
"Salah siapa , bahas yang bukan - bukan ?" tanya Renata.
"sudahlah mari kita tidur ." kata Hendrawan lalu mendekat ke arah Renata dan memeluknya.
Pagi mereka sudah bangun , mengantar ayah dan ibunya Renata naik ke mobil.
"Tiara nanti kabari kalau sudah sampai rumah nya ," kata Renata .
"Iya ..kak " jawab Tiara segera masuk ke mobilnya.
"Ah.. seneng rasanya , orang-orang kampung sudah pergi dari sini." cletuk nyonya Angi sinis.
Renata hanya melirik saja, tanpa menjawab perkataan nyonya Angi yang pelan namun pedas itu , dia tak ingin meladeni nyonya Angi yang sengaja cari gara-gara di pagi buta.
Setelah bercipika-cipiki dengan ayah dan ibu serta adik nya Renata keluar dari mobil dan menutup pintunya.
Ayah dan ibunya berangkat pagi supaya sampai Semarang tidak kemalaman, Renata juga telah membelikan jajan dan oleh-oleh serta cemilan di jalan dan uang tambahan untuk ibunya .
ibu tirinya itu masih buka warung di dekat rumah mereka dengan ayah, Kakak tirinya kerja di sebuah pabrik di sana juga.
"Re, ayo kita juga siap-siap ke kantor "kata Hendrawan.
"ke kantor ? " tanya Renata.
"Tentu saja, apa kamu ada rencana lain ?" tanya Hendrawan.
"Pengantin baru juga , harus kerja kah ?" tanya Renata.
"Ya... daripada aku ngerjain kamu ?" bisik Hendrawan.
"dasar miang !" kata Renata cepat-cepat masuk kedalam rumah.
"aku akan menyelesaikan beberapa pekerjaan , baru kita akan pergi untuk bulan madu, kamu mau kemana ?" tanya Hendrawan.
"Kemana saja asal bersama mu ." jawaban Renata.
"kamu mau keluar negeri atau dalam negeri ?" tanya Hendrawan.
"Dalam negri saja mungkin ke puncak , daerah yang asri penuh di pegunungan ?" kata Renata.
"Bagiamana kalau kita ke villa daerah Bogor suasana disana sejuk dan dingin ." kata Hendrawan.
"Apakah kamu pernah membawa seorang ke sana ?" tanya Renata.
"memangnya kenapa ?" tanya Hendrawan.
"Aku tak ingin pergi di tempat, kamu pernah bersama dengan sang Mantan ?" jawab Renata.
"Kenapa kamu cemburu ?" tanya Hendrawan.
"Cemburu untuk apa ?" Renata balik bertanya.
"Seindah apapun masa lalu mu, hanya akan menjadi masa lalu bukan , aku hanya tak ingin kamu terbayang dengan para mantan mu saat bersamaan ku ." jawab Renata.
__ADS_1
" jadi benarkan kamu cemburu artinya ! " kata Hendrawan.
"Terserah apa kata mu." kata Renata menghela nafas dalam.
"Jadi kamu ikut ke kantor apa tetap tinggal di rumah ?" tanya Hendrawan.
"Tidak bisakah saya pergi jalan-jalan sediri ?" tanya Renata.
"Mau tebar pesona ?" tanya Hendrawan menyipitkan matanya.
"anda sedang mencurigai ku ,tuan Hendrawan Atmanegara ?" tanya Renata menatap nya.
"because you are my sexy naughty wife ." kata Hendrawan membukuk menaruh dagunya pada bahu Renata dan memeluk istrinya dari belakang.
"Apa anda pikir ,istri anda itu Miss universe yang sangat cantik sehingga anda takut di sukai atau di ambil orang ?" tanya Renata.
"Wanitaku adalah yang tercantik seluruh dunia,tentu banyak lelaki yang menginginkan nya dan kamu sudah sering lari dari ku , bukankah aku pernah berkata ,aku takkan melepaskan mu." kata Hendrawan mencium pipi istrinya .
"Kapan aku lari, bukankah kamu sering mengawasi ku, bahkan aku merasa ada dalam penjara cinta yang kau ciptakan ?" protes Renata tak terima.
"Kamu itu memang pandai untuk membuat alasan serta mencari celah dalam tiap peraturan ." kata Hendrawan.
"Dan anda seroang yang pintar membuat peraturan dengan susah mencari alasan untuk keluar." jawab Renata.
"Ya., terimakasih atas pujiannya." jawab Hendrawan sambil tersenyum dan melirik istrinya.
"Ya ..siapa yang memuji anda, " jawab Renata karena Hendrawan merasa telah menaklukkan istrinya yang bawel ,suka nge'bantah dan usil itu .
"kalau begitu lepaskan pelukan mu supaya aku bisa bersiap-siap." kata Renata.
Nyonya Angi memandang Renata dengan tatapan yang tajam, Renata membalasnya hanya dengan senyum manis nya.
"sial , gadis kampung itu telah membuat Hendrawan lebih menurut padanya dari pada ku, kekhawatiran aku akan makin nyata dan ini semua tak bisa di biarkan ,nyonya Angi membatin dalam hati .
"Ah .. sudah, daripada aku memikirkan nya lebih baik aku , jalan-jalan dan shopping, lalu mampir ketempat Bertha siapa tau ada barang baru yang bisa di pakai ." gumam nyonya Angi .
kemudian nyonya Angi masuk kamar dan berdandan rapi, dia menunggu Renata dan Hendrawan pergi baru dia pergi.
nyonya Angi pergi kesebuah mall lalu pergi merawat dirinya di klinik kecantikan merawat kulitnya agar tetap kencang.
nyonya Angi telah sampai ketempat Berta dan duduk di sofa ruang tamu, Berta ini bisa di. ikang mucikari ,dialah yang sering mengadakan arisan brondong atau mecari gigolo untuk para Tante atau beberapa istri yang kesepian karena suaminya bertugas atau berbisnis ke luar negeri .
"apa kabar nyonya Angi ," sapaan Berta ramah.
" Baik , ya beginilah ." jawab nyonya Angi agak lesu.
"Kenapa tampak tak bersemangat ," kata Berta.
"Kamu tentunya sudah tau bukan kalau Hendrawan sudah menikah ." kata Nyonya Angi
"Tentu saja, semua orang tau, apalagi di siarkan di beberapa stasiun televisi." jawab Berta.
"Kedudukan ku, tentu akan segera tergeser dari nyonya besar di rumah Atmanegara." keluh. nyonya Angi.
__ADS_1
"Kenapa bisa,anda kan ibu dari tuan Hendrawan Atmanegara?" tanya Berta pura-pura terkejut.
"Ah..kamu kan tau, kisah sebenarnya ," kata Nyonya Angi.
"Maksud kamu ?" tanya Berta.
"Bahwa aku hanya ibu angkat bukan ibu kandungnya Hendrawan , seperti Hendrawan sudah mencurigai aku ,soal beberapa aset yang aku sembunyikan." kata Nyonya Angi .
"Apakah tuan Hendrawan juga tau bahwa , apartment ini milik mu ?" tanya Berta .
"Seperti Hendrawan juga sudah mengetahui nya, Hendrawan juga tau wanita yang aku pernah kenalkan padanya adalah anak kandung ku, bukan anak mu ." jawab Berta.
"Berta kamu adalah sahabatku sejak lama, sejak aku masih jadi gembel di jalan dan aku tak akan mau jadi gembel lagi , aku harus bisa menyingkirkan Renata dari kehidupan Hendrawan." kata Nyonya Angi berapi-api.
"Namun seperti tuan Hendrawan sangat mencintai nona Angi ." kata Berta .
"Iya seperti begitu , maknanya sekarang aku agak kesulitan, dulu Hendrawan memberikan aku banyak kekuasaan dan kelonggaran soal keuangan ,kini mulai di batasi dan aku sekarang jika tidak di izinkan untuk mengurusi berusaha." keluh nyonya Angi .
"apakah Renata gadis desa itu tidak bisa, Nyonya kuasai ? " tanya Berta.
"Tidak bisa , teryata gadis kampung itu ,cukup pintar di balik kepolosan nya ." jawab nyonya Angi.
"bukan kah dulu ,kamu bilang dia polos dan penurut saat pacaran dengan Hendrawan dan hubungan kamu baik dengan nya , apakah tidak bisa di ajak kerja sama ?" tanya Berta.
"Iya.. aku pikir dia ,hanya menginginkan harta saja, aku pernah menawari uang 2 milyar untuk dia meninggalkan Hendrawan , tapi dia ,malah mengadu dengan Hendrawan dan beruntung , aku Hendrawan masih percaya bahwa semua itu salah paham." kata nyonya Angi .
"Lalu apa rencana anda ? " tanya Berta.
"Tentu saja masih sama ,membuat mereka berpisah sebelum mempunyai keturunan, kakek sialan itu ,sebelum mati membuat surat wasiat ,jika Hendrawan mati dan tidak punya keturunan maka semua aset akan di berikan kepada pantai sosial dan juga ke rumah sakit jantung untuk membantu yang tidak mampu, bahkan tak menyisakan buat aku ." kata Nyonya Angi .
"Apakah beliau tau kalau anda ,punya rencana menguasai hartanya ?" tanya Berta.
"ya . begitulah ada seorang yang membocorkan rencana itu." kata Nyonya Angi .
"apa kamu mencurigai aku ?" tanya Berta.
"Tidak aku rasa, orang itu ada di rumah , kamu sediri tidak punya akses dan kontak dengan kakek bagiamana kamu bisa membocorkan lagian kamu, apa mau mati juga ,ingat Berta kamu adalah orang yang telah membuat kedua orang tua Hendrawan mati kecelakaan." kata Nyonya Angi mengingatkan.
"Jangan takut , Rahasia ini tidak akan pernah bocor ,tidak perlu tegang." lanjut nyonya Angi .
"Kapan ada arisan lagi ?" tanya nyonya Angi.
"belum ada, yang kita buat kemarin Minggu depan baru selesai, aku akan cari dan menghubungi kamu bila ada barang bagus." jawab Berta .
----++++++++ Bersambung++++++++-------
"Terimakasih untuk kunjungan nya para pembaca dukung dengan Likeπ dan
komentar βοΈthanks you All .
jangan lupa dukung. kisah Lain
Semalam berujung petaka atau
__ADS_1
cinta pertama tak lekang waktu ,
πππππππππππ