
Renata berjalan mengikuti Hendrawan lalu masuk kembali ke mobil nya, agenda berikutnya adalah pergi ke seorang perancang busana untuk pernikahan mereka, dan Hendrawan meminta Manager untuk mencari Wedding Organizer untuk mereka.
Semua di pastian berjalan sesuai dengan rencana sementara Renata sendiri menelfon Ayahnya dan mengatakan akan segera menikah tentu saja akan datang ke rumah untuk meminang.
Renata tidak memberi tau calon suaminya, saat ayahnya bertanya nanti Ayah akan tau sediri.
Sementara di rumah Nyonya Angi terlihat uring-uringan dan mondar-mandir , dalam hatinya dia tidak terima karena Renata akan segera masuk dan menjadi bagian dari rumah ini ,Renata yang sulit di duga perasaan dan moodnya sulit untuk di tebak membuat nyonya Angi akan dalam kesulitan mengontrol nya.
Dulu waktu pertama bertemu , seperti Renata adalah orang yang lugu penurut dan mudah di atur sehingga dia membiarkan Renata bersama Hendrawan .
sedang rencana nyonya Angi yang mencoba untuk mengalihkan beberapa aset kepunyaan kakeknya Hendrawan telah di gagalkan karena ketahuan oleh kakeknya ,dan karana kakeknya Hendrawan mengetahui kelicikan dan akal bulusnya nyonya Angi .
Sehingga sebelum kematian beliau , membuat surat wasiat bahwa seluruh hartanya akan di berikan kepada cucunya yaitu Hendrawan Atmanegara .
Dan bila dia meninggal tanpa keturunan maka harta milik kakek akan di serahkan pada panti sosial dan amal , dan juga nyonya Angi tidak mendapatkan bagian sepeserpun sebab dia bukan anak kandung dan hanya anak pungut.
Oleh karena, nyonya Angi telah mengetahui bocoran isi surat wasiat itu maka dia berusaha untuk menjaga Hendrawan dengan baik dan juga berusaha untuk mengendalikan Hendrawan.
Selama ini Hendrawan selalu patuh kepadanya dan nyonya Angi punya kekuasaan cukup besar di rumah itu, masih menerima penghormatan karena dia tinggal sebagai ibu dari Hendrawan Atmanegara meski ada beberapa pelayan dan orang kepercayaan kakek yang mengetahui kelakuan nyonya Angi.
Jalan satu-satunya untuk mendapat warisan dan memiliki Harta dari kakek nya Hendrawan adalah menikahkan anaknya dengan Hendrawan sehingga saat punya anak atau terjadi apa-apa dengan Hendrawan maka harta itu akan jatuh pada cucunya dan dia akan dpat menikmati harta yang berlimpah ruah untuk tuju keturunan sekali pun tidak akan habis.
Sayang sekali ,bahwa anaknya tidak mau dengan Hendrawan karena Hendrawan sering sakit-sakitan dan banyak aturan membuat dia akan kesulitan untuk hangout dengan teman-teman apalagi dugem di club' malam.
sedang Hendrawan sediri tidak suka dengan cewek yang suka minum , merokok dan dugem seperti itu ,dan satu hal lagi bahwa Hendrawan sudah mengetahui niat dari nyonya Angi.
Namun Hendrawan memilih untuk tetap diam dan menghormati ibu sambungnya itu, Hendrawan juga masih menutupi kelakuan mamanya itu yang menyimpan brondong di sebuah apartment mewah nya.
Seharusnya, Nyonya Angi tidak usah terlalu ikut campur urusan Hendrawan serta mendapat jatah dari Hendrawan.
Namun manusia memang selalu ada sifat egois memang selalu ada mementingkan diri sendiri hampir semua manusia di muka bumi demikian hanya kadarnya sedikit atau banyak.
"Paijah saya mau keluar kalau Hendrawan tanya bilang saya pergi arisan ." kata nyonya Angi sebelum dia pergi.
"Baik nyonya ." jawab Paijah lalu membuka hormat.
Bodyguard yang sudah siap ikuti tidak di izinkan mengikuti nya.
"Tidak usah ikut, saya akan pergi sendiri dan menyetir sendiri hanya pergi arisan dengan wanita lainya ." kata nyonya Angi.
"Baik nyonya." kata Bodyguard itu lalu menyerah kunci mobilnya membukakan pintu mobil unik nyonya Angi masuk.
setelah nyonya Angi keluar dari pintu pagar, sang bodyguard yang bernama Yonatan itu segera melapor kepada tuan mudanya yaitu Hendrawan nyonya Angi pergi sendiri, kemungkinan ke apartment nya .
Hendrawan meminta salah satu anak buahnya untuk memantau nyonya Angi dan memberi laporan padanya .
__ADS_1
" Re... ayo kita pergi makan siang ." kata Hendrawan.
" bolehkah kita makan di tempat Melani kerja , aku sangat merindukan nya, dan Melani ingin bertemu dengan ku." kata Renata dengan suara merayu.
"Bisakah di tempat lain , aja saja dia pergi bersama kita ." kata Hendrawan.
"Dia sedang bekerja mana mungkin bisa keluar lama ?" kata Renata.
" Nanti aku yang bicara dengan bosnya ." jawab Hendrawan.
"Saya juga kangen makan yang ada di sana, please ." kata Renata lagi.
"Baiklah." kata Hendrawan lalu memberi arahan pada sopirnya unik menuju ke warung makan yang di sebut oleh Renata.
Renata memberikan ciuman pada pipi Hendrawan meski dengan malu-malu.
"Terimakasih Honey ." kata Renata dengan suara lirih dan malu-malu kucing.
Hendrawan tersenyum melihat tingkah lucu Renata yang kadang benar-benar seperti anak kecil itu .
Sampai di tempat itu, seperti biasa Hendrawan akan memboking seluruh. tempat itu , dan warung akan tutup sementara saat mereka makan Bodyguard dan sopirnya ada di meja dekat pintu masuk memastikan tidak ada yang datang masuk ke sana.
"Melani....!! teriak Renata saat melihat Melani muncul dan Renata merentangkan kedua tangan nya lebar .
"Hemmm ." Hendrawan berdehem untuk sekedar mengingatkan mereka bahwa ada dia di sana.
Melani seger melepaskan pelukannya nya dan menyapa tuan Hendrawan.
"Selamat siang tuan , selamat datang ." kata Melani membungkuk badan sopan.
Melani dengan sigap membersihkan meja yang dan tempat duduk yang akan mereka tempati, dia sudah tau tuan muda yang satu ini sangat higienis dan tentu saja dia harus sangat bersih dan melakukan beberapa kali .
"Silahkan duduk , Tuan mau makan apa ?" tanya Melani usai membersihkan tempat mereka.
"Kari ayam ." kata Renata.
"Bersantan dan berlemak Re, makanan itu." kata Hendrawan.
"Tidak apa lah sekali-kali." jawab Renata sambil menautkan kedua tangan di depan seolah memohon.
"Baiklah ." kata Hendrawan.
"Pesan kare Ayam , medoan es kopi " kata Renata.
"Kamu mau pesan apa Bi, " tanya Renata.
__ADS_1
Hendrawan menarik nafas sebentar melihat-lihat menu yang ada di sana untuk beberapa saat .
"Seperti soto saja,dan teh hangat." jawab Hendrawan.
"Melani kamu juga tolong tanya mereka makan apa ?" kata Hendrawan menukik pada kedua orang yang duduk dekat pintu masuk warung itu.
" Siap tuan ." kata Melani membungkuk hormat lalu pergi ke arah mereka .
setelah menyiapkan makanan yang mereka pesan Melani juga membawa makanan nya sediri dan makan bersama dengan Renata dan tuan Hendrawan meski agak canggung namun mereka menikmati makan siang bersama.
Melani dan Renata terlihat sangat bahagia bisa makan bersama , Hendrawan pun ikut senang melihat Renata begitu ceria dan tertawa lepas saat mereka berbincang tentang cerita drama Korea yang baru mereka ikuti.
"apakah wanita di Indonesia semua begitu berkumpul hanya membahas soal drama yang mereka ikuti ?" Hendrawan membatin sambil menyuap makanannya ke mulutnya.
"Mey aku bulan depan akan menikah , kamu harus datang ." kata Renata.
" O...tentu kapan ?" tanya Melani.
"tanggalnya belum pasti saya akan memberitahu kamu nanti setelah di beri tau oleh kak Hendrawan." kata Renata.
" Kak bolehkan mengundang Melani?" tanya Renata.
"Ya..." jawab Hendrawan .
"Thanks you ." jawab Renata tersenyum lebar pada Hendrawan.
"Re..sepertinya kamu harus memakai sepatu dengan hak tinggi supaya tidak terlihat pendek sekali karena tuan Hendrawan sangat tinggi." kata Melani pelan.
"Terus aku apa harus pakai Egrang supaya sama dengan dia ?" jawab Renata
yang membuat Hendrawan hampir tersedak mendengar jawab Renata yang konyol.
----++++++++ Bersambung++++++++-------
"Terimakasih untuk kunjungan nya para pembaca dukung dengan Likeπ dan
komentar βοΈthanks you All .
jangan lupa dukung. kisah Lain
Semalam berujung petaka atau
cinta pertama tak lekang waktu ,
πππππππππππ
__ADS_1