
Sore itu di butik Renata datangi seorang yang sangat cantik dan modis , wanita datang dengan baju yang sangat ketat dan memperlihatkan lekuk tubuhnya.
"Renata , bisakah kita bicara sebentar " kata wanita itu .
"Maaf anda siapa ? , apakah kita pernah saling mengenal ?" tanya Renata ramah .
"Aku kenal kamu namun kamu belum mengenal aku oleh karena itu aku akan memperkenalkan diri ku pada mu ." jawab wanita itu.
"Nama aku, Monica wanita yang pernah ada di masa lalu Hendrawan ." kata wanita itu .
" Ah .. siapa lagi Monica ini, muncul lagi mantan Hendrawan , apakah aku bisa hidup damai kalau menikah dengan dia tanpa tiba-tiba di kejutkan oleh kemunculan mantan- mantan Hendrawan ?" Renata membatin dalam hati bibir senyum meski hatinya kesal.
"Apa maksud kedatangan anda kesini ?" tanya Renata bertanya dengan ramahnya.
"Bisakah kita bicara berdua saja " tanya Monica.
"Baiklah ? " jawab Renata lalu menyuruh dua karyawan nya untuk pulang lebih awal.
Setelah menutup pintu , butiknya Renata segera keluar dengan Monica menuju kesebuah cafe yang dekat dari butiknya.
Mereka duduk di pojok cafe , dan memesan makanan untuk meneruskan pembicaraan.
"Silahkan , apa yang ingin anda katakan ? " tanya Renata setelah mengaduk dan mencicipi kopi pesanan nya.
"Saya adalah wanita yang sangat di cintai oleh Hendrawan sebelum Andini." kata Monica berhenti sejenak menarik nafas seolah dia berusaha menenangkan dirinya sendiri.
"Lalu ?" tanya Renata dengan santai mencoba bersabar dengan keadaan yang sedang dia hadapi.
Kenapa kisah cintanya di bayang-bayang sang mantan kekasih nya.
__ADS_1
"kami sempat menikah namun gagal karena tak dapat restu ibunya ," lanjut Monica.
"Lalu apa yang anda inginkan ?" tanya Renata mencoba untuk mempersingkat cerita Monica.
"Bisakah anda memberi kesempatan kedua, untuk aku kembali menjalin hubungan dengan Hendrawan ?" tanya Monica sedikit lirih .
"Seandainya , anda jadi saya apakah anda akan melepaskan kekasih nya ,untuk Mantan yang tiba-tiba datang pada mu ?" tanya Renata balik bertanya.
" Aku tau ini, mungkin berat bagi mu" kata Monica mulai menangis tersedu-sedu.
" Seandainya Hendrawan tau kalau , aku masih hidup tentu saja dia tidak akan mencintai Andini dia tidak akan bersama Andini,dia akan tetap bersama ku karena aku adalah cinta pertama nya ,kamu bisa bertanya pada Andini tentang saya , " kata Monica yang masih berurai air mata.
"Saya mengalami kecelakaan dan di larikan di rumah sakit, lalu saat aku terbaring di rumah sakit ada seseorang yang berusaha membunuh ku , namun di ketahui oleh kakak kandung ku.
Lalu demi keselamatan aku, aku di Tarakan meninggal dan pergi ke Korea untuk bersembunyi dan melakukan oprasi plastik karena wajah ku yang rusak" kata Monica tersedu-sedu.
Renata menatap dan melihat satu persatu foto-foto itu, wajah Monica memang berbeda jauh dari yang sekarang dan dia berpelukan mesra dengan Hendrawan di beberapa teman wisata di Indonesia mereka terlihat sangat ceria dan bahagia.
Renata mulai tersentuh dengan cerita Monica dia sangat iba dan mulai menganalisa wanita ini sangat cantik dan sexy dan anggun, ada rasa cemburu yang hadir namun lebih banyak rasa terintimidasi dengan kecantikan Monica yang sangat sempurna bukan karena dia telah melakukan oprasi plastik di wajahnya namun sebelum oprasi juga sudah sangat cantik .
"Seandainya Hendrawan mengetahui cinta pertama masih hidup tentu dia sangat bahagia, dan ibunya juga tidak akan mengetahui dia adalah Monica.
"Dan bukankah cinta tak harus memiliki ?, cinta tulus dan murni adalah cinta yang harus bisa berkorban apapun demi kebahagiaan orang yang kita cintai ?" Batin Renata mulai bergejolak.
"Haruskah aku melepaskan Hendrawan menemukan kebahagian nya, aku tau ini tetap sakit bagi ku, tapi bukankah ini akan membuat Hendrawan bahagia, apalagi Hendrawan memang tidak begitu bisa menerima aku apa adanya ,yang berbadan pendek dan gemuk ini , meskipun dia selalu berkata bahwa dia mencintai aku apa adanya , meski dia akan mencintai aku dengan segala kekurangan baju, tapi nyatanya dia selalu meminta aku untuk menurunkan berat badan dan memintaku memakai gaun layaknya kekasihnya yang terlihat cantik dan elegan dengan gaun atau baju-baju mereka ?" Renata terdiam dan terus berargumentasi dengan dirinya sendiri.
"Tapi aku tak bisa membohongi diri ku sendiri bahwa aku juga sangat mencintai Hendrawan dan sangat-sangat cinta pada nya !" Renata masih bergulat dengan perasaan dan pikirannya.
" Re..., Bagaimana kenapa diam saja ?" tanya Monica.
__ADS_1
"Aku tak bisa memberi jawaban sekarang Monica berikan aku sedikit waktu untuk mempertimbangkan semua ini asal and atau bahwa Nyonya Angi merestui hubungan aku dengan Hendrawan kamu tau kan kalau butik yang sekarang aku tinggali itu adalah kepunyaan nyonya Angi, Hendrawan telah berikan kepada ku dan itu sudah atas nama ku, dengan sepegatuhuan nyonya Angi ," kata Ranta.
"Namun aku akan tetap mempertimbangkan semua perkataan mu , Monica tentu aku akan memberitahukan semua tentang mu pada Hendrawan," kata Renata.
"Benarkah Tante Angi menyetujui hubungan kalian ? "tanya Monica.
"Ya...begitulah ,aku mendapat restu dari ibunya meski aku tak sepadan dengan Hendrawan aku sendiri tidak percaya bahwa ibunya merestui hubungan kami, meski saya bukan kalang orang kaya , bahkan aku dulunya hanya seorang pelayan di sebuah warung makan , seperti kisah Cinderella di eram modern bukan ?" kata Renata pada Monica yang membuat raut muka Monica terlihat tambah sedih.
Membuat Renata merasa kasihan dan bersalah karena telah membuat wanita yang di cintai Hendrawan sedih . Renata mulai dalam kebingungannya antara mepertahankan cintanya atau kebahagiaan Hendrawan .
supaya dia bisa hidup bahagia dengan wanita yang sangat di cintainya toh selama ini dia dan Hendrawan selalu saja ada pertengkaran kecil walau hanya sebuah salah paham.
Atau karena Renata tersinggung dengan aturan yang di berikan oleh Hendrawan yang sangat posesif dan super ketat itu , sedang dengan wanita lainya dia tak pernah memperlakukan demikian .
Dia selalu terlihat so sweet dan lembut pada wanitanya, itu kata Andini dan Renata percaya akan cerita Monica karena Andini pernah cerita tentang Monica.
Andini pernah marah dan cemburu gara-gara suatu hari saat Andini bersama dengan Hendrawan , Hendrawan mengigau dan memangil nama Monica bukan sekali dua kali bahkan , Hendrawan pernah memanggil Andini dengan Monica sehingga dia merasa bahwa dia hanya di jadikan tempat pelarian oleh Hendrawan karena kehilangan Monica.
Andini meyakini juga bahwa Hendrawan masih mencintai Monica meski ada dia di samping nya .
Renata sekarang merasa dalam persimpangan dan cintanya di ujung tanduk ,dia harus memilih seperti memilih buah simalakama ?
-----++++++++ Bersambung++++++++-------
"Terimakasih untuk kunjungan nya para pembaca dukung dengan Likeπ dan
komentar βοΈthanks you All ."
ππππππππ
__ADS_1