
"Oh..jagad Dewe Batara !" keluh Renata segera keluar dari mobil Andini.
"Rasain lhu... " kata Andini segera ikut keluar mobil untuk pindah duduk di depan tempat dia menyetir mobilnya .
"Selamat pagi ,Dra... jaga tuh kucing liar mu jangan sampai ilang." goda Andini sebelum nutup pintu mobil.
Hendrawan hanya mengacungkan jempolnya , sementara Renata juga , ikut mengacung Karo tengah ke arah Andini dan membuat Andini melotot ke arah Renata.
"Dasar cewek nakal memegang benar kau dapat lelaki seperti Hendrawan , dia yang tak bisa kau bantah dan tak akan melepaskan mu , rasain kau di cengkareng sama Hendrawan." kata Andini perlahan sambil memutar arah keluar dari area perumahan milik tuan tanah Atmanegara.
"siapa yang mengizinkan kamu keluar ?" tanya Hendrawan .
"Pak satpam ." jawab Renata sambil tersenyum meski terlihat kaku, karena senyum itu di buat-buat dan berusaha untuk terlihat manis dan imut meski dia tau Hendrawan pasti tidak bakal menerima jawaban bodohnya.
" Sejak kapan ,kamu keluar harus minta izin sama pak satpam." tanya Hendrawan lagi.
"Hemmm... iya sorry, tadi saat saya keluar anda masih tidur Sir." kata Andini.
"Lalu...?" tanya Hendrawan.
"Lalu saya keluar perlahan-lahan, membuka pintu menuruni anak tangga lalu membuka pintu utama , lalu meminta satpamnya untuk membuka pintu gerbangnya ,lalu bertemu dengan Andini, lalu mengobrol sebentar lalu ketahuan ,sama mister Hendrawan Atmanegara calon suaminya Renata yang seharusnya pada dialah Renata seharusnya minta izin keluar." jawab Renata panjang lebar.
Hendrawan menahan tawanya mendengar ocehan, Renata yang seperti anak kecil ketakutan di interogasi dan takut mendapat hukuman.
"sadar akan kesalahannya, di mana ?" tanya Hendrawan.
"Yes..sir sorry ." jawab Renata.
"Tidak mengulang lagi !" tanya Hendrawan.
"No ,Sir. " jawab Renata mendudukkan kepala menggenggam tas yang di bawanya dengan erat.
"Masuk ." kata Hendrawan.
Renata segera masuk kedalam di ikuti Hendrawan dari belakang , wajahnya masih menuduk lesu, padahal tadi terlihat ceria dan tertawa-tawa bersama Andini.
Tentu di otaknya sudah membayangkan satu piring besar salad sayur dan di tungguin oleh Hendrawan untuk di habiskan.
sambil berjalan dia terus saja memutar otaknya mencari jalan atau solusi terbaik dari jerat hukuman yang akan menantinya.
Bagiamana cara menghindar dan merayu atau mencari alasan yang masuk akal lainya, Hendrawan bukan yang sangat diktator ada kalanya bila alasan tepat dia bisa memaklumi dan tidak mendapatkan hukuman tapi bila salah pilih alasan itu tidak akan menghapus hukuman atau memperingan tapi malah memperberat nya.
"Ayo Renata berpikirlah sebelum, sampai ke lantai atas , kau habis sudah bila tak dapat cari alasan yang masuk logika dan menyentuh hati mister Hendrawan Atmanegara yang super-super bawel dan posesif." Renata komat Kamit sediri.
Hendrawan mendengar beberapa ocehan Renata meski sangat samar .
"Apa kau sedang mengumpat ku , Renata ?" tanya Hendrawan melangkah lebih cepat dan sampai ke depan Renata.
__ADS_1
"Tidak siapa yang mengumpat ? " Renata balik bertanya.
"Lalu ngapain mulut kamu komat-kamit ?" tanya Hendrawan.
"Saya sedang berdoa membaca doa Bapa kami ." jawab Renata berusaha cari alasan.
Hendrawan masih menatap tajam ke arah Renata, lalu membuka pintu untuk nya.
Renata pun masuk ke dalam rumah dan segera menuju ke lantai atas ,dia segera mandi dan berganti pakaian tanpa memperdulikan Hendrawan yang sedang duduk di sofa.
setelah agak lama menunggu, Renata pun keluar dari toilet nya, sudah berpakaian rapi .
"Sudah selesai ?" tanya Hendrawan.
"Sudah Hen... sorry menunggu agak lama, saya mencuci rambut saya lagi ." kata Renata.
"Kenapa tak kamu keringkan dengan Hairdryer, rambut kamu masih sangat basah." kata Hendrawan.
"Tidak apa-apa nanti juga kering sediri." jawab Renata.
"Nanti masuk angin kalau begitu." kata Hendrawan segera berdiri mengambil hairdryer nya lalu berdiri di dekat Renata dan membantu mengeringkan nya.
Renata tak bergerak sedikit pun mukanya pas. di depan anunya Hendrawan.
Re, memandang untuk sesaat benjolan yang ada disana memang cukup pajang , Renata menahan senyum tersadar akan kekonyolan dan otaknya yang nakal yang mulai traveling ke dunia imajinasi kalau saja benar pajang dan besar dia pasti akan menjerit sampai menggema dia seluruh ruangan, seperti film dewasa yang pernah di tonton dulu.
"Jangan kemana-mana tunggu saya selesai mandi dan kamu akan ikut aku ke kantor." perintah Hendrawan.
"Yes . sir .!" jawab Renata.
"Good girl." kata Hendrawan mengecup kening Renata.
Renata segera mengeluarkan handphone dari sakunya, dari tadi tangannya sudah gatal ingin membuka Handphone tapi takut di marahin Hendrawan.
Zaman sekarang tidak tua tidak muda sudah kecanduan pegang handphone entah untuk main game atau nonton YouTube atau nonton drama Korean atau atau membaca novel online seusai keinginan masing-masing dengan alasan masing-masing.
Renata sedang menonton Tomy and Jerry , tertawa terbahak-bahak kadang mengomel si Jerry.
"makanya Luh jangan usil sama Tomy , tau rasa kan di kejar -kejar terus.
"Awas lari... kiri-kiri cepat belok awas depan kamu ya..ya awas , ya..yahh.. tercebur deh ke got."
"Ha .ha.. astaga muka kamu menggelikan sekali ha ha ha ..!
Renata masih tertawa terpingkal -pingkal memandangi layar handphone sementara kedua kupingnya di sumpal dengan handfree.
Dia tidak menyadari manusia tinggi besar yang sudah ada di sampingnya dan ber-sedekap menatapnya dan memperhatikan nya.
__ADS_1
Re ,baru sadar setelah movie nya selesai dan melepaskan handfree nya.
"Astaga ...!" jerit Renata kaget.
"Hendrawan sejak kapan kamu ada disini ?" tanya Renata membetulkan duduknya, yang tadinya bersila di sofa , Re segera menurunkan kakinya dan tersenyum ke arah Hendrawan dengan manis.
Hendrawan sangat suka melihat Renata yang salah tingkah saat di pandangi begitu.
Renata memperhatikan wajah Hendrawan sesaat lalu turun ke bawah.
"Astaga mahkluk apa ini, wajahnya sangat tampan tubuhnya atletis dan uhhh... huii.... perutnya sixpack Mak...!" ulalla.... makhluk Tuhan paling seksi." Renata membatin sambil menelan ludahnya sediri .
Perut sixpack itu seperti roti sobek yang ingin di makanya dengan perlahan-lahan menikmati inci demi inci.
"Kenapa otak ku selalu traveling ke film dewasa saat bersamanya rasanya memeng benar keputusan Hendrawan untuk menikah lebih cepat makin cepat makin baik supaya tidak terjadi ke kekhilafan, yang kemungkinan besar terjadi di antara kami. " Renata masih terus membatin.
"Hai , . Renata otak kamu traveling keman, he.. ?" tanya Hendrawan .
"Hizz... mengapa kamu telanjang di depan orang begitu ?" tanya Renata berusaha tetap tenang.
"Aku masih pakai kimono mandi dan handuk masih terbelit pada pinggang ku, kenapa kamu bilang aku telanjang" Hendrawan balik bertanya.
"Berdiri menghadap tembok ! " perintah Hendrawan.
"Apa ..salah aku ..?" tanya Renata.
"Aku mau ganti baju, jadi menghadap tembok jangan berbalik sampai aku selesai memakai baju , hukuman kamu nanti setelah saya selesai pakai baju." kata Hendrawan.
"Apa ..? " tanya Renata.
"sudah jangan banyak tanya , laksana perintah saja atau mau tambah hukuman ?" kata Hendrawan.
"Yes ...Sir,yes...sir...! " jawab Renata lalu berdiri menghadap tembok.
"Dasar Hendrawan Atmanegara yang super bawel posesif dan egois mau menang sendiri, tidak bisa di bantah,blaba..blal...blall..!" Renata sedang mengomel .
"Kau mengumpat ku ?" tanya Hendrawan.
"tidak...saya tidak mengumpat sedang menghafal lagi baru !" jawab Renata masih menghadap tembok.
----++++++++ Bersambung++++++++-------
"Terimakasih untuk kunjungan nya para pembaca dukung dengan Likeπ dan
komentar βοΈthanks you All .
jangan lupa dukung. kisah Lain Semalam berujung petaka atau cinta pertama tak lekang waktu ,
__ADS_1
ππππππ