Bayangan Sang Mantan

Bayangan Sang Mantan
Kulkas dua pintu.


__ADS_3

Re, bangun pagi bersiap untuk berangkat kerja , dia berencana jalan kaki saja. sebenarnya tempat kerjanya tidak begitu jauh dari rumahnya sekitar 1 km saja.


Namun dia kadang naik bus atau angkot kota karena bangun siang dan tidak ingin terlambat bos Rio itu sangat di disiplin dan setiap ada yang telat pasti kena potong gaji dan itu sangat bagus membuat karyawannya selalu datang tepat waktu .


Renata berjalan santai menyusur trotoar sambil bersenandung kecil, melewati sebuah taman dan dia berhenti sejenak melihat suatu pemandangan yang sangat indah.


seorang lelaki sedang membawa sebuket bunga dan sebuah kotak kecil yang dia yakin itu adalah cincin.


Lelaki itu sedang melamar gadis nya di pagi yang indah dan dengan sangat romantis.


Renata sangat baper melihat nya , dia membayangkan kalau saja itu adalah dia dan juga Hendrawan.


namun Renata kembali menyadarkan dirinya untuk tidak bermimpi Hendrawan akan melakukan itu


Tiba-tiba saja dia punya ide julukan baru buat Hendrawan , si kulkas dua pintu .


Dia hanya akan chat pada saat yang dia mau, membalas WhatsApp Renata kadang bisa dua hari sekali.


Dan isi chat nya hanya mengandung perintah, atau menanyakan apakah berat badannya sudah mulai turun.

__ADS_1


sekarang tidak lembut dulu dan sering chat menanyakan kabar ,sedang apa ? sudah makan belum kadang Hendrawan juga cerita atau bercanda bersama.


"Ceh... apakah lelaki seperti itu semua ya, waktu mengejar wanita begitu baik dan rajin chat dan bertanya kabar memberi perhatian , sudah dapat dia menjadi cuwek dan dingin.


"Ahh... dasar kulkas dua pintu , Renata mulai menggerutu menyusuri jalan menuju tempat kerjanya.


sampai di tempat kerja dia sudah melihat Melani sudah berada disana.


'Eh... tumben, pagi-pagi sudah sampai disini , tanya Melani.


"Iya sengaja bangun pagi jalan kaki, supaya kurusan dikit, jawab Renata duduk sambil mengelap keringat di dahinya.


Melani tertawa terbahak-bahak membuat Renata melirik dengan muka cembetut mulutnya tertutup dengan pipi menggembung, itu adalah mimik kesal yang di buat Renata setiap suasana hatinya jengkel.


Renata mencubit pinggang Melani membuat dia menjerit kesakitan.


"Ah ... itu kebenaran yang terpaksa aku ungkapkan , terik Melani dengan suara keras karena merasakan sakit cubitan Renata .


"Terus ..aku harus bagaimana ? tanya Renata memelas .

__ADS_1


"Kurangi makan gorengan tidak ngemil keripik kentang kesukaan mu itu tidak boleh makan coklat , tau permen , tidak boleh makan atau minum yang manis ,seperti es kopi kesukaan mu itu, makan banyak sayur dan buah, kurangi makan karbohidrat olah raga teratur., banyak minum air putih .. lalu.....


"Terus... terus..... terus..... sela Renata.


"La ..memang itu pantangan orang diet, semua yang kamu sukai itu pantangan orang diet, dan kamu ini susah sekali minum air putih , selalu suka yang manis es kopi , atau minuman bersoda gimana kamu tidak mengembung ke kanan dan ke kiri ? jawab Melani tak kalah galaknya .


"kamu lihat lah , tubuh ku langsing dan se seksi ini," kata Melani sambil memutar tubuhnya yang memang sangat ramping itu


""HAiz .. banyak kali peraturan untuk langsing kamu ini susah sama kayak Hendrawan penuh dengan segala aturan makan pun harus di atur sedemikian rupa ., jawab Renata.


"kamu tau aku ini orang yang , susah di atur dan tidak suka peraturan makin di kasih peraturan aku akan cari celah untuk melanggarnya, kata Renata lalu mengeluarkan keripik kentang dan makan di depan Melani dan menyodorkan pada nya .


Melani menggeleng kepala ,"Ohh..tidak Baby itu berbahaya buat tubuh ku ,kata Melani.


Berbahaya dari mana memang beracun , HAiz..


makanan enak begini kata Renata sudah menghabiskan satu bungkus keripik kentangnya yang di bawa dari rumah.


Dia baru saja mau membuka bungkus berikutnya namun sebuah tangan menahannya.

__ADS_1


matanya terbelah saat melihat siapa yang ada di depannya.


-------++++++++Bersambung++++++++--------+


__ADS_2