.
__ADS_1
Renata segera berdiri saat Hendrawan sudah sampai ke lantai dua .
"Kenapa tidak mendengar saya memanggil kamu ,dan telfon kamu tidak bisa di hubungi ?" tanya Hendrawan.
"Oh ,maaf tadi sedang mengobrol dengan Andini, sedang bertanya soal rencana nikah yang sudah di jadwalkan nya ,katanya tahun depan menikah." jawab Renata sedikit menunduk tak berani menatap Hendrawan.
"oke, sudah siap berangkat ?" tanya Hendrawan.
"Ya, dari tadi sudah siap ,sedang menunggu kamu ." jawab Renata.
"mari turun ,aku akan memperkenalkan kamu pada staf kantor supaya mereka kenal isteri bosnya ." kata Hendrawan .
"Apakah ibu tau ,kamu akan mengajak aku kekantor ? " tanya Renata.
"Memang kenapa harus memberi tau , ibu bukakan kita sudah mendapat restu dari beliau dan sebentar lagi kita akan menikah ? " kata Hendrawan.
"Hendrawan Atmanegara, apakah kamu benar-benar mencintai aku ?" tanya Renata membuat langkah Hendrawan berhenti dan membalikkan badan menghadap Renata.
"Apa maksud bertanya, demikian ?" tanya Hendrawan menatap tajam ke arah Renata.
"Tidak hanya bertanya ," jawab Renata lalu menggandeng tangan Hendrawan menuruni anak tangga.
Hendrawan sedikit,aneh dengan pertanyaan Renata yang tiba-tiba menayangkan hal itu di tambah raut muka Renata yang terlihat sangat tertekan, seperti ada yang sesuatu yang di sembunyikan darinya dan ada masalah sedang di pikiran.
----++++++++ Bersambung++++++++-------
"Terimakasih untuk kunjungan nya para pembaca dukung dengan Likeπ dan
komentar βοΈthanks you All .
jangan lupa dukung.
__ADS_1
kisah Lain Semalam berujung petaka atau cinta pertama tak lekang waktu ,
ππππππ