
"Kenapa lama sekali sayang?" tanya Bara saat melihat Keyra, mamanya dan Tante Nita telah masuk kembali ke ruangan Tante Nita. Sepertinya Bara telah selesai memilih Tuxedo nya daritadi.
"Memilih gaun untuk perempuan itu, tidak semudah memilih tuxedo untuk laki-laki Bara" Mamanya yang duluan
menjawab sebelum Keyra sempat menjawab
Bara memutar bola matanya, mendapat jawaban dari sang mama, "Lalu, kenapa kamu tidak memperlihatkan gaun yang kamu pilih? Padahal aku sudah menunggu begitu lama, dan ingin segera melihat bagaimana cantiknya calon istriku ini dengan gaun pengantinnya"
"Itu kejutan untuk mu saat pemberkatan kita sayang" jawab Keyra genit dengan mengedipkan sebelah matanya pada Bara
Bara tertawa, "Aku suka sikapmu yang seperti ini, sangat menggemaskan" Bara mencubit gemas ujung hidung mancung Keyra
"Saat melihatnya di altar nanti, Tante yakin kamu tidak akan bisa memalingkan pandanganmu walaupun hanya sedetik saja dari Keyra" ucap Tante Nita
"Bara yakin itu akan terjadi tante, tapi tetap saja Bara tidak sabar untuk segera melihat betapa cantiknya Keyra nanti. Dan perempuan cantik itu hanya milik Bara seorang" Keyra pun tersipu malu dengan ucapan Bara
Tante Nita menggelengkan kepalanya "Kalian benar-benar seperti love bird yang dimabuk cinta" ucap Tante Nita
Bara dan Keyra tersenyum kikuk, mereka seakan lupa masih ada Mama dan Tante Nita disana.
"Begitulah mereka Nit, terkadang mereka membuat aku sering merindukan masa-masa muda ku" kata Mama Reva tertawa
"Sampai sekarangpun, mama tetap masih terlihat muda bagi Bara" goda Bara pada mamanya "Hmm.. Sudah selesai kan ma? Aku dan Keyra akan pergi makan setelah ini. Apa mama ingin ikut dengan kami?"lanjut Bara
"Tidak Bara, kalian duluan saja. Mama masih ingin mengobrol dengan Tante Nita. Sudah lama mama tidak bertemu
dengannya"
__ADS_1
"Baiklah kalau begitu, aku dan Keyra duluan ya ma" Bara dan Keyra mendekati Mama Reba dan mencium pipi kiri dan kanannya, kemudian berpamitan pula dengan Tante Nita.
*******
Hari hari pun berlalu dengan cepat. Tidak terasa sebulan lagi adalah hari pernikahan Bara dan Keyra. Semua persiapan pernikahan pun sudah selesai hampir 90%, mulai dari cincin, undangan, gedung, dekorasi, catering dan
lainnya.
Sekarang Bara dan Keyra harus mulai menyelesaikan semua pekerjaan mereka, sebelum nanti mengambil cuti menikah dan bulan madu.
Walaupun para papa mereka sudah siap untuk membantu menggantikan pekerjaan mereka. Tapi Bara dan Keyra merasa memiliki tanggung jawab untuk menyelesaikan beberapa proyek, yang memang masih mereka tangani. Sebelum mereka pindah tangankan kepada Aldi ataupun Pram.
Saat ini Bara dan Keyra tengah dalam perjalanan menuju Mansion Aditama, setelah tadi Bara menjemput Keyra dikantornya. Dan mengajak Keyra untuk makan malam.
"Ya sayang..?" Bara menoleh sekilasn pada Keyra dan kembali fokus dengan kemudinya
"Kalau aku mati, apa kamu akan mendapatkan penggantiku dengan cepat?"
Cccciiiittttt...
Bara reflek mengerem mobilnya mendadak, mendengar ucapan Keyra. Beruntung jalanan saat itu tidak terlalu ramai, jika tidak entah apa yang akan terjadi saat Bara mengerem mendadak seperti itu.
"Kamu kenapa Bara?"tanya Keyra kaget karena Bara yang tiba-tiba mengerem, membuat kepala Keyra hampir terbentur
"Harusnya aku yang nanya kamu kenapa? Kamu ngomong apa sih barusan? Kenapa tiba-tiba ngomongnya aneh-aneh gitu?" tanpa menjawab, Bara mengajukan pertanyaan lain dan memutar tubuhnya sepenuhnya menghadap Keyra
__ADS_1
"Entahlah, tiba-tiba saja hal itu terlintas di kepalaku dan ingin menanyakannya?" dengan tanpa berdosanya Keyra tersenyum kearah Bara, tanpa menyadari perubahan raut wajah Bara
"Aku gak suka, kamu ngomong aneh-aneh kayak gitu. Sebentar lagi kita akan menikah, dan aku gak mau denger omongan aneh kayak gitu lagi Key. Kamu akan selamanya sama aku, kita akan menua bersama" jawab Bara final
Menyadari intonasi suara Bara yang tidak biasa, Keyra pun merasa bersalah dengan pertanyaan konyol yang tiba-tiba ia lontarkan.
"Maaf sayang, mungkin pertanyaan ku agak konyol. Aku janji gak akan ngomong aneh-aneh kayak gitu lagi" Keyra mengelus pelan lengan Bara naik turun
"Maafin aku Ok? Sekarang kita lanjutin perjalanan lagi ya" Tanpa menjawab, Bara membalik tubuhnya dan kembali melajukan mobilnya untuk mengantar Keyra. Entah lah, setelah pertanyaan Keyra tadi mood Bara menjadi berantakan dan perasaannya pun jadi tidak tenang.
Sepanjang perjalan itu pun dihabiskan dengan keheningan. Keyra dengan pikirannya sendiri, dan Bara dengan perasaannya yang tidak karuan.
Beberapa menit kemudian, mereka telah sampai di kediaman Aditama. Keyra melepas seatbeltnya, namun Bara masih terdiam.
"Sayang... Kamu masih marah karena pertanyaan ku tadi?" Keyra memberanikan diri mengelus lembut pundak Bara
Bara menarik nafasnya panjang, berusaha mengembalikan moodnya yang tiba-tiba berantakan, kemudian berusaha memasang senyuman terbaiknya dan menghadap Keyra
"Aku gak marah kok, aku cuma gak seneng sama pertanyaan itu. Jadi jangan pernah ngomong gitu lagi. Paham?" Seperti anak kecil yang sedang dimarahi, Keyra pun hanya mengangguk patuh.
Bara mengelus lembut puncak kepala tunangannya, "Ya sudah, masuk lah. Sampaikan salam ku pada papa. Maaf aku tidak mampir lagi"
"Iya, kamu hati-hati di jalan ya. Selamat malam" Keyra mencium cepat pipi Bara kemudian keluar dari mobil dan masuk ke rumahnya. Bara pun hanya tersenyum dengan sikap tunangannya yang menggemaskan.
*******
__ADS_1