
Ica mengetuk pintu kantor Hendrawan setelah mereka selesai berciuman.
"Masuk..! " kata Hendrawan.
"Ada apa lagi Icha ?" tanya Hendrawan.
"Saya mau mencari kunci mobil saya, mungkin jatuh di ruangan anda tuan." kata Icha lembut.
"kamu sudah makan ?" tanya Hendrawan.
"iya ,ini saya mau keluar makan, tapi tidak menemukan kunci mobil saya." jawab Icha.
"Kamu bis makan dengan kami, kalau kamu mau, biarkan ruang ini di bersihkan oleh cleaning servis tinggal pesan saja pada cleaning servis sekali mencari kunci mobil mu ,mungkin jatuh di bawah sofa." kata Renata .
"Apa tidak menganggu anda nona, saya minta maaf untuk insiden tadi." kata Icha membuka sopan.
"Tidak apa-apa !" mereka baru mau keluar .
Seorang berseragam cleaning servis sudah datang .
"Galuh kamu yang mau membersihkan ruangan ku ?" tanya Hendrawan.
"Iya..tuan saya yang akan membersihkan nya." jawab Galuh membukuk sopan.
"Bersihkan dengan benar dan coba nanti minta bantuan cleaning servis pria untuk angkat sofa nya, saya takut makan juga masuk ke sana dan akan bau, bila tidak bersih dengan baik." kata Hendrawan.
"satu lagi, cari kunci mobil Icha yang ada kemungkinan jatuh ke bahwa sofa itu." kata Hendrawan .
"Ayo Bi , kita berangkat makan siang." kata Hendrawan lalu mengandeng tangan Renata.
"Ayo Icha." kata Renata pada Icha yang ada di belakang nya.
mereka segera menuju mobil dan Hendrawan duduk di belakang dan Icha duduk di depan dengan sopir Hendrawan.
kemana mereka pergi pasti ke sebuah restoran milik keluarga Atmanegara mereka duduk satu meja dan mulai memesan makanan masing-masing.
"Icha kamu tinggal di mana." tanya Renata.
"Saya di apartment King Garden" jawab Icha.
"Sorry King Garden ." tanya Hendrawan.
"Iya...benar di sana ." kata Icha.
"kenapa ?" tanya Icha.
"Tidak apa, cukup jauh dari kantor kan , kalau tinggal di sana." kata Hendrawan.
Usah makan mereka kembali ke kantor dan bekerja , sedang Renata pulang ke rumah dengan pengawal nya.
Renata segera naik ke atas masuk ke dalam kamarnya, lalu dia rebahan di kasur, dia kembali mengingat kembali kejadian tadi di kantor.
"Wanita yang bernama Icha itu , memang mirip seseorang tapi siapa ?" gumam Renata.
"Dari gayanya saat dia berusia mendekat padanya kenapa aku tak ingat siapa dia ?" Renata berusaha mengingat-ingat kembali
menepuk-nepuk pipi nya," ayo Renata ingat pelan-pelan." kata Renata pada dirinya.
__ADS_1
"Dreeetttt..." suara getaran Handphone Renta yang di taruh di meja dekat sofa tadi mengagetkan nya .
"Hallo ...Andini ,apa kabar ?" tanya Renata .
"Baik kamu sibuk atau tidak ?" tanya Andini.
"Tidak sedang duduk manis di rumah." jawab Renata.
"Bisa keluar tidak ,ayo kita mengobrol pengen curhat ." kata Andini.
"Ya.. sebentar aku minta izin dengan Hendrawan, nanti segera aku kabari, ketemu di mana ?" tanya Renata.
" di cafe biasa." jawab Andini.
"Baiklah." nanti aku kabari.
"Oke." jawab Andini.
Renta segera kembali menelfon Hendrawan tapi tidak di angkat beberapa kali, dan Renata memilih turun, dia pikir tentu saja pasti dia setuju kalau hanya bertemu dengan Andini, bukan dia itu adik nya Hendrawan.
"Nona muda mau kemana ?" tanya Mita salah satu bodyguard yang di pekerjaan oleh Hendrawan untuk jadi pengawalan nya .
"ke ruang Andini ,saya buru-buru." kata Renata.
"apakah sudah minta izin pada tuan Hendrawan. tanya Mita segera mengikuti Renata.
"Sudah, dia tentu tidak akan marah dan keberatan bila saya bertemu dengan Andini the lovely sister nya, kamu tak usah kawatri cepat berangkat ,ke Cafe together happy." perintah Renata pada Mita uang sudah berada di mobil belakang setirnya.
"Siap " jawab Mita.
"Ah... kenapa tuan kamu itu sangat posesif sekali dan membuat kamu susah harus mengikuti aku kemana-mana ?" tanya Renata pada Mita.
"kenapa apa nyonya muda tidak suka dengan saya ?" tanya Mita.
"Bukan tidak suka ,tapi saya merasa ribet bila kemana-mana harus di antar dan sudah tak boleh naik motor sediri." jawab Renata.
"Nyonya bisa naik motor ?' tanya Mita.
"Bisa apa kamu mau balapan dengan ku ?" tanya Renata tersenyum.
"Oya..saya juga suka balap motor ." jawab Mita.
"saya yakin kalau dengan nona Renata , saya pasti yang menang ." kata Mita.
"Ah..terlalu percaya diri ." kata Renata menimpali.
"bagaimana membuktikan ,kata Mita segera memutar mobilnya ke arah kanan tempatnya merek berdua janjian.
"Hai..sudah lama menunggu ?" tanya Renata pada Andini yang sudah duduk di meja pojok ruangan.
"Baru saja." jawab Andini.
"siapa ..?" tanya Andini melihat Mita yang ada di belakang Renata.
"Kerjaan big. Brother you." jawab Renata duduk di depan Andini.
"O.. begitu Bodyguard mu ?" tanya Andini.
__ADS_1
"CCTV berjalan." jawab Renata.
"kenapa begitu posesif, kamu nakal kali." Andini tersenyum mengejek.
"Haiz.... ya lah... dulu ketangkap basah bertemu dengan Hongjie tapi masih oke ,di maafkan tapi karena kebakaran ruko itu , Hendrawan mulai berhati-hati seperti dia memang kawatri aku kenapa-kenapa dan di culik orang." kata Renata.
"siapa yang mau menculik kamu ,dia akan susah sediri kasih makan kamu, dan kamu terlalu berat untuk di masuk karung." goda Andini.
"jangan memulai , membully karena segemuk apapun aku di perbolehkan, bahkan sekarang saya di larang kurus." jawab Renata.
"AU....wau Amazing...! kata Andini.
"Apa yang membuat dia berubah pikiran begitu ?" tanya Andini.
"Katanya biar dak ada yang jatuh cinta pada Istrinya yang gendut padat berisi cukup dia saja." jawab Renata.
"Ciye... so sweet ?" kata Andini dengan nada mengejek.
"Sebenarnya kamu mau curhat atau mau membully ku ?" tanya Renata.
"dua-duanya." kata Andini.
"pesanan makanan dulu ." kata Andini sambil menyodorkan menu makanan yang ada .
Renata juga memesan makanan buat Mita yang di suruhnya duduk di sebelahnya .
"Re.. seperti saya ,tidak jadi menikah lagi tahun ini ." kata Andini.
"kenapa dari tahun kemarin kamu terus memudar kan , pernikahan kamu, apa kamu ragu padanya." tanya Renata.
"Aku tak tau harus bagaimana ,sudah beberapa kali menolong nya ,untuk mendapat pekerjaan dan juga memberi modal membuka usaha, namun semua seperti tak bisa berkembang." kata Andini.
"Jadi alasan mudur karena dia yang belum siap soal keuangan ?" tanya Renata.
"sebenarnya bukan masalah keuangan saja ,namun masalah lain yang baru saja aku ketahui ." kata Andini.
"Apa itu ?" tanya Renata.
"apa dia punya wanita lain ?" tanya Renata lagi
"Bukan dengarkan aku dulu ,jangan memotong pembicaraan." kata Andini mulai kesal.
"Dia tak punya uang dan selalu meminta bantuan ku, teryata dia membantu adiknya yang sudah menikah dan dia sediri tidak memikirkan nasib nya bila dia tak punya uang ,adiknya sendiri tak mau bantu dia." kata Andini.
"Tentu kalau begitu terus bagaimana kita akan berumah tangga, sebenarnya bukan masalah kalau dia membantu soudranya tapi dia harus berusaha menuhi semua nya, ke butuhkan nya dulu baru bantu soudranya nya toh , keluarga dan adiknya juga tak pernah ada saat dia butuh dan sayalah yang selalu di susah kan."kata Andini.
"Jadi bagaimana apa kamu akan bertahan atau akan terus sampai jenjang pernikahan ?" tanya Renata.
----++++++++ Bersambung++++++++-------
"Terimakasih untuk kunjungan nya para pembaca dukung dengan Likeπ dan
komentar βοΈthanks you All .
jangan lupa dukung. kisah Lain
semalam Berujung Petaka atau
__ADS_1
cinta pertama tak lekang waktu ,
πππππππππππ