
Hari berganti minggu dan minggu berganti bulan. Tak terasa sudah hampir 3bulan Keyra berada di Jerman, ternyata pilihannya ke Jerman bukan lah pilihan yang salah. Karena semua kesibukannya, ia mulai bisa melupakan semua masalahnya. Namun ia tak pernah lupa untuk selalu memberi kabar pada papanya tercinta agar papanya itu tidak khawatir. Papanya pun bangga, karena dalam waktu hampir 3bulan Keyra sudah dapat menunjukan kemajuan yang cukup pesat di perusahaan.
Dan tentang Bara, laki-laki itu ternyata tidak kalah sibuknya dengan Keyra. Namun mereka sudah sering bertukar kabar, walaupun belum sempat bertemu kembali. Setelah pertemuan mereka di pesawat, karena jadwal mereka yang sama-sama sibuk.
Tapi hari ini, Keyra dapat sedikit bernafas lega, karena pekerjaannya sudah tidak menumpuk lagi. Dan kebetulan, Bara juga mengajaknya untuk bertemu hari ini sepulang kantor di Cafe yang letaknya tidak terlalu jauh dari kantor Keyra.
“Bagaimana pekerjaanmu?” itulah pertanyaan pertama Bara untuk Keyra, setelah beberapa lama hening dan pesenan mereka tiba.
“Seperti pekerjaan lainnya, cukup melelahkan tapi aku menyukainya. Karena aku jadi bisa melupakan banyak hal
buruk yang menimpaku” jawab Keyra sambil menyesap cappucinonya.
Tanpa sadar Keyra memandangi wajah Bara, ia sangat tampan dengan pandangan matanya yang tajam, bibir tipis, hidung mancung dan ditambah kemeja putih yang ia kenakan dengan 2 kancing teratas yang sudah terlepas dan
memperlihatkan sedikit dada bidangnya.
“Apa besok kau sibuk Key?” tanya Bara lagi
“Hm… entahlah Bara, pekerjaan ini cukup menyita waktuku. Ada apa?” Tanya Keyra
“Kemarin papa mengabariku kalau besok, salah satu kolega papa ku mengundang papa ke Acara Ulang Tahun perusahaan CJ Company. Tapi karena aku sudah berda disini, jadi aku yang akan datang mewakili papa. Dan aku tidak ingin datang kesana sendiri. Mau kah kau menemaniku Key?”
“Aku?” tanya Keyra memastikan
“Ya Key, itu karena aku tak mengenal siapa-siapa disini. Jadi berhubung hanya dirimu yang aku kenal, jadi aku memberimu kehormatan untuk bisa menemaniku ke acara itu. Bagaimana?” kata Bara sambil menaikan sebelah alisnya dan tersenyum.
Sesaat Keyra terpesona dengan senyuman itu, "Woooww... sungguh suatu kehormatan bisa menemani pria setampan Bara Revaldi" ujar Keyra sambil terkikik
“Hahahaha... tentu saja, jadi jangan sia-sia kan penawaran dari pria tampan ini Key"
Keyra tertawa pelan, "Baiklah, aku tidak akan menolak ajakan anda Tuan Bara Revaldi"
__ADS_1
Bara menatap Keyra tak percaya, dia pikir Keyra akan menolak ajakannya, mengingat saat SMA dulu cukup sulit untuk mengajak Keyra berkencan.
Hahhh.. Berkencan?
"Keyra hanya menemanimu unuk memenuhi undangan dari kolega papamu Bara, bukan untuk berkencan." batin Bara berbicara. Namun tetap saja nantinya dia bisa menghabiskan waktu bersama dengan Keyra, dan itu cukup membuatnya bahagia.
"Baiklah besok, aku akan menjemputmu jam 6 di apartermentmu Nona Keyra Alenzy Aditama. Karena perjalanan yang akan kita tempuh, cukup memakan waktu" Keyra hanya mengangguk sebagai jawaban
Selanjutnya mereka kembali melanjutkan obrolan yang tertunda saat di pesawat. Namun kali ini terasa lebih pribadi.
"Jadi siapakah perempuan beruntung yang telah menjadi kakasih pria tampan dihadapanku ini?" tanya Keyra dengan tersenyum jahil
Bara tertawa, "Sayang sekali, pria tampan ini belum memiliki kekasih. Karena dia masih belum bisa melupakan gadis yang dia sukai saat SMA"
Keyra terdiam, entah apa yang ia pikirkan setelah perkataan itu dan Bara menangkap perubahan ekspresi Keyra yang tiba-tiba yang tidak dimengerti Bara alasannya.
Keyra masih terdiam, tiba-tiba bayangan Bayu dan Viona kembali terlintas. Apa dia harus menceritakan tentang Bayu pada Bara? Tapi hubungannya dan Bara, belum sedekat itu untuk dia berbagi luka yang ia rasakan.
Keyra menarik nafas pelan, "Tidak, aku juga tidak memiliki kekasih" jawab Keyra sambil memaksakan senyumnya
"Sepertinya kau memiliki masalah, mungkin kau ingin bercerita dengan ku Key. Aku seorang pendengar yang baik, dan mungkin aku bisa membantu masalahmu"
Keyra menggeleng pelan, "Maaf Bara... mungkin belum saatnya"
"Maafkan aku Keyra, jika pertanyaan ku membuatmu sedih dan karena aku terlalu ingin tau urusan pribadimu" Bara menggenggam lembut sebelah tangan Keyra yang ada diatas meja, membuat Keyra cukup terkejut. "Tapi kamu harus tau Key, sekarang kamu tidak akan pernah sendiri lagi. Karena ada aku, yang akan selalu ada untukmu dalam keadaan apapun. Kau percaya padaku kan?"
Keyra tersentuh, dengan kelembutan dan ketulusan yang terpancar dari pandangan mata Bara padanya, Juga genggaman hangat tangan Bara yang juga mampu menghangatkan hatinya. Keyra tersenyum, "Terima kasih Bara, aku sangat menghargai itu. Bila waktunya sudah tepat aku pasti akan menceritakan segalanya padamu"
__ADS_1
Bara cukup senang, setidaknya Keyra tidak menolak genggaman tangannya. Itu berarti Keyra akan mulai membuka sedikit demi sedikit hatinya untuk Bara.
Bara tersenyum dan sedikit mengeratkan genggamannya pada tangan Keyra, dan mereka pun salin bertukar pandang. Seakan ingin lebih mengenal lewat tatapan mata masing-masing.
Tanpa melepaskan gengamannya pada Keyra, Bara melihat jam pada pergelangan tangannya dan berkata "Baiklah, ini sudah hampir larut. Kamu pasti lelah setelah pulang bekerja, langsung menemuiku disini. Jadi lebih baik, sekarang kita pulang dan aku akan mengantarmu pulang. Bagaimana"
Keyra perlahan melepas genggaman tangan Bara, lalu menggeleng pelan. "Tidak masalah, aku senang bisa bertemu dan mengobrol denganmu Bar. Dan aku membawa mobil sendiri, jadi kau tak perlu repot mengantarku" jawab Keyra sambil menunjukan kunci mobil yang baru dia ambil dari dalam tas.
"Ya sudah kalau begitu, tapi ingat kabari aku sesampainya kamu di apartement. Ok? Dan ingat besok akan aku jemput jam 6malam. Tidak perlu berdandan terlalu cantik, karena aku takut banyak lelaki disana yang bisa terpesona denganmu" kata Bara sambil tersenyum dan mengusap pelan rambut Keyra.
Membuat Keyra tersipu malu dengan perlakuannya, namun berusaha ditutupi Keyra, "Baiklah, aku akan langsung mengabarimu setelah tiba di apartement. Sampai jumpa besok"
Bara pun meninggalkan beberapa lembar uang diatas meja, Kemudian mereka keluar Cafe dan menuju mobil masing-masing. Bara masih setia memperhatikan Keyra sampai gadis itu memasuki mobilnya dan perlahan menghilang meninggalkan Cafe. Setelah itu Bara masuk mobil dan meninggalkan Cafe tersebut dengan
perasaan bahagia.
*******
Sesampainya di apartement, Keyra meletakkan tas dan kunci mobilnya diatas nakas. Kemudian merebahkan tubuhnya di ranjang, untuk sekedar merebahkan otot-ototnya yang kaku karena aktifitasnya seharian ini. Dan ia teringat untuk mengabarkan pada Bara, ia pun bangkit untuk mengambil ponselnya dan mengirim pesan untuk Bara
To: Bara
Aku sudah sampai apartement. Terima kasih untuk hari ini :)
Setelah itu Keyra langsung menuju kamar mandi tanpa menunggu balasan Bara, karena dia ingin segera beristirahat.
Selesai mandi, kurang lebih 20 menit. Keyra merasakan tubuhnya segar kembali. Kemudian dia mengecek ponselnya untuk melihat adakah balasan dari Bara.
From: Bara
*Aku juga sudah sampai apartement. Beristirahatlah dan jangan lupa mimpikan aku. Good Night :**
Keyra tersenyum membaca isi pesan Bara, dan ia merebahkan dirinya di kasur masih dengan menggenggam ponselnya di dada. Hingga akhirnya ia terlelap dalam mimpi.
__ADS_1
*******
Please Like & Coment untuk masukannya guysss