
Setelah menutup pintu dan menghapus air matanya Icha tersenyum bahagia.
"Yes...Yes...Yes.....!!!!
Teriak bahagia sambil mengepalkan kedua jarinya dan menarik dari atas ke bawah.
Icha menarik dan berdansa di ruang tamu dengan gaya seolah-olah sedang memeluk seseorang dengan sangat bahagia.
"Oh... nyonya Angi sebentar lagi habis kau di tangan ku, tentu aku akan buat kamu hancur berkeping-keping seperti hatiku yang kau buat dulu,andai saja kamu tak menghalangi aku menikah dengan Hendrawan tentu aku sudah bahagia bersamanya dan anak kami sudah besar, tentu saja juga tidak akan membuat Hendrawan pindah ke lain hati." kata Renta di kamarnya memandang Foto nyonya Angi yang berada di sebuah kamarnya di papan Mading.
Icha kadang mengunakan foto itu untuk melatih ketangakasan tangannya melemparkan pisau di sana dan karena seringnya Icha melakukan hal itu membuat dia sangat ahli untuk melakukan hal itu.
Icha lalu megambil pisau yang tertancap di sana lalu mundur beberapa langkah dan melempar pisau ke sana , dan pisau itu tepat megenai muka nyonya Angi.
"Yas, kena... ha,.ha ..ha sebentar lagi nyonya Angi ,"aku akan segera menghabisi hidupnya mu, kamu harus hidup dengan rasa sakit dan kamu harus hidup sepeti gelandang lagi yang tak punya harga diri seperti dulu di mana aku berasal." kata Icha tersenyum penuh misteri.
Icha segera mandi setelah latihan melempar pisau dan puas karena mengenai foto nyonya Angi .
sementara di rumah Atmanegara, mereka sedang makan bersama , ada rasa kaku dan ketegangan yang terasa efek peristiwa siang tadi .
"Mama minta maaf ,Hen.. atas kejadian tadi di kantor,karena Mama terlalu terbawa emosi saat mengetahui kredit mama sudah di blokir ,tentu mama sedikit sock dan malu waktu belanja di toko terpaksa mengembalikan semua barang ke tempatnya." kata nyonya Angi pada Hendrawan.
"Bukan hanya itu ma , bagiamana mama hampir saja menampar istri saya di depan saya ?" kata Hendrawan dengan menghela nafas panjang.
__ADS_1
"Renata saya minta maaf untuk kejadian tadi siang, bener semuanya karena pelayan toko itu memperlakukan saya di depan banyak orang karena tak mampu membayar baju yang saya ambil dan pilih, karena ATM sudah di blokir oleh Hendrawan." kata nyonya Angi.
"Tidak apa lagi lagi jangan begitu nyonya , jangan biasakan diri mengunakan kekerasan, suatu hari akan berbalik kepada nyonya ." kat Renata lulu tersenyum pada nyonya Angi .
"iya .maaf ya Renata." kata Nyonya Angi lagi.
"iya...tidak apa-apa., kata Renata lagi .
Hendrawan hanya dia maka memperhatikan kedua wanita yang ada di depannya, yang berpura-pura baik dan ini pertama kalinya melihat mama meminta maaf.
Usai mereka selesai makan Renata segera mengandeng tangan Hendrawan.
"Sayang ayo kita naik ke atas ada sesuatu yang ingin saya bicarakan ?" kata Renata membuat Hendrawan melirik ke arahnya.
"Mah....saya permisi dulu, Oya mah silahkan pelajari ini dan tolong jelaskan soal hal ini besok pagi, mulai sekarang mama sudah tidak bisa punya akses lagi masuk dan ikut campur urusan perusahaan" minta maaf untuk hal itu , silahkan di lihat " kata Hendrawan menyerah setumpuk file copy'an data tentang Mark Up keuangan yang di lakukan oleh nyonya Angi dan beberapa data tentang pembeli mobil mewah dan apartment yang di milikinya oleh nyonya Angi.
Hendrawan melangkah dengan kesal menuju. ke lantai atas bersama dengan Hendrawan.
Renata menyempatkan diri menoleh ke arah nyonya Angi yang masih menatap mereka ,dan tangah kanan Renata di di taruh di belang SM memberi kode jari tengah pada nyonya Angi.
Tentu nyonya Angi menatap dengan penuh amarah dan emosi yang memuncak !
"Dasar perempuan ******, lihat saja nanti kamu akan segera terusir dari tempat ini tanpa membawa satu sen pun uang." Nyonya Angi mengerut di meja makan.
__ADS_1
Nyonya Angi sudah menyadari bahwa kekuatan dan pengaruh nya telah hilang , dia tak lagi bisa membuat Hendrawan patuh dan tunduk padanya sejak Hendrawan bersama dengan Renata.
Meski pada hakekat yang sebenarnya
semua itu terjadi karena Hendrawan sudah muak dengan kelakuan mamanya yang membuat dirinya sepeti mesin ATM baginya, juga telah mengetahui sedikit demi sedikit kelakuan mamanya dan niat mamanya yang berusaha terus mengendalikan nya , selalu memikirkan soal harta dan uang selalu berusaha untuk menguasai semua yang di miliki keluarga Atmanegara.
Kuasa nya atas diri Hendrawan sudah tidak ada lagi, karena Hendrawan merasa tertekan tak sanggup lagi menahan diri.
Merasa tuntut mamanya untuk membalas Budi pada nyonya Angi hanyalah semu dan tak kan pernah puas selama dia belum mendapat semuanya .
Nyonya Angi selalu beralasan karana dia yang telah merawatnya semenjak ayah dan ibunya meninggal dunia jadi di patut menghargai, menghormati dan berbakti kepadanya selaku orang yang merawat dan membesarkannya sebagai orang tuanya.
----++++++++ Bersambung++++++++-------
"Terimakasih untuk kunjungan nya para pembaca dukung dengan Likeπ dan
komentar βοΈthanks you All .
jangan lupa dukung. kisah Lain
semalam Berujung Petaka atau
cinta pertama tak lekang waktu ,
__ADS_1
πππππππππππ