
"Sayang, kamu di mana ?" kata Nyonya Angi memangil Billy.
"ohh... Baby..sudah lama datang , sorry tadi saya mandi." kata Billy lalu mendekat ke arah nyonya Angi dan mencium nya.
"Terlihat sangat segera dan tampan,jadi ingin memakan mu." kata Nyonya Angi tersenyum dan mengigit bibir bawahnya.
"Silahkan ...! "kata Billy membuka handuk nya dan memperlihatkan semua badannya sangat atletis dan sixpack nya.
Billy merebahkan dirinya di sofa dan membiarkan nyonya Angi menikmati tubuhnya dan tentu saja setelah itu tentu akan mendaki kenikmatan bersama .
sementara di sebelah apartment itu, Icha duduk di sofa masih terkejut saat bertemu dengan nyonya Angi.
"kenapa nyonya Angi tinggal di apartment ini , apakah dia tidak lagi tinggal di rumah nya lagi, aneh sekali kenapa dia tinggal disini ,ah untuk sekali dia tidak kenal saya lagi." gumam Icha.
"Dan Hendrawan juga tak mengenali aku, sungguh sangat menyenangkan aku bisa dekat dan akan membuat nya jatuh cinta lagi pada ku!" Icha tersenyum dengan bahagia.
Icha segera mandi dan membersihkan diri, memesan makanan online karena hari ini malas untuk masak atau keluar.
Usai makan dia keluar untuk membuang sampah, yang dekat dengan Lif apartment nya, teryata nyonya Angi juga keluar dari apartemennya.
"Hai.. nyonya Angi , mau kemana ?" tanya Icha ramah.
"Saya pulang rumah."jawab nyonya Angi.
"Tidak tinggal disini ?" tanya Icha.
"tentu saja tidak ,saya masih tinggi di rumah besar milik keluarga besar Atmanegara, disini saya hanya menagih uang sewa." kata nyonya Angi dan tersenyum ramah pada Icha.
"O.. jadi di sewakan ?" kata Icha.
"Ya...kamu tinggal sediri di sini ?" tanya nyonya Angi.
" iya .. sendiri, silahkan mampir ke rumah , nyonya bila berkenan ." kata Icha tersenyum lagi.
"Ya.. kapan-kapan saya akan mampir ke rumah mu, tidak sekarang saya telat pulang." kata nyonya Angi segera masuk ke dalam lif setelah sampai ke lantai itu dan terbuka untuk nya.
Nyonya Angi melambaikan tangganya, pada Icha dan Icha pun membalas dengan lambaian dan tersenyum ramah.
"Aku rasa aku harus bersabar untuk membalas dendam padat mu ,nyonya Angi tapi sekarang aku harus bersahabat dengan nya terlebih dahulu." gumam Icha atau Monica
Icha hampir saja menabrak Billy yang baru saja keluar dari apartment nya.
" Brakkk." bentur cukup keras oleh dua insan di gang apartment, namun Billy sigap menarik tangan Icha yang hampir terpental kebelakang, Billy memeluk dan menopang tubuh Icha.
"Hai..nona kalau jalan lihat jalan bukan lihat Handphone." bisik Bili melepas pelukannya.
"Maaf ." kata Icha menunduk sopan.
"Kamu tinggal disini ?" tanya Icha menunjuk apartment nyonya Angi.
"Ya...ini apartment saya." jawab Billy tersenyum bangga.
__ADS_1
"Sebulan bayar sewa, berapa ?" tanya Icha.
"Saya tidak perlu bayar satu sen pun." kata Billy.
"O..ya tadi nyonya Angi bilang ini adalah Apartment nya yang di sewakan pada seseorang." kata Icha sopan.
"Iya .. bayarannya pakai cinta, bisik Billy menggoda ."
"Ah..jangan bercanda." kata Icha tersenyum.
Icha sedikit takut berbicara dengan orang yang baru dia kenal namun rasa penasaran lebih besar dari rasa takutku.
"Apa benar desas-desus bahwa nyonya Angi yang suka daun muda dan sering memakai uang Hendrawan bujuk foya-foya dan membiayai brondong nya ? " Icha membatin dalam hati.
"Nona tentu saya tidak berbohong," tapi ingat ya nona jangan beritahu siapapun bini rahasia kita berdua kalau sampai bocor baku bisa celaka." kata Billy menyadari kesalahan nya.
Billy baru ingat kalau ,dia tidak boleh membuka rahasia tentang hubungan dia dengan nyonya Angi apalagi nanti kalau ketahuan.
"Kalau anda berbohong saya ,akan bilang pada nyonya Angi kalau anda memfitnah dia." kata Icha tersenyum licik .
"Aduh nona ,tolong lah saya ,ada bukti , bahwa saya dan dia ada hubungan."Jawab Billy.
"baiklah saya akan jaga rahasia anda, " kata Icha .
"Aku Icha tinggal di sebelah apartment yang kamu tempati ini." kata Icha mengeluarkan tangannya.
Tentu saja dia akan berteman dengan siapa saja yang ada di jalan nya menunju tujuannya bersatu dengan Hendrawan.
"Kapan-kapan kita bicara lagi, tidak enak di luar sudah malam ." kata Icha segera berjalan melewati Billy dan masuk ke apartemennya.
Suara deringan telfon mengagetkan Icha yang lagi duduk menonton televisi.
"Hallo." jawab Icha.
"selamat malam Monica sudah makan dek ." tanya Matius pada Monica.
"sudah kak ,baru saja selesai dan membuang sampah." jawab Monica.
"Makan apa dek ?" tanya Matius.
"Makan nasi Geperek , kak ." jawab Monica.
"Bagiamana soal lamaran kerja, kamu di tempat Hendrawan?" tanya Monica.
"Di terima kak, operasi plastik nya benar-benar bagus kak dan Hendrawan tidak mengenali aku, terimakasih kak." kata Monica senang.
"syukurlah kalau begitu, selamat ya sudah di terima kerja dan bisa dekat Hendrawan, aku harap adik tetap jaga diri baik-baik ." kata Matius mengingatkan adiknya.
"terimakasih banyak kak ." jawab Monica.
"Ya ..sudah kamu istirahat dan tidur dek ,kalau besok kerja juga hati." kata Matius.
__ADS_1
"Iya ,kakak Terimakasih." jawab Monica.
"Kalau begitu aku matikan ya telfonnya." kata Matius .
"Ehh..tunggu kak , saya mau kasih tau sesuatu buang cukup aneh yang baru aku temukan di Apartment ini." kata Monica.
"Apa itu dek " tanya Matius.
"Tadi waktu pulang mau ,masuk apartment saya bertemu dengan nyonya Angi." kata Monica.
"Lalu...?" tanya Matius.
"Di sebuah apartemen ku,ini teryata milik nyonya Angi, waktu aku tanya apakah dia tinggal disini, katanya tidak dia hanya kemari untuk menagih uang sewa namun saat saya pulang membuang sampah ada seorang lelaki muda cukup tampan keluar dari situ." kata Monica.
"Lalu aku tanya, tinggal disini dan jawab nya iya, saat aku tanya berapa harga sewa perbulan , dia menjawab bayarannya pakai cinta, kan aneh ya kak." kata Monica lagi.
"Mungkin...." Matius tak jadi meneruskan perkataannya.
"Mungkin apa kak.?" tanya Monica.
"Mungkin benar desas-desus bahwa nyonya Angi memang suka daun muda dan menyimpan brondong nya di sebuah apartemen." kata Matius.
"aku rasa memang begitu kak." kata Monica menimpali.
"Aku rasa aku akan mencari banyak bukti dan aku juga akan mendekat Billy , untuk dapat karu As nya nyonya Angi ,supaya dia tidak macam-macam dan aku bisa gunakan untuk balas dendam atau membokar kebusukan nya pada Hendrawan." kata Monica bersemangat.
"Iya tapi kamu harus hati-hati." kata Matius.
"Iya tentu kak, saya akan selalu berhati-hati dengan ular kepala dua itu " jawab Monica.
"ya ....kalau begitu , selamat malam dek ,jaga diri baik-baik." kata Matius.
"baik kak,Good night..." kata Monica lalu menutup telfonnya dan Monica meletakkan handphone di meja dekat sofa.
"Ting Tong .". suara bell apartemennya berbunyi.
"Siapa yang bertamu malam-malam begini ?" gumam Monica beranjak dari uduknya dan menuju ke pintu .
di intip nya dari lobang pintu, terlihat olehnya Billy Saputra berada di depan pintu apartemen nya.
----++++++++ Bersambung++++++++-------
"Terimakasih untuk kunjungan nya para pembaca dukung dengan Likeπ dan
komentar βοΈthanks you All .
jangan lupa dukung. kisah Lain
Semalam Berujung Petaka atau
cinta pertama tak lekang waktu ,
__ADS_1
πππππππππππ