
Mereka sudah sampai di rumah sakit, Keyra dan sang papa sedang menunggu dokter yang sedang memeriksa Bara.
"Pa, Bara gak bakal kenapa-kenapa kan?" Keyra yang sedang duduk di sebelah papanya, meremas tangannya gelisah.
"Kamu tenang ya sayang, Dokter sedang memeriksa Bara. Papa yakin dia gak apa-apa, Semua bakal baik-baik aja" Pram berusaha menenangkan putrinya yang terlihat sangat khawatir
"Keyra..."
Mendengar namanya di panggil, Keyra segera menoleh. Ternyata mama Reva yang diikuti papa Aldi, sedang menuju kearahnya. Keyra segera berdiri dan memeluk Reva. Sedangkan Pram menghampiri Aldi untuk memeluk sahabat, yang cukup lama belum ia temui.
"Ma maafin Keyra ya, tadi Keyra gak peduliin Bara padahal Bara udah keliatan pucet banget, sampai-sampai Bara
pingsan" Tanpa terasa setitik air mata jatuh membasahi pipi Keyra.
"Itu bukan salah kamu Key, karena Bara memang maksa buat nemuin kamu walaupun kondisinya udah gak baik. Lagipula mama yang harusnya minta maaf. Mama tau kamu pasti sedih setelah apa yang kamu denger tadi siang"
Keyra terdiam, Reva melepas pelukannya untuk melihat wajah Keyra yang masih basah.
Reva menggenggam tangan Keyra lembut, "Mama gak bisa ngasi tau apa-apa sama kamu. Karena Bara yang berhak kasi tahu semuanya. Kamu cuma perlu tahu, kalau Bara sangat mencintai kamu"
Keyra tak bergeming, pikiran dan hatinya seakan berperang. Di satu sisi pikirannya kembali memutar kejadian menyakitkan yang ia lihat dan dengar. Dan disisi yang lain hatinya seakan berteriak mengatakan, bahwa ia masih sangat mencintai Bara.
__ADS_1
"Sebelum Bara menjelaskan semuanya sama kamu, papa mau minta maaf atas nama Bara dan keluarga Wijaya.
Karena walaupun ini bukan sepenuhnya salah Bara, tapi Bara juga mengambil peran telah menyakiti kamu"
Ucapan Aldi menginterupsi Keyra yang tak bergeming. Ternyata Aldi dan Pram sedari tadi telah berada diantara Keyra dan Reva.
"Aku juga minta maaf sama kamu Pram, karena anakku sudah menyakiti putri kesayanganmu. Aku bersyukur masalah ini tidak mempengaruhi hubungan persahabatan kita" Aldi beralih menatap Pram, dan Pram hanya menjawab dengan anggukan ringan.
Setelah itu mereka memilih duduk untuk menunggu dokter selesai memeriksa keadaan Bara.
*******
30menit kemudian seorang dokter yang masih cukup muda, mungkin hanya beberapa tahun diatas Keyra keluar dari ruang pemeriksaan.
"Iya, saya mama nya dok. Bagaimana keadaan anak saya?" Mama Reva yang dahulu menghampiri dokter tersebut untuk bertanya diikuti Keyra dan yang lainnya.
"Keadaan putra ibu baik-baik saja, karena demamnya yang tinggi juga kelelahan dan stress membuat ia pingsan.
Namun untuk sementara waktukami akan tetap memantau keadaannya, jika ada keluhan lagi nanti" jelas sang dokter
"Terima kasih banyak dokter, apa sekarang kami boleh masuk?"
__ADS_1
"Sebaiknya tunggu sampai pasien dipindahkan ke ruang rawat, tapi jangan terlalu ramai karena pasien butuh
istirahat. Kalau begitu saya permisi"
"Terima kasih dokter" kali ini Keyra yg menjawab, ia sudah sedikit lega setelah tahu Bara tidak apa-apa
Tak berapa lama, Bara sudah dipindahkan ke ruang VIP rumah sakit tersebut.
"Kami sudah selesai, sekarang pasien sudah bisa dijenguk. Tapi didalam ruangan maksimal 2 orang saja, karena pasien butuh istirahat" kata salah seorang suster setelah keluar dari ruangan Bara.
"Dan juga, daritadi pasien mengigau serta memanggil nama Keyra" ucap suster lain yang membantu memindahkan Bara.
"Saya Keyra sus" jawab Keyra lebih mendekati sang suster
"Kalau begitu Nona bisa langsung menemui pasien, sepertinya pasien sangat membutuhkan nona" jawab suster tersebut.
"Kalau hanya 2 orang, berarti Mama dan Keyra saja yang masuk lebih dulu. Papa dan Pram akan membeli kopi sebentar dan juga membelikan makan malam untuk kita"
Tiba-tiba suara Aldi terdengar dari belakang tubuh Keyra, dan dijawab anggukan dari Reva. Setelah mengatakan itu, Aldi dan Pram pergi dari sana.
__ADS_1
"Baiklah, kami permisi. Nanti kami akan membawakan makan malam dan obat yang harus diminum pasien" Keyra hanya membalas ucapan suster itu dengan mengangguk. Para suster itupun meninggalkan Keyra dan Reva.
*******