
Segalanya itu tampak sangat nyata, dimana Keyra bisa melihat dengan jelas bagaimana Mamanya menangis didepan papa, memohon untuk diceraikan, ia lelah harus berpura-pura menjadi keluarga yang harmonis padahal nyatanya pernikahan mereka hanya untuk melunasi hutang keluarga mamanya. Keyra berpaling dan melihat lelaki itu berdiri disana, Bayu, pacarnya yang sudah menemaninya selama hampir tiga tahun ini, sedang memeluk Viona, sahabatnya, dan mereka berciuman layaknya pasangan yang berbahagia. Keyra merasa sesuatu menhujam jantungnya, membuatnya amat sangat sakit. Ia merintih kesakitan tapi mereka tidak melihatnya dan tak memerdulikannya yang sudah bersimpuh dilantai sambil memegang dadanya yang terasa sangat nyeri.
Keyra terbangun dari mimpinya, bahkan dalam mimpipun ia merasakan sakit kehilangan segalanya. Ia menghela nafas panjang, yang menunjukan seberapa frustasinya dia saat ini. Hidupnya yang sempurna dulunya, sekarang layaknya drama menyedihkan. benar-benar berakhir dengan buruk.
Tiba-tiba pintu kamar terbuka dan tampak sosok mamanyaberdiri disana, menatap keyra seakan semua masih seperti dulu.
“Kau sudah bangun? Ayo kita sarapan” katanya seraya membuka jendela lebar-lebar.
Bila biasanya Keyra akan segera bangkit dan memeluk mama sambil bergelayut manja, maka lupakan kebiasaan itu mulai saat ini. Keyra mengacuhkannya, dan berjalan kearah toilet kemudian mengunci diri didalam sana.
Apa sebegitu mudahnya menganggap perpisahan itu sebagai hal yang wajar? Mengapa harus orang tuanya? Dan mengapa harus terjadi sekarang?
“Papa dan mama menunggumu dibawah, kita akan sarapan bersama” ujar mama dari balik pintu.
__ADS_1
Keyra menghela nafas lagi, mungkin ini akan jadi kebiasaan untuknya. Ia hanya bersandar dibalik pintu, menatap bayangannya dicermin. Menampakkan dirinya sangat menyedihkan, Sudah berapa tahun sejak terakhir kali dirinya menangis? dia bahkan lupa. Mungkin saat dia masih disekolah dasar itupun karena terjatuh dari sepeda saat mama mengajaknya bermain ditaman. Matanya tampak bengkak karena menangis semalaman, hidung yang memerah dan rambut yang kacau. Semuanya benar-benar kacau.
Keyra duduk disebelah papa yang sedang menyesap kopinya, papa menatapnya sejenak lalu kembali melihat mama yang bergeming dikursinya.
“Aku merasa buruk” ucap Keyra sambil menarik nafas pelan
“Bisakah aku bangun dan menganggap apa yang ku lihat dan dengar kemarin adalah mimpi buruk?” sambungnya sambil menatap mama dan papa bergantian.
segalanya semakin rumit, ini semua benar-benar salahku”
“Kenapa harus sekarang? Disaat semuanya sudah berjalan tampak sangat sempurna?” tuntut Keyra dan mama bergeming. “Apa kalian akan berpisah semudah itu? Apa kalian akan berpisah dan meninggalkan aku?”
__ADS_1
“Tidak ada yang akan ditinggalkan. Kita keluarga, selamanya akan seperti itu. Kita masih bisa berkumpul bersama seperti ini setiap kau mau” jawab mama
“Tapi akankah rasanya sama seperti saat kalian bersama? Apa kalian tidak melihatku? Apa kalian tidak menganggapku ada? Apa kalian tidak mengerti bagaimana rasanya diposisiku?” jeritnya seraya bangkit dan melangkah pergi.
Keyra melihat mama semakin terisak sedangkan papa hanya duduk disebelahnya dengan wajah tanpa ekspresi.
Papa….
*******
HAYYY Semua yang udah berkenan baca cerita ini
Ini Cerita pertama aku, biasanya cuma bisa menghayal aja. Tapi tiba-tiba pengen buat cerita sesuai imajinasiku ini.
Masih banyak kekurangannya. Jadi di mohon saran dan kritik yang membangun ya.
Kalau berkenan tolong like dan coment nya teman-teman :)
__ADS_1
Terima Kasih