
"Keyy... Key...raa.. jangan.. pergi Key.. Jangan tinggalin aku Keyra.."
Saat memasuki ruang rawat Bara, Keyra langsung menangkap suara Bara yang terdengar lirih. Segera ia mendekati Bara dan menggenggam tangannya yang masih terasa panas.
"Aku disini Bara, aku gak pergi" ucap Keyra lembut di sebelah kiri bangkar Bara. Dan Reva di sebelah
kanannya. Perlahan Bara membuka matanya, kemudian menatap kesekeliling.
"Aa...ku.. dimana??"
"Kamu di rumah sakit sayang, tadi kamu pingsan di rumah Keyra" Sang mama yang menjawab sambil mengelus kepala Bara.
Kemudian Bara menoleh kearah kirinya, dan melihat Keyra yang masih menggenggam tangannya.
"Key, kamu gak akan pergi kan? Kamu gak akan ninggalin aku kan?" Keyra pun hanya menganggukkan kepalanya dan tersenyum lembut. Keyra bingung, dengan apa yang harus ia lakukan sekarang. Namun yang pasti, ia tak mungkin meninggalkan Bara dalam keadaan seperti ini.
"Key, kamu harus dengerin semua penjelasan aku."
Keyra menggeleng, "Enggak sekarang Bara, kamu harus istirahat. Kamu baru sadar"
"Keyra bener, kamu harus istirahat dulu Bara" ujar sang mama menambahkan
Bara menggeleng lemah, "Enggak ma, aku harus ceritain semua ke Keyra. Aku gak mau terlambat lagi, cuma ini yang bisa bikin aku tenang" Reva menghembuskan nafas pelan, anaknya ini memang keras kepala.
"Ya sudah Key, mungkin memang ini yang bisa buat Bara tenang. Kamu dengerin aja apa yang Bara jelasin" Keyra pun menghembuskan nafasnya pelan, dan akhirnya mengangguk pada Bara.
Mengalirlah cerita Bara dari ia di Jerman. Bagaimana ia dijebak oleh Grace, dan juga alasan Bara sempat menjauhi Keyra, dengan susah payah Bara menceritakan itu semua pada Keyra. Karena kepalanya yang masih sakit, membuat ia agak kesulitan bercerita.
Tidak tahan melihat Bara yang memaksakan dirinya, Keyra pun menyuruh Bara berhenti. "Udah Bara, udah cukup kamu jelasin ke aku. Aku percaya sama kamu. Kamu bisa ceritain lagi besok, aku bakal dengerin. Tapi sekarang kamu harus istirahat"
Tokk.. tokk.. tokk..
"Selamat malam, saya membawakan makan malam untuk pasien" Seorang suster menyela pembicaraan Keyra dan Bara.
__ADS_1
"Bagaimana keadaannya pak?" Tanya suster itu sopan.
"Kepala saya masih terasa sakit sus"
"Itu wajar, karena demam bapak yang cukup tinggi. Setelah makan, obatnya bisa langsung diminum dan istirahat" Bara hanya mengangguk lemah, mendengar perkataan suster tersebut.
"Terima kasih suster" ucap Keyra
Suster itupun tersenyum dan meninggalkan ruangan Bara.
*******
Bara baru saja menyelesaikan makan malamnya dengan disuapi Keyra, mamanya sampai mencibirnya manja karena hal itu. Biar sajalah, ia sedikit memanfaatkan sakitnya untuk dekat dengan Keyra lagi. Karena sudah hampir sebulan dia tidak bisa merasakan ini.
"Key, bisa bantuin mama malam ini?" Keyra menoleh pada Mama Reva yang baru selesai menerima telpon, entah dari siapa.
"Iya ma. Kalau Key bisa, key pasti bantu. Kenapa ma?"
"Kamu mau nemenin Bara disini dulu? Mama mau pulang sebentar untuk ambil beberapa perlengkapan Mama dan Bara, setelah itu mama balik lagi."
Bara tersenyum lebar mendengar perkataan mamanya, ia memang sangat ingin mempunyai waktu berdua dengan Keyra. Kemudian ia menoleh pada Keyra, menantikan jawaban Keyra.
"Iya ma, Keyra mau. Mama gak perlu balik lagi kesini, biar Keyra aja yang nemenin Bara malam ini. Mama balik besok aja"
Keyra sedikit merasa bersalah, karena Bara tadi pingsan di rumahnya. Jadi Keyra pikir, ia perlu memastikan Bara benar-benar pulih dan menemaninya malam ini.
Sedangkab Bara merasa sangat senang mendengar jawaban Keyra, begitu juga sang mama.
"Tapi apa gak ngerepotin kamu kalau harus nemenin Bara malam ini?"
"Gak kok ma, Keyra gak repot"
Setelah itu Reva mengajak Keyra untuk menikmati makan malam yang sudah dibawakan suaminya yang ada di depan ruangan Bara. Mereka makan di sofa yang terletak di pojok Ruangan VIP Bara.
__ADS_1
Saat Reva dan Keyra makan malam, giliran Aldi dan Pram melihat keadaan Bara. "Bagaimana keadaan kamu Bara?" tanya Pram
"Kepala Bara masih agak sakit Om, tapi gak lebih sakit dari pukulan Om tadi" jawab Bara tersenyum samar
"Maafkan Om, Om tidak tahu kamu sedang sakit. Om hanya melampiaskan kemarahan karena melihat putri kesayangan Om menangis"
"Kau tidak perlu minta maaf Pram, itu sama sekali bukan salahmu. Kalau aku yang berada di posisimu, aku juga akan melakukan hal yang sama. bahkan mungkin lebih parah" ucap Aldi menyela percakapan mereka
"Papa bener Om, harusnya aku yang minta maaf karena udah nyakitin putri kesayangan Om. Bara minta maaf Om, tapi Om harus percaya kalau Bara gak pernah hianatin Keyra. Dan yang terjadi tadi siang, semuanya gak benar" ucap Bara berusaha menjelaskan
"Sudahlah, kamu tidak perlu terlalu banyak bicara dulu. lagipula tadi Aldi sudah banyak menceritakan ke Om. Cuma 1 yang Om minta, jangan buat Keyra salah paham dan menangis lagi" Bara pun hanya menjawabnya dengan anggukan
"Kamu tenang saja Pram, jika Bara melakukan hal itu lagi. Aku sendiri yang akan melarangnya untuk menampakkan wajahnya di depanmu dan juga Keyra" kata Aldi mantap
Tak berapa lama Keyra dan Reva selesai makan malam, tak lupa Keyra meminta ijin Pram untuk menemani Bara di rumah sakit. Pram pun mengijinkannya, dan nanti akan meminta pak Ahmad membawa beberapa perlengkapan Keyra kesana.
Reva dan yang lainnya sudah meninggalkan rumah sakit, sekarang tinggal Keyra sendiri yang menemani Bara. Keyra kembali duduk di sebelah Bara yang tengah tertidur setelah obrolan singkat yang sedikit banyak sempat Keyra dengar, perlahan tangan Keyra terangkat untuk membelai wajah Bara.
Tanpa terasa belaian Keyra ternyata membuat Bara membuka matanya, dan memandang Keyra. "Mama udah pulang?" Tanya Bara pelan
"Iya semuanya udah pulang. Maaf ya aku bangunin kamu, kamu tidur aja lagi. Aku tidur di sofa" Saat Keyra berdiri dan ingin menuju sofa, Bara menarik sebelah tangannya.
"Kamu tidur disini aja sama aku. Aku gak tega kalau kamu tidur di sofa Key"
"Tapi kamu bisa keganggu kalau aku juga tidur disini Bara"
"Gak Key, aku malah bakal seneng selalu deket sama kamu. Lagian kasur ini cukup besaruntuk kita berdua"
Karena tidak ingin berdebat lebih lama, akhirnya Keyra menuruti keinginan Bara. Ia juga sudah cukup lelah seharian ini, dan rasanya memang kurang nyaman jika di sofa.
Bara menggeser tubuhnya untuk memberikan ruang bagi Keyra, Keyra pun segera menuju sisi kasur yang kosong dan merebahkan dirinya.
*******
__ADS_1