
Nyonya Angi , terpesona dengan gaya Billy yang pintar memijit daerah sensitif dan membuat dia melambung tinggi mencapai puncak kenikmatannya.
Usai melakukan ronde pertama, Billy mengajak nyonya Angi untuk memakai obat terlarang supaya lebih nikmat dan kuat saat melakukan dan lebih fly.
Billy meyakinkan bahwa itu lebih nikmat saat melakukan dengan obat-obatan, dan karena penasaran mereka pun memakai obat itu bersama dan main kembali.
Memang tak dapat di pungkiri oleh nyonya Angi perasaan nikmat sampai ke puncak nya ,entah berapa kala mereka melakukan nya, hingga sampai malam.
Nyonya Angi harus segera pulang , waktu makan malam dia tak ingin Hendrawan selalu mencurigainya dan bertanya banyak hal karena tidak pulang makan malam
"Uh... kamu memang luar biasa , Billy." kata nyonya Angi mencubit hidung Billy gemas.
"Ah ...biasa saja, saya suka yang sedikit liar dan aneh-aneh apa kamu mau mencoba, sayang ?" tanya Billy menggoda nyonya Angi.
"Tentu saja aku ingin ,seret aku bawa aku ke dunia mu." kata nyonya Angi membalas rayun Billy.
"Tapi aku harus pulang ke rumah , kamu tentu Taukan peraturan aku, kalau kamu jadi simpanan ku, kamu harus keluar dari pekerjaan mu dan tinggal disini ,di larang keluar tanpa izin atau boleh keluar tapi hanya sebentar dan tidak setiap hari, di larang bawa teman disini baik teman pria maupun wanita."kata nyonya Angi lagi.
"Bagiamana dengan keperluan ku setiap hari." tanya Billy.
"jangan khawatir aku akan menguras dan membeli untuk mu." kata Nyonya Angi yang sudah rapi memakai baju.
"Tapi aku bisa keluar dulu ambil barang ku yang ada di kos-kosan bukan ?" kata Billy.
" terserah kamu tapi jangan kasih tau orang dan jangan sampai bocor tentang hubungan kita ." jawab nyonya Angi.
"Tentu saja sayang hanya engkau dan aku dan setan yang tau ." kata Billy sambil tersenyum.
Nyonya Angi pun keluar dari apartment nya, mendarat ciuman di pipi Billy lalu pergi setelah nyonya Angi pergi Billy segera memberitahu kepada Tante Berta bahwa misi berhasil.
"kerja yang bagus Billy ." puji Tante Berta.
"Tentu semua tak lepas dari bantuan anda Tante."kata Billy.
"Oya..kamu jangan sering-sering berhubungan dengan ku , memakai nama ini dan menyebut nama ku, apalagi di depan dia" kata Berta.
"lalu aku harus panggil apa ?" tanya Billy.
"Kamu bisa panggil aku Tante Fony supaya nyonya Angi tak curiga ." kata Berta.
"Baik Tante Fony ,akan saya laksanakan." kata Billy.
"Ya ..kalau begitu jangan lupa tujuan kamu, kamu harus pandai-pandai meminta barang bagus dan meminta juga belikan mobil bagus saat dia telah jatuh cinta pada mu, ingat ya ,kamu jangan jatuh cinta pada nya karena itu akan membuat kamu susah sediri, dia orang yang mudah bosan dan pemarah bila kamu buat dia marah atau punya lelaki lain kamu akan di bunga begitu saja." kata Tante Berta.
"Tentu Tante saja akan berhati-hati menjaga hati " jawab Billy.
"Kalau begitu istirahat kamu pasti capek." kata Berta .
__ADS_1
"Ah ,Tante tau saja. " jawab Billy.
"Tau kah saya sudah lama kenal dengan nyonya Angi ." kata Billy.
"Oke ,Tante selamat malam." kata Billy.
Billy lalu mematikan telfonnya dan rebahan di ranjang yang empuk dan nyaman itu.
"Ah ..kapan lagi bisa menikmati hidup enak begini." kata Billy lalu menarik selimut dan tidur.
---------+++++++++-------
Di kediaman Atmanegara tampak keluarga itu sedang makan nyonya Angi menikmati makanan dengan akan dingin.
"Mah... akhir-akhir ini sering keluar ,mama apa banyak kerjaan?" tanya Hendrawan.
'Iya..lagi banyak kerjaan mau mendirikan yayasan Amal bersama teman-teman ." jawab nyonya Angi .
"Oya... ,mama juga harus jaga kesehatan dan jaga makan ,sekarang sering tidak di rumah .' kata Hendrawan.
"O..tentu saja saya, menjaga diri dengan baik bukanlah nanti aku harus menjaga cucu saya?" kata Nyonya Angi tersenyum.
"O..ya betul mah, makasih sebelumnya jawab Hendrawan.
"Ceh serius mau jaga, apa mau bunuh, dari muka mu ,sangat meragukan Nyonya Angi , aku saja hampir kau panggang hidup-hidup." Renata membatin dalam hati dengan tatapan tajam ke arah nyonya Angi.
Usai makan, mereka pun pergi ke kamar masing-masing, Renata telah selesai menyikat gigi dan membersihkan dirinya ,dan duduk di sofa melihat handphone nya.
"Sayang kamu sudah selesai menstruasi ?" tanya Hendrawan.
"Sudah kak." jawab Renata berdiri dan mendekat padanya saat Hendrawan keluar dari kamar mandi dan memanggil nya.
"Kalau begitu mari kita jalan kan misi." kata Hendrawan.
"Miss apa ? " kata Renata yang berjalan mudur saat Hendrawan berjalan maju, tatap aneh Hendrawan seperti sesuatu.
"Misi membuat personil kesebelasan sepak bola." jawab Hendrawan tersenyum.
"E..saya belum siap kak ?" kata Renata.
"Belum siap apa ?" tanya Hendrawan.
"saya belum mempersiapkan hati dan pikiran." kata Renata.
"apa yang kau takutkan ?" tanya Hendrawan langsung pada pokok masalah dia tak suka berbelit-belit.
"Apa kamu belum pernah melakukan ?" tanya Hendrawan.
__ADS_1
Renata mengeleng kan kepala nya pelan.
Hendrawan memegangi bahu Renata yang sudah mentok di ranjang.
merebahkan nya pelan-pelan di ranjang membelai wajah Renata yang terlihat tegang .
"Jangan kawatri aku tak akan menyakiti mu." kata Hendrawan menunduk kan wajahnya ke muka Renata.
Hendrawan mengecup bibir Renata dengan lembut dan penuh perasaan.
Membuka kancing piyama yang Istrinya pakai satu demi satu dan menghadiahkan kecupan di setiap kancing yang telah terbuka.
Renata semakin tegang dan jantung nya berdetak semakin kencang.
Hendrawan terus saja, melakukan aksinya sampai semua kancing piyama terbuka.
Hendrawan menatap Renata yang malu-malu kucing wajahnya merona merah,sungguh terlihat menggemaskan.
Hendrawan kembali melakukan aksinya selanjutnya menarik celana Renata lalu membalikkan tubuh Renata pelan.
Renata hanya nurut saja ,dengan apa yang telah dilakukan oleh Hendrawan, dengan posisi yang tengkurap dan pasrah.
Hendrawan membuka pengait bra Renata hingga terlepas dan seperti yang di lakukan sebelumnya dia menciumi perlahan punggung Renata dan menciptakan, gelombang panas pada tubuh Renata yang terlihat gelisah mencengkram spery.
"Tidak usah tegang begitu , nikmati saja." kata Hendrawan yang berbaring di sisi Renata dan membelai punggung istrinya dengan jari jemarinya.
"Sa...saya..hanya grogi dan nervous kak." jawab Renata.
"apa tak pernah melihat adegan dewasa ?" tanya Hendrawan.
"Sering ." jawab Renata jujur .
"Jadi ayo kita praktekan ! " kata Hendrawan tersenyum nakal.
----++++++++ Bersambung++++++++-------
"Terimakasih untuk kunjungan nya para pembaca dukung dengan Likeπ dan
komentar βοΈthanks you All .
jangan lupa dukung. kisah Lain
semalam berujung petaka atau
cinta pertama tak lekang waktu ,
πππππππππππ
__ADS_1