
Akhirnya waktu itu pun datang juga, Renata datang menjenguk Hendrawan di rumah sakit keadaanya sudah membaik hanya menunggu waktu beberapa hari dan boleh di rawat di rumah lagi.
Renata membawakan salad sayuran yang mudah baginya untuk menyediakan nya.
Renata datang tepat waktu jam besuk sehingga tidak menunggu lama, Hendrawan tanpa tersenyum melihat kekasihnya datang.
Dia sangat merindukan Renata yang super bawel itu, rasanya sudah gemes ingin mencubit pipinya yang tembem.
Bagaimanapun sebenarnya tidak masalah bagi Hendrawan kalau Renata itu , sedikit gemuk dan berisi seperti itu, namun Renata pendek membuta dua harus menerima kan berat badannya supaya terlihat lebih tinggi.
ini semua demi kebaikan Renata juga demi kesehatannya supaya terlihat lebih proposal bentuk tubuhnya .
Renata mendekati Hendrawan yang sudah bersiap untuk keluar , dia suka duduk di taman rumah sakit bersama Renata .
"Hai... selamat siang Honey, sapa Renata sedikit manja.
"Hai .. juga apa kamu bawa pesan saya ? tanya Hendrawan.
"Tentu saja , aku tak kan mengecewakan mu , sayang ,"kata Renata manja berusaha bersikap manis di depan Hendrawan.
Hendrawan mencubit pipi Renata dengan gemas dan Renata melotot pada Hendrawan.
__ADS_1
"Kenapa marah ? tanya Hendrawan .
"kalau tidak ingin di cubit makanlah banyak sayur dan buah dan kurangi karbohidrat dan ngemilnya supaya, muka kamu tirus dan tidak tembam seperti ini, goda Hendrawan mencubit gemas kedua pipi Renata.
Rasanya Renata betapa ingin mengunakan tendangan tanpa bayangan ke arah Hendrawan kalau saja, Hendrawan tidak sakit dan bukan kekasihnya.
Renata hanya berusaha menahan diri dan nyengir kuda di depan Hendrawan.
"Sabar ,*Renata dia ini kekasihmu malaikat penjaga mu lelaki yang pernah kamu idamkan dan kamu impikan, lelaki tampan dia ada di mimpimu , seorang pangeran yang menunggangi kuda putih yang pernah kau mimpikan saat masih belia.
"Lelaki yang tampan yang menjemput Cinderella ,untuk menjadi nya seorang permaisuri Ratu di hatinya dan di kerjaan nya .
"Dialah lelaki yang kamu impikan yang akan merubah nasib kamu dari babu menjadi Ratu, bersabarlah , tenangkan hati mu , karena dia tak lagi bisa hidup tanpa mu, buka kah dia pernah bilang , kamu adalah wanita satu-satunya.
"Lelaki yang bisa mendapat wanita manapun tapi telah menjatuhkan pilihan pada mu , hanya pada mu, bersabarlah Renata , kamu harus bersabar demi masa depan yang penuh harapan, agak saja ini adalah ujian untuk mendapatkan yang terindah yang akan kamu miliki*
Renata terus membujuk hatinya , meredakan amarah dan egonya , dan ke bar-bar nya saat menghadapi sesuatu yang tidak dia sukai.
Renata berusaha tersenyum dan memegang kedua tanggan Hendrawan yang masih menempel di pipinya
Lalu menarik Hendrawan dekat dan dengan berjinjit mencium pipi Hendrawan.
__ADS_1
"Hai mister Hendrawan, apakan anda tidak lapar ? tanya Renata lembut.
"Lapar-lapar sekalian , jawab Hendrawan.
"apa yang ingin anda makanan selain salad ini, saya akan beli di kantin ruang sakit ini.
"Kamu...ingin memakan kamu ,jawab Hendrawan menatap wajah Renata penuh kerinduan .
Renata melotot pada Hendrawan dan mengepalkan tangganya di depan mukanya.
"Mau ini sayang , tanya Renata.
Hendrawan hanya tersenyum lalu dengan lembut menggandeng tangan Renata dan segera pergi ke taman
Renata segera membuka makanan nya , dia hanya membawa salad sayurnya.
Hendrawan sudah memberi tau bahwa dia harus makan siang di rumah sakit dan dia hanya ingin makan salad sayur bersama Renata.
sedang Renata , memandang salad sayur itu , sudah membayangkan dirinya berubah menjadi kambing.
-----++++++++ Bersambung++++++++-------
__ADS_1
terimakasih untuk kunjungan nya para pembaca dukung dengan Likeπ dan komentar βοΈ
thanks you All ,,ππππππππ