Bayangan Sang Mantan

Bayangan Sang Mantan
Pindah kerja saja kalian.


__ADS_3

Renata sampai juga ke rumah Andini lalu masuk ke dalam rumah setelah di bukan pintu.


"Hai ada apa ? kenapa kamu seperti di kejar setan begitu ?" tanya Andini yang membuka pintu.


"Kamu dak tau ,aku hampir saja celaka suruhan nyonya Angi tadi membututi aku ,dan... dan hampir saja aku di tabrak oleh nya." jawab Renata masih agak gemetaran .


"Oya.. kenapa bisa jadi begitu apa kamu telah membuat nyonya Angi marah besar ." tanya Andini.


"Ah..bukan sekedar marah, dia sudah murka dan ingin menelan bumi seisinya ." jawab Renata.


"Aku ambilkan minum dulu, mau minum apa ?" tanya Andini.


"Apa saja yang penting dingin, air putih dengan es batu juga boleh ." jawab Renata menyadarkan tubuhnya di sandaran sofa.


"ya..tunggu sebentar ." kata Andini berlalu pergi.


tak lama Andini telah membawa wiri putih dingin dan meletakan di meja di depan Renata.


"Nah..minum dulu lalu cerita." kata Andini.


Setelah minum air sampai setengah gelas Renata bercerita kembali.


"Nah ,kamu lihat ini video yang aku kirim ke WhatsApp mu ya ." kata Renata.


"Ih... berani sekali kau, pantas saja nyonya Angi marah ." komentar Andini setelah melihat video yang di kirim kan Renata .


"Tapi memang harus begitu, dia memang keterlaluan selalu menghina orang lain tanpa sadar diri siapa dia sebelumnya , kamu juga harus berhati-hati ingat kisah Monica aku rasa , kamu akan menjadi sasar nya , kalau tidak menurut kemauan nya ." lanjut Andini.

__ADS_1


"Terus apa pendapatmu? haruskah aku menyerah begitu saja ." tanya Renata.


"tentu tidak kamu harus perjuangan cinta mu , karena aku yakin kamu akan bahagia dengan Hendrawan ,dia benar-benar lelaki baik dan setia dan akan bisa membahagiakan dirimu, aku hanya minta kamu berhati-hati, atau mungkin kamu harus percepat menikah dengan Hendrawan" kata Andini.


"Ya, mungkin bisa begitu jadi dalam pengawasan Hendrawan tentu dia tidak akan berani macam-macam." kata Renata.


"Tapi..kamu harus bantu mengamankan ini surat perjanjian ini, aku sudah mencopy beberapa dan menyimpan ,tentu Nyonya Angi akan megambil barang buktinya." kata Renata.


"Dan aku juga telah menerima beberapa pada May supaya di simpan ." lanjut Renata.


"Ide yang bagus " kamu harus mempersiapkan diri mu cepat atau lambat kamu akan berhadapan terus dengan nyonya Angi sampai pada akhirnya Hendrawan mengerti siap sebenernya ibunya itu, selama ini Hendrawan selalu patuh padanya dan selalu mrgagap dia itu baik dan sempurna." kata Andini.


" Ya.. tentu butuh waktu untuk meyakinkan pada Hendrawan bukan ?" tanya Renata.


"Kalau begitu aku pulang, supaya kamu tidak di curigai dan tidak jadi sasaran oleh nyonya Angi." kata Renata lalu segera berdiri dan beranjak pergi.


"Kamu hati-hatilah di jalan aku sangat mencemaskan mu ." kata Andini mengantar kepergian Renata.


" Ih... ngomong jangan ngelantur, yang penting tetap hati-hati dan waspada." kata Andini.


"Oke bye...! " kata Renata lalu keluar dari rumah Andini dan pergi agak jauh baru memesan ojek untuk kembali ke tempat di mana motornya di parkiran , seperti sudah aman dan tidak ada yang membuntutinya.


Renata segera kembali ke rukonya dan rukonya terlihat sangat sepi tidak seperti biasanya.


Renata memangil karyawan untuk datang dan duduk di sofa kecil di pojok butik.


"Kalian bisa cuti satu Minggu dan mencari kerja di tempat lain saya akan membuat surat untuk kalian dapat kerja di tempat lain ." kata Renata.

__ADS_1


" kenapa apakah pelayanan saya kurang bagus Nona Renata? " tanya salah satu karyawan.


" Bukan demi keselamatan kalian, seperti ada seseorang yang terus berusaha mencoba mencelakai ku , firasat ku terlalu buruk." kata Renata.


"Jangan kawatir bila masalah ku selesai dan aman aku, akan memberi kalian pekerjaan yang lebih baik setelah aku menjadi istri tuan Hendrawan, haruskah aku cerita tentang nyonya Angi,kalian tentu pernah dengar gosip tentang nyonya Angi" tanya Renata.


mereka saling berpandangan tidak berkata apapun, membuat Renata ikut diam lalu dia membuka handphone dan memperlihatkan mereka video di cafe tadi pagi.


Renata juga sempat cerita bahwa dia hampir saja celaka saat keluar.


"kalian pernah dengar kan kisah tragis Monica pacar pertama tuan Hendrawan Atmanegara itu yang kecelakaan mobil setelah bertengkar dengan nyonya Angi ?" tanya Renata.


"Tapi bukankah nyonya Angi setuju anda akan menikah dengan tuan Hendrawan?" tanya karyawan Renata.


"panjang ceritanya , sepertinya kalian lebih baik pulang dan tutup toko , dan hati-hati di jalan mengerti,o ya saya akan memberi gaji dan pesangon kalau ." kata Renata.


Renata melihat dua lelaki yang mencurigakan di depan butiknya saat mereka hendak membuka pintu Renata segera berdiri cepat dan menutup pintu dan membalikan tulisan close.


"


----++++++++ Bersambung++++++++-------


"Terimakasih untuk kunjungan nya para pembaca dukung dengan LikeπŸ‘ dan


komentar ✍️thanks you All .


jangan lupa dukung kisah Lain

__ADS_1


Semalam berujung petaka atau cinta pertama tak lekang waktu ,


πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹


__ADS_2