
Sinar matahari masuk melalui celah korden, memaksa Barauntuk segera membuka mata. Padahal ia baru tertidur beberapa jam karena pikirannya yang melayang entah kemana. Namun ia teringat akan janjinya dengan pujaan hatinya. Menyibak selimut, Bara bangun dari tempat tidurnya dan masuk ke kamar mandi untuk bersiap-siap.
Di meja makan keluarga Wijaya, sudah ada Aldi dan Reva Wijaya yang sedang sarapan sambil mengobrol santai saat Bara turun untuk bergabung.
"Pagi Ma, Pa" sapa bara sambil mencium pipi wanita cantik yang sudah melahirkannya itu lalu duduk disebelahnya.
"Pagi sayang, bukannya kamu baru pulang sangat larut? Tapi kenapa sekarang sudah rapi begini? Apa kamu mau langsung ke kantor? Kenapa tidak istirahat dulu? Papamu masih bisa mengambil alih perusahaan untuk beberapa hari, jika kamu masih lelah Bara" berondong Reva pada anak semata wayangnya.
Bara tersenyum dengan semua pertanyaan panjang mamanya, beginilah Reva yang sangat menyayangi Bara sehingga terkadang masih menganggap Bara anak kecil. Awalnya Bara jengah dengan sikap mamanya, itu juga salah satu alasan Bara ingin tinggal sendiri agar tidak di cap sebagai anak manja dan agar mamanya sadar bahwa ia sudah dewasa dan bisa menurus dirinya sendiri, namun tidak bisa dipungkiri bahwa terkadang ia juga sangat merindukan sikap mamanya yang seperti ini.
__ADS_1
"Aku tidak ke kantor ma, papa sudah cerita tentang musibah yang menimpa pujaan hati ku kan? Aku ingin menemaninya hari ini. Mungkin untuk beberapa hari. Papa masih memberikan aku cuti beberapa hari kan?" Tanya Bara sambil melirik papanya yang sedang menyesap kopinya.
Aldi melirik putranya sesaat, "hanya untuk beberapa hari, pergunakan lah dengan baik. Jika kamu cuti terlalu lama, waktu papa berdua dengan mama mu jadi semakin berkurang" jawab Aldi dengan senyum tipis
Bara memutar bola mata jengahmendengar jawaban papanya. Selalu merasa seperti ABG yang selalu ingin berduaan dengan mamanya padahal usia mereka sudah hampir kepala 5, pikir Bara sesaat.
"Tapi sayang, semenjak Bara menggantikan posisi papa di perusahaan itu berarti dia sudah mempunyai tanggung jawab yang besar untuk perusahaan. Dia tidak bisa seenaknya tidak masuk seperti ini karena bisa memberi contoh yang tidak baik pada pegawainya. Sekarang papa memberikan Bara ijin cuti beberapa hari karena kinerjanya yang bagus saat di Jerman,anggap saja ini waktu istirahat tambahan untuknya" ujar Aldi tegas
Bara mengangguk, membenarkan ucapan sang papa "Papa benar ma, walaupun aku belum resmi menggantikan
__ADS_1
papa, tapi aku sudah memiliki tanggung jawab besar di perusahaan jadi tidak bisa seenaknya seperti itu, Gadis pujaan kujuga pasti tidak suka jika tau aku mengabaikan tanggung jawabku karena dia. Mungkin aku hanya akan mengambil cuti untuk 2hari saja, setelah itu aku akan kembali ke perusahaan"
Aldi tersenyum senang mendengar jawaban putranya. Bara memang selalu bisa membuatnya bangga. Dengan semua kemampuan yang anaknya itu miliki di usianya yang masih muda namun sudah memiliki kedewasaan dan banyak prestasi yang mampu membesarkan Wijaya Group seperti sekarang.Tidak akan ragu lagi untuk Aldi memberikan jabatan CEO secara resmi untuk putranya itu.
"Baiklah, terserah padamu sayang. Mama hanya ingin yang terbaik untukmu. Mama akan selalu mendukungmu, termasuk untuk mendapatkan pujaan hatimu. Jika kamu butuh bantuan dari mama dan papa jangan ragu untuk mengatakannya. Kami pasti akan berusaha membantu sebisanya" Reva mengusap sayang pipi putranya.
"Makasi Ma" balas Bara langsung memeluk mamanya sambil menatap papanya yang berada diujung meja dengan senyum lebar
Bara sangat beruntung memiliki Aldi dan Reva sebagai orang tuanya, yang selalu mendukungnya dan tidak pernah memaksakan kehendak mereka kepada Bara. Yang terpenting hal itu baik dan membuat putra kesayangan mereka bahagia, karena sejauh inipun Bara selalu bisa membanggakan kedua orang tuanya dengan prestasi yang ia raih tanpa pernah mengecewakan mereka.
*******
__ADS_1
Jangan Lupa Like & coment membanunnya ya :)