
Pagi ini Keyra turun dari kamarnya lebih pagi, dia sengaja ingin menghindari papanya. Entahlah kenapa Keyra melakukan ini, ia hanya kesal setelah percakapan mereka semalam, ia kesal kenapa sang papa masih saja memikirkan mamanya. Padahal mamanya saja sudah bahagia dengan lelaki lain disana.
"Loh, non Keyra tumben pagi banget udah siap?" tanya bi Minah heran
"Saya ada meeting Bi, jadi berangkat pagi-pagi biar gak telat" jawab Keyra beralasan
"Non Keyra gak sarapan dulu? Sebentar lagi sarapannya siap non. semalam juga kan non Keyra gk makan malam" tanya Bi minah lagi
"Enggak Bi, saya lagi diet" Jawab Keyra dengan cengirannya, kemudian buru-buru pergi sebelum papanya turun
Diet? Keyra tertawa dengan alasannya. Bahkan dirinya sudah terlalu kurus, apanya yang mau diet? Keyra segera menuju mobil Ferrari 458 nya, hadiah dari papanya saat ulang tahunnya tahun lalu. Namun jarang ia gunakan sekarang, karena Bara yang lebih sering mengantar jemputnya. Sebelum menjalankan mobilnya tidak lupa ia mengirim pesan pada Bara, bahwa hari ini lelaki itu tak perlu menjemputnya. Setelah itu Keyra melajukan mobilnya menuju kantor.
30 menit setelah Keyra keluar dari mansion keluarganya. Pram keluar dari kamarnya dan menuruni tangga menuju meja makan.
"Bi, Keyra belum turun? kok tumben jam segini dia belum turun. Coba bibi bangunkan." kata pram sambil menarik kursi dan duduk di depan meja makan
"Hm.. Non Keyra sudah berangkat dari tadi tuan. Dan non Keyra tidak sarapan" jawab Bi Minah
"Keyra sudah berangkat? Tanpa sarapan?" Pram menghembuskan nafas gusar, putrinya menghindarinya. Sehingga sengaja berangkat pagi-pagi sekali agar tidak bertemu dengannya, bahkan tidak sarapan? Dan semalampun dia tidak makan malam.
*******
Jam kerja kantor baru dimulai 1jam lagi, tapi Keyra sudah berada di dalam ruang kerjanya dan mulai mencoba memfokuskan diri dengan semua berkas yang ada di atas meja.
Di tengah kesibukannya mengecek berkas-berkas itu, telpon kantornya berdering. Segera Keyra mengangkat telpon tersebut.
"Ya???" Ucap Keyra singkat
"Maaf Nona, ada Tuan Bara ingin bertemu" Ternyata dari sekretarisnya, sepertinya Keyra terlalu fokus sehingga tidak menyadari jam kantor akan mulai 15 menit lagi
Keyra mengernyitkan sebelah alisnya, tumben Bara ke kantornya pagi-pagi begini dan tanpa memberinya kabar. Apa ada sesuatu yang penting?
__ADS_1
"Ijinkan ia masuk"
Tak berapa lama pintu ruangan Keyra terbuka, menampilkan sosok Bara yang sudah terbalut dengan setelah kerjanya yang sangat pas pada tubuh atletisnya. Kemudian memandang Keyra dengan senyuman manisnya.
"Sayang..." Panggil Bara
Keyra segera bangkit dari duduknya, dan menghampiri Bara lalu memeluk kekasihnya itu. Entah mengapa Keyra sanagat merindukan lelaki ini, padahal baru kemarin mereka tidak bertemu. Apakah dirinya telah sangat bergantung pada lelaki ini? Tanya Keyra dalam hati. Namun satu hal yang Keyra tahu, disaat hatinya resah Bara selalu bisa membuatnya jadi lebih baik.
"Wooww.. sepertinya kamu sangat merindukan ku ya? Padahal baru kemarin kita tidak bertemu." Ujar Bara terkekeh dan balas memeluk Keyra, "Tapi aku juga sudah sangat merindukanmu" lanjut Bara
"Tumben pagi-pagi kesini dan tidak mengabariku. Ada apa?" Tanpa menjawab kata-kata Bara, Keyra lebih memilih menanyakan alasan Bara berada di kantornya.
Keyra melepas pelukannya dari Bara, kemudian mengajaknya untuk duduk di sofa yang ada di ruangannya
"Aku membawakan sarapan untukmu, bukankah kamu belum sarapan?" Ucap Bara sambil menaruh paper bag diatas meja didepannya, "Tadi Om Pram telpon aku, beliau khawatir karena kamu belum sarapan. Bahkan Om Pram bilang semalam kamu juga gak makan malam" lanjut Bara
lembut tangan Keyra yang berada diatas pangkuannya, dan satu tangannya lagi mengelus pipi putih Keyra.
" Ada apa sayang? Apa ada masalah? Kenapa gak cerita sama aku?" Tanya Bara lagi, karena Keyra yg sedari tadi diam
Keyra menarik nafas pelan, kemudian menceritakan kegundahannya pada Bara. Bagaimana perdebatannya dengan sang papa semalam, hingga membuatnya tidak berselera untuk makan. Keyra pun tak mengerti dengan dirinya, mengapa ia sampai merasa kesal dengan papanya hanya karena menanyakan tentang sang mama.
Bara akhirnya mengerti apa yang terjadi dengan kekasihnya ini. Keyra masih belum bisa berdamai dengan masalahnya.
"Sayang, gak seharusnya kamu sampai berdebat atau bahkan sampai menghindari papa kamu. Hanya karena menanyakan soal mama mu" akhirnya Bara membuka suaranya.
"Aku gak tau Bar, aku cuma gak pengen ngeliat wajah sedih papa tiap ngomongin mama. Karena aku tau, tiap ngomongin mama, mata papa selalu mancarin kesedihan. Aku mau ngeliat papa selalu bahagia, walaupun cuma berdua sama aku." Tanpa Keyra sadari ia mengatakannya dengan mata berkaca-kaca. Pembahasan tentang
keluarganya, selalu berhasil membuat dadanya sesak.
__ADS_1
Dengan sigap Bara menarik Keyra masuk kedalam dekapannya, memberikan rasa hangat dan nyaman
bagi kekasihnya.
"Aku ngerti, tapi kamu juga harus ingat kalau cinta itu gak semudah itu buat dilupain. Buktinya cintaku sama kamu, masih tetap sama setelah 5 tahun bahkan setelah aku mati-matian buat ngelupain kamu. Begitu juga rasa cinta Om Pram ke Tante Diana, gak bakal bisa hilang hanya dalam hitungan bulan. Kamu cukup memberikan pengertian ke papa kamu, bukan memaksanya untuk melupakan cintanya sama mama kamu. Karena percayalah sayang, hal itu tidak mudah" Bara masih terus mengelus punggung Keyra dalam dekapannya.
"Dan soal Tante Diana, aku tahu kamu masih sangat kecewa sekarang. Tapi kamu gak boleh sampai benci mama mu sendiri, karena bagaimanapun ia yang telah bertaruh nyawa melahirkanmu dan membesarkanmu dengan kasih sayang nya yang tulus. Berdamailah dengan masa lalumu sayang" sambung Bara lagi
Keyra termenung dalam dekapan Bara, ia meresapi semua yang Bara katakan. Bara benar, tidak seharusnya ia memaksakan papanya untuk melupakan sang mama. Dan tidak seharusnya ia membenci orang yang telah bertaruh nyawa saat melahirkannya.
Ya, dia harus berdamai dengan masa lalunya. Dengan begitu ia tidak akan lagi membenci, orang-orang yang telah menyakitinya.
Keyra tersenyum, kemudian menarik diri dari dekapan Bara yang nyaman. "Terima kasih Sayang, aku beruntung punya kamu disisi ku Bara. Sangat beruntung."
"Kamu panggil aku apa tadi? Sayang? Coba ulang, aku mau denger lagi" ucap Bara dengan tersenyum lebar
Tersadar dengan apa yang Keyra katakan, seketika membuat pipi Keyra memerah. Dan Keyra malah membenamkan wajahnya pada dada bidang Bara, untuk menutupi rona merah itu. Bara terkikik geli dengan tingkah kekasihnya yang masih malu-malu.
"Kayaknya aku mesti sering-sering jadi orang bijak, supaya dapet panggilan sayang dari kamu Key" Bara tersenyum, "Aku lebih beruntung punya kamu disisiku Keyra. Aku sayang kamu" lanjut Bara sambil memberikan ciuman di kepala Keyra yang berada dipelukannya.
"Aku juga sayang kamu Bara" balas Keyra dengan suara yang teredam dada bidang Bara
Bara kembali tersenyum dan mengacak rambut Keyra gemas "Ya udah kalau gitu, sekarang kamu abisin sarapannya dan aku harus balik ke kantor" ucap Bara sambil beranjak berdiri, "Oya, nanti sore kamu pulang bareng aku"
"Tap..."
"Gak ada penolakan sayang, mobil kamu bisa ditinggal di kantor kan. Atau nanti aku suruh orang buat bawa mobil kamu pulang Ada yang aku mau sampein juga ke Om pram" potong Bara cepat
Keyra mendengus, jika Bara sudah berkata begitu brarti ia hanya bisa mengiyakan. Keyra akhirnya ikut bangkit, dan mengantar Bara sampai di depan ruangannya.
__ADS_1
*******
Vote, Like dan commentnya di tunggu ya :*