
Tapi apa benar dia Monica , kalau dia Monica tentu Hendrawan akan mengenali nya.
"Honey bangun, mari kita turun makan." kata Renata menggoyang tubuh Hendrawan.
Hendrawan pun duduk sebentar lalu membasuh muka dan turun dengan Renata.
"selamat malam mah..!" sapa Hendrawan .
Selamat malam mah, Renata pun melakukan hal yang sama pada ibu mertua nya .
Hendrawan menarik kursi untuk istrinya lalu duduk di sampingnya.
"Selamat malam tuan Hendrawan ,nona Renata." sapa Icha pada Renata.
"Hemm...! kata Hendrawan dingin.
Renata memperhatikan Icha dan Hendrawan berganti meski hanya mengunakan lirikan mata.
Padang mereka berbeda , Icha terlihat kagum sedang Hendrawan dingin dan datar .
"Hendrawan mama, membawa Icha kesini untuk makan malam boleh kan ?" tanya nyonya Angi.
"Tidak untuk tiap hari mah, saya tidak begitu nyaman makan dengan orang asing." jawab Hendrawan.
"Orang asing bagiamana, dia kan sekretaris kamu ,bukakan sering bersama-sama setiap saat saat di kantor." kata nyonya Angi, dengan tersenyum dan melirik ke arah Renata.
Renata hanya diam saja ,fokus pada makannya tanpa memperdulikan nyonya Angi dan Icha perasaannya lagi tidak bagus kalau terlalu meladeni mereka tentu dia akan tambah BT.
"Oya.. Hendrawan bolehkah Icha menginap disini untuk sementara karena apartment di renovasi" tanya nyonya Angi.
"Tidak bisa ma.., saya tidak mengizinkan wanita lain tinggal disini " kata Hendrawan.
Renata tersenyum menatap nyonya Angi dan Icha , sebentar lalu kembali makan.
"tidak apa-apa nyonya saya akan pulang ke rumah soudra saya ,bisa makan bersama nyonya Angi nona Renata dan tuan Hendrawan sudah merupakan suatu kehormatan, terimakasih." kata Icha sangat sopan.
"Honey mari kita naik ke atas kepala ku agak pusing." kata Renata.
"Baiklah ." jawab Hendrawan seger berdiri dan membantu Renata berdiri.
"Ma..saya naik ke lantai atas ,Icha kamu harus segera pulang sebelum jam 9 malam." kata Hendrawan, mengandeng tangan Renata menuju ke atas.
"selesai sikat gigi nanti aku pijit biar enak." kata Hendrawan.
"Anda bisa memijit ?" tanya Renata.
"Bisa lumayan enak, pernah belajar dulu waktu ikut pelayanan Gereja dengan teman lain." kata Hendrawan.
"Benarkah ?" kalau begitu aku kan cepat membersihkan diri dan segera bisa merasakan tangan tuan Hendrawan ?" kata Renata tersenyum bahagia.
"tentu saja." aku tunggu di ranjang ." kata Hendrawan mencubit pipi Renata yang Chubby.
__ADS_1
"Haizx.... "desis Renata kesal.
Renta segera ke kamar mandi menggosok gigi dan membasuh mukanya tidak perlu mandi karena tadi sore sudah mandi.
"Aku siap.." kata Renata merebahkan dirinya di kasur telungkup.
Hendrawan sudah menyiapkan minyak Zaitun untuk memijat istrinya.
"Kamu mau dari atas ke bawah atau dari bawah ke atas ? " tanya Hendrawan.
"Terserah yang penting enek ." kata Renata yang sudah membuka bajunya dan hanya memakai baju dalam.
"Baiklah aku mulai dari bawah saja ." kata Hendrawan segera menaruh minyak Zaitun pada telapak tangannya.
mengusap perlahan untuk membuatnya rata lalu memijit telapak kaki dari ujung tumit sampai ke ujung kaki dekat dengan jari -jari kaki.
"ini supaya peredaran darah kamu lancar " kata Hendrawan.
"O ya..anda sudah tau banyak soal saraf di kaki." tanya Renata.
"Lumayan aku sudah jawab tadi." kata Hendrawan.
"Bagiamana enak ?" tanya Hendrawan.
"Hemm...baru telapak kaki dengan ujung kaki gimana mau menilai ." kata Renata tersenyum.
Hendrawan lalu memijit betis Renata yang cukup besar dari arah bawah ke atas , sampai ke pahanya ml.
Hendrawan melihat pantatnya Renata yang terlihat besar dan kenyal itu, kelelaki'an nya berdiri.
seperti sebuah baskom bulat yang menempel di sana.
Hendrawan meremas dan memijit bagian situ juga.
"Hai...mana ada orang memijit daerah situ ?" tanya Renata protes.
"Adalah ini sedang aku lakukan." jawab Hendrawan.
"Diaman ada yang seperti itu, apa pelanggan nya tidak protes akan hal itu ?" tanya Renata.
"Tidak kalau mereka memesan pijit Plus-plus memang begitu." kata Hendrawan .
"Apa kamu pernah pijit seperti ini." tanya Renata membalikkan badannya.
Tak tahan dengan tangan Hendrawan yang tidak lagi memijit tapi mengrayangi daerah larangan dan penuh rangsangan di sana termasuk tempat sensitif kepunyaan Renata.
Sentuhan jari jemari di sana akan menimbulkan sengatan dan naiknya hasrat pada diri Renata.
Renata mendorong tubuh Hendrawan dan naik ke atasnya, mencium lehernya dan membuat tanda merah di sana, Hendrawan melenguh.
"Ohhhh... don't stop." kata Hendrawan.
__ADS_1
Renata tersenyum lalu mencium bibir Hendrawan dengan lembut dan penuh perasaan.
"Bagiamana ...!" tanya Renata yang melihat Hendrawan memejamkan mata seolah sedang merasakan dan menikmati ciuman Renata.
"Lebih agresif lagi ." bisik Hendrawan ke kulit Renata.
"Serius,habis kau.. di tangan ku." ganti Renata berbisik manja.
"Lakukan saja ,aku ingin merasakan ke liar mu." Hendrawan memberi semangat DNS tantangan pada Renata.
"Ha..ha... baiklah tinggi sebentar." kata Renata turun ke ranjang dan mecari tali piyamanya.
Setelah mendapat dua tali piyamanya dia seger mengikat tanggam Hendrawan yang satu dengan kepala ranjang masing-masing.
Lalu Renata kembali membuat rangsangan pada tubuh Hendrawan menciumi sebuah bagian sensitif Hendrawan sehingga ******* demi ******* keluar dari bibir Hendrawan.
Re, menyusuri tubuh Hendrawan dengan lidah dan gigitan kecil yang sering di lakukan oleh Hendrawan.
Sampai pada sesuatu yang tegak berdiri seperti es loli, Renata menjilat ******* dan mengerakan tanggam nanya turun naik.
"Oh...yes... baby....uhhh....." Hendrawan mulai merancu merasakan kenikmatan yang di buat oleh Renata.
Renata seperti anak kecil yang menemukan es loli yang selama ini di inginkan nya.
menikmati nya tanpa henti sampai pada ujung-ujung, tentu membuat Hendrawan merasakan kenikmatan sampai kepuncak.
dan mengeluarkan cairan putih kental dan mengejang dengan lenguhan yang cukup keras.
Renata tersenyum puas ,lalu menyelimuti Hendrawan dan dirinya dan tidur di samping Hendrawan.
"Re... lepaskan aku." kata Hendrawan.
"Apa... lepaskan sediri bukan kah anda terkenal dengan ke genius anda." kata Renata.megejek dan menantang Hendrawan.
Renata meraba tubuh Hendrawan mencium perlahan terus sampai ke bahwa dan dia turun dari ranjang lalu pergi ke toilet untuk membersihkan wajahnya yang tadi terkena cairan putih milik Hendrawan.
Renata mencuci muka dan memandang wajahnya di cermin dengan senyum kemenangan.
"Puas rasanya mengerjai Hendrawan. Atmanegara , memang kamu saja yang bisa " gumam Renata tersenyum nakal.
Usai membersihkan diri Renta keluar dari kamar mandi namun tangan Hendrawan telah menyergap dia dan memegang bahu Renata dengan kuat .
----++++++++ Bersambung++++++++-------
"Terimakasih untuk kunjungan nya para pembaca dukung dengan Likeπ dan
komentar βοΈthanks you All .
jangan lupa dukung. kisah Lain
semalam Berujung Petaka atau
__ADS_1
cinta pertama tak lekang waktu ,
πππππππππππ